Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Bikin Pusing Hasil Drawing, Persib Bandung Prioritaskan Laga Play-off di GBLA

Selasa, 18 Agustus 2026 21:46 WIB
Gunung Gede Pangrango

Penutupan Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang Hingga 31 Agustus 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 21:09 WIB
Timnas Indonesia

FIFA ASEAN Cup 2026 Bergulir Bulan Depan: Format Turnamen, Pembagian Divisi, dan Lokasi Laga

Selasa, 18 Agustus 2026 20:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Bikin Pusing Hasil Drawing, Persib Bandung Prioritaskan Laga Play-off di GBLA
  • Penutupan Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang Hingga 31 Agustus 2026
  • FIFA ASEAN Cup 2026 Bergulir Bulan Depan: Format Turnamen, Pembagian Divisi, dan Lokasi Laga
  • Angin Segar untuk Tenaga Pendidik: Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS Mulai 2027
  • HUT ke-81 Jabar: IPM dan Ekonomi Naik, Kemiskinan-Pengangguran Masih Jadi Tantangan
  • Pemprov dan DPRD Jabar Sepakat Pinjam Rp3,4 Triliun untuk Tutup Defisit APBD 2026
  • Pelabuhan Terakhir Vokalis Hits! Dikta Wicaksono Akhirnya Bikin Janji Suci Bareng Rachel Cia
  • Berapa Honor dan Bonus Paskibraka Nasional 2026? Ini Rincian Apresiasi untuk Pengibar Bendera Pusaka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

HIV Meningkat di Kalangan Remaja Jabar, Seks Pertama Usia 13 Tahun

By Aga GustianaSenin, 7 Juli 2025 12:44 WIB3 Mins Read
Ilustrasi virus HIV/AIDS
Ilustrasi virus HIV/AIDS. (Foto: kalhh dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Usia remaja yang pertama kali terlibat dalam hubungan seksual kini makin dini, memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan dan penyebaran HIV/AIDS. Temuan ini mengemuka dari survei Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Barat yang dilakukan pada 2022.

Landry Kusmono, Pengelola Program KPA Jawa Barat, mengungkapkan bahwa hasil survei menunjukkan rata-rata siswa SMA mengaku pertama kali melakukan hubungan seksual pada usia 13 hingga 14 tahun.

“Pertanyaan pertama itu, kapan pertama kali melakukan hubungan seksual? Itu rata-rata menjawab di angka 13-14 tahun. Kemudian pertanyaan kedua, hubungan seksual itu dilakukan di mana? Kebanyakan dilakukan di rumah, ketika orang tuanya enggak ada mungkin ya,” jelas Landry, dikutip Senin (7/7/2025).

Lebih mengkhawatirkan lagi, beberapa remaja diketahui tidak hanya berhubungan dengan satu pasangan. “Di catatan kita itu ada yang sekali melakukan hubungan seks dengan dua atau tiga orang,” lanjutnya.

Landry menyebut fenomena ini sebagai pola baru penyebaran HIV di kalangan anak dan remaja. Jika sebelumnya penularan HIV lebih banyak melalui penggunaan narkoba suntik, saat ini hubungan seksual bebas menjadi faktor dominan.

“Saat ini yang ngetren ya hubungan seksual. Karena narkoba, terutama narkoba suntik, obatnya sekarang sudah jadi jarang, susah, harganya mahal. Yang paling gampang ya hubungan seksual. Karena aksesnya juga gampang. Mereka dapat informasi dari internet dan semua macam itu yang mempengaruhi mereka,” paparnya.

Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Jawa Barat. Hingga tahun 2024, tercatat sebanyak 10.405 ODHA, dengan lebih dari 2.900 di antaranya berasal dari kelompok usia muda.

Data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat menunjukkan rincian sebagai berikut: 107 ODHA berusia 5–14 tahun, 645 orang berusia 15–19 tahun, dan 2.164 orang berusia 20–24 tahun.

“Kalau ngelihat data tadi, artinya usia di bawah 18 tahun, kalau 18 tahun itu masih anak ya. Anak itu kita di Jawa Barat sampai 2024 itu hampir 800 orang, anak yang dengan HIV,” jelas Landry.

Kenaikan kasus HIV bahkan mulai merambah wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak tercatat sebagai daerah rawan. Priangan Timur menjadi salah satu kawasan yang mengalami lonjakan signifikan, termasuk di kalangan siswa SMA.

“Karena beberapa juga ditemukan kasus pada anak itu di wilayah-wilayah Priangan Timur cukup banyak. Di kalangan anak SMA juga,” ujarnya.

“Beberapa daerah kita temui itu daerah kecil loh, bukan daerah kota. Daerah-daerah terpencil itu kasusnya ada juga,” tambahnya.

Menurut Landry, fenomena ini tak lepas dari peran internet, kurangnya pengawasan orang tua, dan minimnya pendidikan seksual yang komprehensif. Ia menyimpulkan bahwa pergaulan remaja saat ini telah melampaui batas.

“Kalau kita lihat era sekarang zamannya ya bebas gitu, bebas banget,” tutupnya.

KPA Jawa Barat berharap temuan ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi pemerintah, sekolah, maupun orang tua, untuk meningkatkan edukasi dan perlindungan terhadap generasi muda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hiv KPA Jawa Barat pendidikan seksual remaja seks bebas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gunung Gede Pangrango

Penutupan Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang Hingga 31 Agustus 2026

Angin Segar untuk Tenaga Pendidik: Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS Mulai 2027

HUT ke-81 Jabar: IPM dan Ekonomi Naik, Kemiskinan-Pengangguran Masih Jadi Tantangan

Pemprov dan DPRD Jabar Sepakat Pinjam Rp3,4 Triliun untuk Tutup Defisit APBD 2026

Aksi Anarkis di Karnaval Cicalengka: Tiga Pria Mabuk Penganiaya Kapolsek dan Danramil Resmi Jadi Tersangka

Bukan Sekadar Pelatihan, Mahasiswa IPB Beri Pendampingan Psikologis untuk Eks-PMI Sukabumi

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.