Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 03:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 22 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Mudah Cuan Hari Ini!

Sabtu, 22 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!

Sabtu, 22 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
  • Klaim Saldo DANA Gratis 22 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Mudah Cuan Hari Ini!
  • Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
  • Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat
  • 14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran
  • Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas
  • Terbang Ke Australia Hingga Korea, Marc Klok Jujur Soal Beban Persib di ACL Two
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ibu Kota Jabar Dikepung Banjir: Dampak Kemarau Basah dan Wilayah Terparah

By Aga GustianaJumat, 23 Mei 2025 16:01 WIB2 Mins Read
banjir di jabar
Banjir di Kabupaten Bandung. Foto: Instagram @zaidanrizqullahd.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pada pertengahan Mei 2025, Kota Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, kembali menghadapi ujian alam yang tidak biasa. Meski sudah memasuki musim kemarau, curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di kota ini. Fenomena ini dikenal dengan istilah kemarau basah, sebuah kondisi iklim yang jarang terjadi dan menimbulkan berbagai dampak bagi warga serta infrastruktur.

Apa Itu Kemarau Basah dan Faktor Penyebabnya?

Kemarau basah merupakan anomali cuaca dimana curah hujan tetap tinggi meskipun secara kalender sudah memasuki musim kemarau. Menurut penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyebab utama kemarau basah adalah suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi ini memicu terbentuknya pola angin basah yang membawa uap air dari Samudra Hindia.

Selain itu, fenomena La Nina yang masih lemah namun belum sepenuhnya hilang, turut memperpanjang musim hujan di beberapa daerah termasuk Bandung. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan, “Meski musim kemarau sudah dimulai, intensitas hujan bisa mencapai lebih dari 100 mm per hari di beberapa wilayah Jawa Barat. Ini memperlihatkan pola cuaca yang tidak biasa dan menuntut kewaspadaan tinggi.”

Baca Juga:  5 Tempat Legendaris di Bandung untuk Menikmati Sop Kaki Kambing

Wilayah Bandung yang Terparah Terkena Banjir

Dampak dari kemarau basah ini terasa sangat nyata di lima kecamatan di Kota Bandung. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, kawasan-kawasan berikut menjadi yang paling parah terkena genangan air:

  • Dayeuhkolot dengan ketinggian air mencapai 70 cm.
  • Bojongsoang, di mana banjir meluas hingga perumahan padat penduduk.
  • Rancasari, kawasan perniagaan lumpuh total karena tergenang.
  • Gedebage, yang mengganggu akses menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
  • Kiaracondong, termasuk jalur kereta api dan jalan protokol yang tergenang.
Baca Juga:  Empowering Enterpreneur West Java 2023 Upaya Tingkatkan Kapabilitas Kewirausahaan Pemuda

Menurut catatan BPBD, lebih dari 3.200 warga terdampak langsung dan sekitar 700 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Kondisi ini menuntut upaya cepat dari pemerintah dan masyarakat untuk mitigasi dan penanganan.

Imbauan BMKG dan Prediksi Cuaca Mendatang

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang masih akan berlangsung hingga awal Juli 2025. Masyarakat diminta untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama agar saluran air tidak tersumbat oleh sampah.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Sebut Upah Minimun Pekerja Berpotensi Naik Hingga 4 Persen

Kejadian banjir di tengah musim kemarau ini menjadi peringatan bahwa perubahan iklim memberikan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Adaptasi yang tepat menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga.

Langkah-langkah adaptasi meliputi perbaikan sistem drainase, edukasi publik tentang pengelolaan sampah, hingga pengembangan teknologi pemantauan cuaca yang lebih akurat. Semua ini harus didukung dengan sinergi berbagai pihak agar dampak negatif fenomena kemarau basah dapat diminimalkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Banjir BMKG Cuaca Ekstrem jawa barat kemarau basah Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent

Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang

7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Game Free Fire
    Banjir Hadiah! Buruan Klaim Kode Redeem FF 19 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
  • Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Sukses Petakan Peta Baru Luweng Ombo Pacitan Sepanjang 8,2 Kilometer
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.