Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen

Selasa, 19 Mei 2026 22:16 WIB
ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Selasa, 19 Mei 2026 21:57 WIB

Laga Terakhir Super League 2026: Persib Ditinggal Marc Klok, Ini Kondisi Tim

Selasa, 19 Mei 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya
  • Laga Terakhir Super League 2026: Persib Ditinggal Marc Klok, Ini Kondisi Tim
  • Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan
  • Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!
  • Menuju Tangga Juara, Manajemen Persib Akhirnya Buka-bukaan Soal Masa Depan Bojan Hodak
  • Ambisi Juara Ternoda, Persib Bandung Terpaksa ‘Bakar Uang’ Rp5 Miliar Akibat Sanksi
  • Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ibu Kota Jabar Dikepung Banjir: Dampak Kemarau Basah dan Wilayah Terparah

By Aga GustianaJumat, 23 Mei 2025 16:01 WIB2 Mins Read
banjir di jabar
Banjir di Kabupaten Bandung. Foto: Instagram @zaidanrizqullahd.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pada pertengahan Mei 2025, Kota Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, kembali menghadapi ujian alam yang tidak biasa. Meski sudah memasuki musim kemarau, curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di kota ini. Fenomena ini dikenal dengan istilah kemarau basah, sebuah kondisi iklim yang jarang terjadi dan menimbulkan berbagai dampak bagi warga serta infrastruktur.

Apa Itu Kemarau Basah dan Faktor Penyebabnya?

Kemarau basah merupakan anomali cuaca dimana curah hujan tetap tinggi meskipun secara kalender sudah memasuki musim kemarau. Menurut penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyebab utama kemarau basah adalah suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi ini memicu terbentuknya pola angin basah yang membawa uap air dari Samudra Hindia.

Selain itu, fenomena La Nina yang masih lemah namun belum sepenuhnya hilang, turut memperpanjang musim hujan di beberapa daerah termasuk Bandung. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan, “Meski musim kemarau sudah dimulai, intensitas hujan bisa mencapai lebih dari 100 mm per hari di beberapa wilayah Jawa Barat. Ini memperlihatkan pola cuaca yang tidak biasa dan menuntut kewaspadaan tinggi.”

Baca Juga:  Survei Indikator Politik: Kinerja Pemprov Jabar Kalah Jauh dengan Popularitas Dedi Mulyadi

Wilayah Bandung yang Terparah Terkena Banjir

Dampak dari kemarau basah ini terasa sangat nyata di lima kecamatan di Kota Bandung. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, kawasan-kawasan berikut menjadi yang paling parah terkena genangan air:

  • Dayeuhkolot dengan ketinggian air mencapai 70 cm.
  • Bojongsoang, di mana banjir meluas hingga perumahan padat penduduk.
  • Rancasari, kawasan perniagaan lumpuh total karena tergenang.
  • Gedebage, yang mengganggu akses menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
  • Kiaracondong, termasuk jalur kereta api dan jalan protokol yang tergenang.
Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Picu Rentetan Bencana di Jawa Barat hingga Pertengahan Januari

Menurut catatan BPBD, lebih dari 3.200 warga terdampak langsung dan sekitar 700 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Kondisi ini menuntut upaya cepat dari pemerintah dan masyarakat untuk mitigasi dan penanganan.

Imbauan BMKG dan Prediksi Cuaca Mendatang

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang masih akan berlangsung hingga awal Juli 2025. Masyarakat diminta untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama agar saluran air tidak tersumbat oleh sampah.

Baca Juga:  Cibaduyut Bandung Jadi Langganan Banjir, Warganet: Mau Sampai Kapan?

Kejadian banjir di tengah musim kemarau ini menjadi peringatan bahwa perubahan iklim memberikan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Adaptasi yang tepat menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga.

Langkah-langkah adaptasi meliputi perbaikan sistem drainase, edukasi publik tentang pengelolaan sampah, hingga pengembangan teknologi pemantauan cuaca yang lebih akurat. Semua ini harus didukung dengan sinergi berbagai pihak agar dampak negatif fenomena kemarau basah dapat diminimalkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Banjir BMKG Cuaca Ekstrem jawa barat kemarau basah Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Terjerat utang

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.669 Triliun, ke Mana Saja Aliran Dananya?

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.