Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis

Kamis, 18 Juni 2026 01:00 WIB

Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu

Rabu, 17 Juni 2026 21:38 WIB

Akhirnya Rilis di iOS! Cara Pakai Dua Nomor WhatsApp Sekaligus dalam Satu iPhone

Rabu, 17 Juni 2026 20:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis
  • Ramai Dicap Ilusi, Ini Deretan Kampus yang Masuk Daftar BEM Bersatu
  • Akhirnya Rilis di iOS! Cara Pakai Dua Nomor WhatsApp Sekaligus dalam Satu iPhone
  • Update Besar-besaran! Android 17 Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Baru dan HP yang Kebagian Pertama
  • Link Streaming dan Jadwal Lengkap Mobile Legends Timnas Indonesia di Kualifikasi Asian Games 2026
  • Prediksi AI Piala Dunia 2026: Prancis dan Argentina Berada di Garis Terdepan Calon Juara
  • Kecelakaan Maut di Bandung! Motor Terseret Bus Damri di Jalan Dr Djunjunan, Satu Korban Tewas
  • Queen’s Gambit Nyata! Detik-Detik Raja Catur Dunia Tak Berkutik di Tangan Underdog Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Identik dengan Natal, Ini Asal-Usul dan Sejarah Santa Claus

By Putra JuangSelasa, 24 Desember 2024 15:48 WIB4 Mins Read
Ilustrasi Santa Claus atau Sinterklas. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Santa Claus dan Natal merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebab, sosok berbaju dan topi merah serta jenggot putih ini kerap muncul saat perayaan natal.

Lantas, kenapa ada Santa Claus di hari Natal? Bagaimana asal-usul Santa Claus hingga diidentikkan dengan perayaan umat Nasrani tersebut.

Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasannya berikut ini yang dirangkum dari laman history, Selasa (24/12/2024).

Ditilik sejarahnya, Santa Claus berawal dari sosok biarawan bernama St. Nicholas. Nicholas diyakini lahir sekitar 280 M di Patara, dekat Myra, Turki modern. dia adalah sosok yang dikagumi karena kesalehan dan kebaikannya sehingga menjadi subyek banyak legenda.

Bahkan, dikatakan bahwa St. Nicholas menyumbangkan semua warisan kekayaannya dan melakukan perjalanan ke pedesaan untuk membantu orang miskin dan sakit. Salah satu kisah St. Nicholas yang paling terkenal adalah saat dia menyelamatkan tiga saudara perempuan miskin dari penjualan budak atau prostitusi oleh ayah mereka dengan memberi mereka mas kawin agar mereka bisa menikah.

Selama bertahun-tahun, popularitas Nicholas terus menyebar dan dia pun dikenal sebagai pelindung anak-anak dan pelaut. Bahkan, hari kematiannya pada 6 Desember selalu dirayakan dan secara tradisional ini dianggap sebagai hari keberuntungan untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar atau untuk menikah.

Pada masa Renaisans, St. Nicholas juga dikenal sebagai santo paling populer di Eropa. Bahkan setelah Reformasi Protestan, St. Nikolas tetap mempertahankan reputasi positif, khususnya di Belanda.

Baca Juga:  Mahfud MD Pastikan Natal 2023 Berlangsung Damai

Kemudian, nama Sinterklas berevolusi dari nama panggilan St. Nicholas dalam bahasa Belanda, Sinter Klaas, kependekan dari Sint Nikolaas.

Lalu pada 1804, John Pintard, anggota New York Historical Society, membagikan potongan kayu St. Nicholas pada pertemuan tahunan di perkumpulan tersebut. Latar belakang ukiran tersebut berisi gambar Santa yang sekarang sudah dikenal termasuk kaus kaki berisi mainan dan buah-buahan yang digantung di atas perapian.

Pada 1809, Washington Irving turut mempopulerkan cerita Sinter Klaas ketika dia menyebut St. Nicholas sebagai santo pelindung New York dalam bukunya berjudul The History of New York.

Ketika ketenarannya semakin meningkat, Sinter Klaas digambarkan sebagai seorang “rascal” dengan topi biru bersudut tiga, rompi merah, dan kaos kaki kuning hingga seorang pria yang mengenakan topi bertepi lebar dan “sepasang Flemish trunk hose”.

