Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Selasa, 4 Agustus 2026 21:35 WIB

Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija

Selasa, 4 Agustus 2026 20:30 WIB

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

Selasa, 4 Agustus 2026 20:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
  • Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
  • Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?
  • Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final
  • Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai
  • Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hibisc Fantasy Puncak Sebabkan Banjir, Dedi Mulyadi Dituntut Minta Maaf

By SusanaJumat, 7 Maret 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat terkait pembangunan Hibisc Fantasy Puncak di Kabupaten Bogor yang menyalahi aturan.

Hal ini disampaikan Dedi saat berbincang dengan Wakil Bupati Bogor Ade Rohandi (Jaro Ade) dan Satpol PP Jabar, dalam video yang diunggah di akun TikTok resminya, @dedimulyadiofficial.

Dalam perbincangan tersebut, Dedi menanyakan kepada Kasatpol PP Jabar, M de Afriandy, terkait konsekuensi hukum atas pelanggaran yang dilakukan oleh Hibisc Fantasy Puncak.

“Ini sudah berkali-kali diberi peringatan. Sudah dipanggil Pemkab Bogor,” kata Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, dikutip Jumat (7/3/2025).

Dedi pun menegaskan bahwa jika pihak pengelola tidak merespons, maka bangunan tersebut harus segera dibongkar.

Selain itu, Dedi juga mengakui bahwa Hibisc Fantasy Puncak merupakan proyek yang dikelola oleh BUMD Jawa Barat, PT Jaswita, yang berada di bawah naungan Pemprov Jabar.

Mendengar hal ini, Jaro Ade menimpali dengan mengatakan bahwa proyek tersebut adalah milik Dedi. Namun, Dedi langsung membantahnya dan meminta maaf kepada masyarakat.

“Oh ini BUMD provinsi? Punya Bapak,” ujar Jaro Ade sambil menunjuk ke arah Dedi.

“Bukan. Punya Pemda. Ya, makanya saya minta maaf, saya salah,” jawab Dedi.

Jaro Ade kemudian meminta Dedi untuk meminta maaf kepada masyarakat, khususnya warga Bogor.

“Minta maaf ke masyarakat, Pak. Ke masyarakat Bogor,” timpal Jaro Ade lagi.

“Sudah berkali-kali minta maaf. Bentuk permintaan taman maaf saya dibongkar,” ujar Dedi.

Pelanggaran Hibisc Fantasy Puncak dan Dampaknya

Hibisc Fantasy Puncak diketahui melanggar aturan terkait pemanfaatan lahan. PT Jaswita awalnya hanya mengajukan izin untuk 4.800 meter persegi, namun dalam praktiknya, proyek ini berkembang hingga 15.000 meter persegi, melebihi batas yang diizinkan.

Tak hanya Hibisc Fantasy Puncak, proyek lain seperti Eiger Adventure Land di Puncak juga menjadi sorotan karena melanggar perizinan lingkungan. Pembangunan liar di kawasan ini diduga berkontribusi terhadap banjir di hilir Sungai Ciliwung.

Kini, pemerintah telah menyegel Hibisc Fantasy Puncak dan Eiger Adventure Land, serta memerintahkan pembongkaran sesuai mekanisme yang berlaku.

33 Bangunan di Puncak Terancam Disegel

Selain Hibisc Fantasy Puncak dan Eiger Adventure Land, sebanyak 33 lokasi pembangunan di kawasan Puncak juga akan disegel.

Bangunan-bangunan ini diduga melanggar tata ruang dan melakukan alih fungsi lahan secara ilegal, yang menyebabkan dampak lingkungan, termasuk memperparah banjir besar di Jabodetabek pekan ini.

Dengan langkah tegas yang diambil Pemprov Jabar, pemerintah berharap dapat menata kembali kawasan Puncak agar lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Dedi Mulyadi Hibisc Fantasy Puncak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

Jabar Peringkat Pertama Nasional Kasus PHK Sepanjang Januari-Juni 2026

Mencekam! Geng Motor Bersenpi dan Sajam Teror Warga Garut, Videonya Viral di Medsos

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.