Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Rabu, 30 September 2026 02:00 WIB

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Rabu, 30 September 2026 01:00 WIB

Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia

Selasa, 29 September 2026 21:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
  • EMAS LAGI! Leo/Daniel Bikin Merah Putih Berjaya di Asian Games 2026
  • Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Mantan Murid saat Ambil Ijazah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Hilang Lima Hari, Bocah 8 Tahun Ini Ditemukan di Habitat Singa Buas

By Aga GustianaJumat, 10 Januari 2025 20:03 WIB2 Mins Read
Ilustrasi singa. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang bocah berusia 8 tahun bernama Tinotenda Putu berhasil bertahan hidup selama lima hari di tengah habitat singa buas.

Tinotenda Putu hilang dari desanya di wilayah barat laut Zimbabwe pada 27 Desember 2024 lalu. Ia ditemukan di Taman Nasional Matusadona, yang dihuni hewan-hewan buas, termasuk singa.

Sebelum ditemukan, tim penyelamat sempat terhambat oleh hujan lebat di wilayah tersebut yang membuat mereka kesulitan menemukan jejak kakinya.

Kemudian, pada 30 Desember, jejak kaki bocah itu ditemukan di area taman dan Tinotenda ditemukan pada dini hari keesokan harinya.

Anggota parlemen untuk wilayah Mashonaland Barat, Mutsa Murombedzi turut membagikan kabar gembira penyelamatan tersebut sebagai ‘keajaiban’ dalam sebuah posting di X.

Ia mengatakan, anak tersebut telah “berjalan menjauh, kehilangan arah, dan tanpa sadar menuju ke Taman Margasatwa Matusadonha yang berbahaya.”

Menurut pengakuan Tinotenda, ia sempat mendengar kendaraan penjaga taman dan mencoba berlari ke arah suara tersebut, sayangnya ia terlambat untuk mencapai mereka.

Beruntung, para penjaga taman kembali ke area tersebut dan melihat jejak kaki manusia kecil yang mengarahkan mereka ke anak laki-laki tersebut.

“Ini mungkin kesempatan terakhirnya untuk diselamatkan setelah lima hari di alam liar,” tulisnya.

Mengutip lembaga nirlaba African Parks, taman nasional itu dihuni oleh berbagai satwa liar, termasuk gajah, zebra, kuda nil, singa dan kerbau.

Sementara Tinotenda diperkirakan telah berjalan melalui medan yang dipenuhi singa sejauh 49 kilometer. Ia menyusuri area tersebut selama lima hari.

Tinotenda bisa bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar dan meminum air tanah.

“Diperkirakan ia berjalan melalui medan yang keras di Taman Nasional Matusadonha yang dipenuhi singa sejauh 49 kilometer dari desanya hingga ke titik tempat ia ditemukan,” kata Zimbabwe Parks dalam sebuah pernyataan.

“Selama periode ini, ia bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar dan menggali lubang kecil di sepanjang tepi sungai yang kering untuk mengakses air bawah tanah untuk diminum, sebuah teknik yang dikenal di daerah rawan kekeringan,” keterangan ditambahkan.

Setelah ditemukan, Tinotenda langsung dibawa ke klinik setempat untuk pemeriksaan awal dan kemudian dipindahkan ke rumah sakit untuk evaluasi medis lebih lanjut.

Kabar terbaru mengatakan, bocah itu telah beristirahat dan dalam kondisi stabil. Ia akan diperiksa oleh tim kesehatan mental untuk memastikan ia tidak mengalami trauma yang berkepanjangan akibat insiden tersesat ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Harga Emas Antam Hari Ini 29 September 2026 Turun Rp17 Ribu, 1 Gram Jadi Segini

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.