bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Barat sebagai evaluasi capaian pembangunan sekaligus pijakan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi fokus Pemprov Jabar, terutama kemiskinan dan pengangguran.
“Ya, seperti kemarin dalam sambutan Pak Gubernur di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, banyak capaian yang sudah kita raih dan juga masih banyak PR yang harus kita segera selesaikan,” ujar Erwan saat ditemui, Selasa (18/8/2026).
Menurut Erwan, persoalan pengangguran ditargetkan dapat terus ditekan hingga 2027 mendatang. Sementara angka kemiskinan akan terus dikurangi selama masa kepemimpinannya bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Di antaranya adalah pengangguran, yang insya Allah akan segera kita tuntaskan di tahun 2027 yang akan datang. Juga kemiskinan terus kita kurangi, sehingga di akhir masa periode saya dengan Pak Gubernur, kemiskinan di Jawa Barat menurun tajam, pengangguran menurun, IPM kita meningkat, Indeks Gini kita juga tidak semakin melebar,” katanya.
Erwan menegaskan, Pemprov Jabar tidak ingin menetapkan target penurunan kemiskinan secara berlebihan. Terlebih, pemerintah saat ini masih melakukan revisi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Ya kita ini kan saat ini sedang ada revisi juga untuk RPJMD ya. Nanti kita lihat hitung-hitungannya secara rasional. Kami tidak ingin terlalu muluk-muluk sekian persen sekian persen, tetapi kenyataan nanti tidak tercapai. Kami ingin yang betul-betul realistis,” ujarnya.
IPM Jabar Naik 0,98 Poin
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan capaian positif selama masa kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan.
Salah satunya terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat yang naik 0,98 poin.
“IPM kita naik 0,98, tertinggi pertama di Indonesia. Dan ini hasil semua, hasil semua. Kami bagian kecil di dalamnya,” kata Herman.
Ia mengatakan, capaian tersebut perlu dilihat berdasarkan perubahan atau delta selama sekitar 1,5 tahun kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan.
“Kinerja 1,5 tahun di bawah kepemimpinan Pak Gubernur dan Pak Wagub, IPM kita naiknya 0,98, tertinggi. Rata-rata nasional 0,88, kita 0,98,” ujarnya.
Pertumbuhan Ekonomi di Atas Nasional
Dari sektor ekonomi, Herman menyebut Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat pada triwulan II mencapai 5,73 persen. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
“Penduduk Jawa Barat 51,1 juta, paling berat dari 38 provinsi. Tapi LPE triwulan II sekarang 5,73 persen. Nasional 5,29 persen, kita di atas rata-rata nasional,” katanya.
Pemprov Jabar, lanjut Herman, akan berupaya menjaga tren pertumbuhan tersebut agar dapat mencapai 6 persen hingga akhir tahun.
“Itu yang kita jaga, mudah-mudahan akhir tahun ini bisa sampai 6 persen. Itu LPE, artinya relatif membanggakan lah, walaupun harus kita jaga,” ujarnya.
Stunting Turun 5,8 Persen
Capaian lainnya terlihat dari penanganan stunting. Herman menyebut prevalensi stunting di Jawa Barat turun dari 21,7 persen menjadi 15,9 persen atau berkurang 5,8 persen.
“Penurunannya 5,8 persen, dari 21,7 persen ke 15,9 persen. Dan itu tertinggi juga se-Indonesia, peringkat pertama,” katanya.
Menurut Herman, penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat turut berkontribusi terhadap penurunan angka stunting secara nasional karena Jabar memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
Kemiskinan dan Pengangguran Masih Perlu Ditekan
Meski sejumlah indikator menunjukkan capaian positif, Herman mengakui kemiskinan dan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani Pemprov Jabar.
” kemiskinan dan pengangguran selama kepemimpinan Pak Gubernur dan Pak Wakil turun. Kemiskinan turunnya 0,3 persen delta, sama dengan nasional,” katanya.
Namun, pemerintah menilai penurunan tersebut masih perlu ditingkatkan. Pemprov Jabar menargetkan penurunan angka kemiskinan dapat mencapai 0,5 persen.
“Tapi Pak Gub menyampaikan 0,3 persen terlalu kecil, kita harapkan tahun ini bisa menembus 0,5 persen. Ini yang sedang kita ikhtiarkan. Makanya kenapa APBD ini menjadi stimulusnya,” ujarnya.
Sementara untuk pengangguran, Herman menyebut penurunannya mencapai 0,1 persen atau lebih tinggi dibandingkan delta nasional sebesar 0,08 persen.
“Nah kemudian pengangguran, kalau pengangguran di atas rata-rata nasional. Nasional itu 0,08 deltanya, kita 0,1 persen. Tapi Pak Gubernur dan Pak Wagub juga mengharapkan bisa 0,5 persen,” katanya.
Pemprov Jabar kini tengah menyusun skenario agar penurunan angka pengangguran dapat mencapai 0,5 persen hingga akhir masa jabatan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan.
“Nah kami sekarang sedang menskenariokan penurunannya bisa 0,5 persen sampai dengan akhir masa jabatan. Dan itu bukan pekerjaan ringan,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