Pada awal abad ke-19, pemberian hadiah, khususnya pada anak-anak, telah menjadi bagian penting dari perayaan Natal. Toko-toko mulai mengiklankan belanja Natal pada tahun 1820, dan pada 1840an, surat kabar membuat bagian terpisah untuk iklan liburan, yang sering kali menampilkan gambar Sinterklas yang baru populer.

Baca Juga:  Misteri Pohon Kiara Miring, Asal-Usul Nama Kiaracondong di Bandung

Pada 1841, ribuan anak mengunjungi toko di Philadelphia untuk melihat model Sinterklas seukuran aslinya. Toko-toko pun mulai mempromosikan toko mereka dengan Sinterklas yang “hidup”.

Pada awal 1890-an, Salvation Army membutuhkan uang untuk membayar makanan Natal gratis yang mereka berikan kepada keluarga yang membutuhkan. Dari sini, mereka mulai mendandani para pengangguran dengan setelan Santa Claus dan mengirim mereka ke jalan-jalan New York untuk meminta sumbangan.

Pasa 1924, Santa Macy telah muncul di hampir setiap Parade Thanksgiving Macy dan oranf segala usia mengantre untuk bertemu Santa Macy di New York City dan di toko-toko di seluruh kota, di mana anak-anak dapat berfoto di pangkuan Santa, dan mengatakan apa yang mereka inginkan untuk Natal.

Pada 1822, Pendeta Episkopal Clement Clarke Moore menulis puisi Natal yang panjang untuk ketiga putrinya yang berjudul “An Account of a Visit from St. Nicholas,” yang lebih dikenal sebagai “Sungguh Malam Sebelum Natal”.

Dalam puisi Moore, digambarkan bahwa Sinterklas sebagai “peri tua yang periang” dengan sosok gemuk dan kemampuan supernatural untuk naik cerobong asap dengan hanya anggukan kepala! Meskipun beberapa gambaran Moore mungkin dipinjam dari sumber lain, puisinya membantu mempopulerkan gambaran Santa Claus yang sekarang sudah dikenal.

Pada 1881, kartunis politik Thomas Nast memanfaatkan puisi Moore untuk menciptakan kemiripan yang cocok dengan gambaran moderen Santa Claus. Kartunnya yang muncul di Harper’s Weekly, menggambarkan Santa sebagai seorang pria gemuk dan ceria dengan janggut putih lebat, memegang karung berisi mainan untuk anak-anak yang beruntung.

Baca Juga:  Heboh Gegara Larangan Jilbab, Intip Sejarah dan Asal Usul Paskibraka

Dia juga yang memberi Santa jas merah cerahnya yang dipangkas dengan bulu putih, bermarkas di Kutub Utara, memiliki elf dan juga istri, Ny. Claus

Di Amerika, Sinterklas sering digambarkan seperti puisi Moore, yang terbang dari rumah ke rumah pada malam Natal untuk mengantarkan mainan kepada anak-anak. Dia terbang dengan kereta luncur ajaibnya yang ditarik oleh rusa kutubnya: Dasher, Dancer, Prancer, Vixen, Comet, Cupid, Donner, Blitzen, dan rusa kutub paling terkenal, Rudolph.

Santa memasuki setiap rumah melalui cerobong asap, itulah sebabnya kaus kaki Natal yang kosong digantung dekat cerobong asap di tiap rumah dengan harapan bisa diisi dengan permen tongkat dan camilan lainnya atau mainan kecil.

Santa menyimpan “daftar nakal” dan “daftar baik” untuk menentukan siapa yang pantas menerima hadiah di pagi hari Natal, dan orang tua sering kali menggunakan daftar ini sebagai cara untuk memastikan anak-anak mereka berperilaku terbaik.

Gambaran tersebut kemudian diabadikan dalam lagu Natal tahun 1934 “Santa Claus is coming to Town”.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Natal Santa Claus sejarah sejarah baru
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis

Akhirnya Rilis di iOS! Cara Pakai Dua Nomor WhatsApp Sekaligus dalam Satu iPhone

Update Besar-besaran! Android 17 Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Baru dan HP yang Kebagian Pertama

Link Streaming dan Jadwal Lengkap Mobile Legends Timnas Indonesia di Kualifikasi Asian Games 2026

Queen’s Gambit Nyata! Detik-Detik Raja Catur Dunia Tak Berkutik di Tangan Underdog Indonesia

Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.