Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hibisc Fantasy Puncak Sebabkan Banjir, Dedi Mulyadi Dituntut Minta Maaf

By SusanaJumat, 7 Maret 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat terkait pembangunan Hibisc Fantasy Puncak di Kabupaten Bogor yang menyalahi aturan.

Hal ini disampaikan Dedi saat berbincang dengan Wakil Bupati Bogor Ade Rohandi (Jaro Ade) dan Satpol PP Jabar, dalam video yang diunggah di akun TikTok resminya, @dedimulyadiofficial.

Dalam perbincangan tersebut, Dedi menanyakan kepada Kasatpol PP Jabar, M de Afriandy, terkait konsekuensi hukum atas pelanggaran yang dilakukan oleh Hibisc Fantasy Puncak.

“Ini sudah berkali-kali diberi peringatan. Sudah dipanggil Pemkab Bogor,” kata Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, dikutip Jumat (7/3/2025).

Dedi pun menegaskan bahwa jika pihak pengelola tidak merespons, maka bangunan tersebut harus segera dibongkar.

Baca Juga:  Bey Pastikan 81 Persen Masalah Banjir di Bandung Selatan Telah Ditangani

Selain itu, Dedi juga mengakui bahwa Hibisc Fantasy Puncak merupakan proyek yang dikelola oleh BUMD Jawa Barat, PT Jaswita, yang berada di bawah naungan Pemprov Jabar.

Mendengar hal ini, Jaro Ade menimpali dengan mengatakan bahwa proyek tersebut adalah milik Dedi. Namun, Dedi langsung membantahnya dan meminta maaf kepada masyarakat.

“Oh ini BUMD provinsi? Punya Bapak,” ujar Jaro Ade sambil menunjuk ke arah Dedi.

“Bukan. Punya Pemda. Ya, makanya saya minta maaf, saya salah,” jawab Dedi.

Jaro Ade kemudian meminta Dedi untuk meminta maaf kepada masyarakat, khususnya warga Bogor.

Baca Juga:  Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

“Minta maaf ke masyarakat, Pak. Ke masyarakat Bogor,” timpal Jaro Ade lagi.

“Sudah berkali-kali minta maaf. Bentuk permintaan taman maaf saya dibongkar,” ujar Dedi.

Pelanggaran Hibisc Fantasy Puncak dan Dampaknya

Hibisc Fantasy Puncak diketahui melanggar aturan terkait pemanfaatan lahan. PT Jaswita awalnya hanya mengajukan izin untuk 4.800 meter persegi, namun dalam praktiknya, proyek ini berkembang hingga 15.000 meter persegi, melebihi batas yang diizinkan.

Tak hanya Hibisc Fantasy Puncak, proyek lain seperti Eiger Adventure Land di Puncak juga menjadi sorotan karena melanggar perizinan lingkungan. Pembangunan liar di kawasan ini diduga berkontribusi terhadap banjir di hilir Sungai Ciliwung.

Baca Juga:  Hutan di Jabar Rontok Dibabat, Dedi Mulyadi: Atuh Habis Odah!

Kini, pemerintah telah menyegel Hibisc Fantasy Puncak dan Eiger Adventure Land, serta memerintahkan pembongkaran sesuai mekanisme yang berlaku.

33 Bangunan di Puncak Terancam Disegel

Selain Hibisc Fantasy Puncak dan Eiger Adventure Land, sebanyak 33 lokasi pembangunan di kawasan Puncak juga akan disegel.

Bangunan-bangunan ini diduga melanggar tata ruang dan melakukan alih fungsi lahan secara ilegal, yang menyebabkan dampak lingkungan, termasuk memperparah banjir besar di Jabodetabek pekan ini.

Dengan langkah tegas yang diambil Pemprov Jabar, pemerintah berharap dapat menata kembali kawasan Puncak agar lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.