Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jalan Penghubung Cihampelas-Cililin Rusak Parah, Pemkab Bandung Barat Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 17:02 WIB
llustrasi olahraga padel yang sedang booming di Indonesia.

Mau Main Padel di Bandung? Cek 5 Venue Ini, Ada yang Buka sampai Tengah Malam

Kamis, 17 September 2026 16:32 WIB

Persib Bikin Kejutan di Korea, FC Seoul Jadi Korban di Stadion Piala Dunia

Kamis, 17 September 2026 16:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jalan Penghubung Cihampelas-Cililin Rusak Parah, Pemkab Bandung Barat Turun Tangan
  • Mau Main Padel di Bandung? Cek 5 Venue Ini, Ada yang Buka sampai Tengah Malam
  • Persib Bikin Kejutan di Korea, FC Seoul Jadi Korban di Stadion Piala Dunia
  • Mengapa TK Bermasalah di Bandung Tak Langsung Ditutup? Begini Prosesnya
  • Viral Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Langsung Turun Tangan!
  • Dari Toko Online ke 400 Cartridge, Begini Jejak Dua Ojol Bandung Racik Liquid Narkotika
  • Jadwal Persib Bandung Usai Taklukkan FC Seoul: Tantangan Fisik di Kandang Persijap Jepara
  • Bukan Sesar Garsela! BMKG Bongkar Sumber 118 Gempa yang Guncang Kabupaten Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Heboh Pembangunan Wisata di Lereng Tangkuban Perahu, Netizen Soroti Potensi Kerusakan Lingkungan

By Aga GustianaKamis, 27 Maret 2025 17:48 WIB2 Mins Read
Tangkuban Perahu
Proyek pembagunan wisata di Gunung Tangkuban Perahu. (Foto: Instagram/denisugandi)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah unggahan foto di media sosial Instagram oleh akun @denisugandi pada Minggu (23/3/2025) memicu kehebohan di kalangan warganet.

Foto tersebut memperlihatkan aktivitas pembangunan sarana wisata yang diduga kuat dilakukan di lereng barat daya Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat.

Dalam keterangan unggahannya, Deni Sugandi menyebutkan bahwa pembangunan ini telah mengalihfungsikan lahan kebun milik warga sekitar, dengan perkiraan mencapai 5 kebun.

“Trek 11, ka tonggoh sakedik. Keterangan warga menempati 5 kebon (1 kebon = 10 Ha),” tulisnya dalam balasan komentar.

Sontak, unggahan ini menuai respons negatif dari para netizen. Banyak yang menyayangkan aktivitas pembangunan tersebut, terutama di tengah gencarnya pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menindak tempat wisata yang melanggar izin dan berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga:  Jabar Bangun Zona Aman dan Ekonomi Sehat Lewat Sinergi Pemda dan Kepolisian

Sorotan Terhadap Izin dan Dampak Lingkungan

Kekhawatiran netizen bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil tindakan tegas dengan membongkar Hibisc Fantasy Puncak di kawasan Puncak, Bogor. Pembongkaran tersebut dilakukan karena tempat wisata itu terbukti melanggar izin pengelolaan lahan.

“Bongkar mulai hari ini meski itu adalah BUMD. Ini berdampak ke lingkungan,” tegas Dedi Mulyadi saat itu.

Baca Juga:  Sukses Gelar Debat Pertama Pilgub Jabar, KPU Bakal Evaluasi Soal Teknis

Beliau juga menambahkan bahwa Hibisc Fantasy telah melanggar tata ruang dan sebelumnya telah diperingatkan untuk membongkar kelebihan lahan yang dikuasai.

Kasus Hibisc Fantasy Puncak menjadi preseden penting dalam penegakan aturan terkait pembangunan tempat wisata di Jawa Barat. Hal ini juga memperkuat kekhawatiran netizen terhadap potensi pelanggaran izin dan dampak lingkungan dari pembangunan sarana wisata di lereng Tangkuban Perahu.

Pentingnya Pengawasan dan Keseimbangan

Aktivitas pembangunan di kawasan wisata alam seperti Gunung Tangkuban Perahu memang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Namun, penting untuk diingat bahwa pembangunan tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga:  Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Jawa Barat, 10 Ribu Jiwa Terdampak

Pengawasan ketat dari pihak terkait diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan sarana wisata di Tangkuban Perahu tidak melanggar izin dan tidak merusak ekosistem yang ada. Keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas pembangunan sarana wisata di lereng Tangkuban Perahu. Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk memastikan bahwa pembangunan tersebut dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak merusak lingkungan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gunung jawa barat wisata
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jalan Penghubung Cihampelas-Cililin Rusak Parah, Pemkab Bandung Barat Turun Tangan

Mengapa TK Bermasalah di Bandung Tak Langsung Ditutup? Begini Prosesnya

Viral Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Langsung Turun Tangan!

Dari Toko Online ke 400 Cartridge, Begini Jejak Dua Ojol Bandung Racik Liquid Narkotika

ilustrasi gempa

Bukan Sesar Garsela! BMKG Bongkar Sumber 118 Gempa yang Guncang Kabupaten Bandung

Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp57 Ribu, 25 Merek Ditarik dari Peredaran

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.