Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Kamis, 17 September 2026 21:25 WIB

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

Kamis, 17 September 2026 21:08 WIB

Julio Cesar Bawa Persib Menang, Jejak PSM di Korea Selatan Kembali Terulang

Kamis, 17 September 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini
  • Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali
  • Julio Cesar Bawa Persib Menang, Jejak PSM di Korea Selatan Kembali Terulang
  • Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang
  • Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung
  • Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan
  • Kabar Baik dari Ruang Pemulihan: Bek Andalan Persib Pastikan Kondisinya Aman Usai Insiden di ACL 2
  • Over Kapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 25 Napi ke Dua Daerah Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Identik dengan Natal, Ini Asal-Usul dan Sejarah Santa Claus

By Putra JuangSelasa, 24 Desember 2024 15:48 WIB4 Mins Read
Ilustrasi Santa Claus atau Sinterklas. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Santa Claus dan Natal merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebab, sosok berbaju dan topi merah serta jenggot putih ini kerap muncul saat perayaan natal.

Lantas, kenapa ada Santa Claus di hari Natal? Bagaimana asal-usul Santa Claus hingga diidentikkan dengan perayaan umat Nasrani tersebut.

Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasannya berikut ini yang dirangkum dari laman history, Selasa (24/12/2024).

Ditilik sejarahnya, Santa Claus berawal dari sosok biarawan bernama St. Nicholas. Nicholas diyakini lahir sekitar 280 M di Patara, dekat Myra, Turki modern. dia adalah sosok yang dikagumi karena kesalehan dan kebaikannya sehingga menjadi subyek banyak legenda.

Bahkan, dikatakan bahwa St. Nicholas menyumbangkan semua warisan kekayaannya dan melakukan perjalanan ke pedesaan untuk membantu orang miskin dan sakit. Salah satu kisah St. Nicholas yang paling terkenal adalah saat dia menyelamatkan tiga saudara perempuan miskin dari penjualan budak atau prostitusi oleh ayah mereka dengan memberi mereka mas kawin agar mereka bisa menikah.

Selama bertahun-tahun, popularitas Nicholas terus menyebar dan dia pun dikenal sebagai pelindung anak-anak dan pelaut. Bahkan, hari kematiannya pada 6 Desember selalu dirayakan dan secara tradisional ini dianggap sebagai hari keberuntungan untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar atau untuk menikah.

Pada masa Renaisans, St. Nicholas juga dikenal sebagai santo paling populer di Eropa. Bahkan setelah Reformasi Protestan, St. Nikolas tetap mempertahankan reputasi positif, khususnya di Belanda.

Baca Juga:  Liburan Bermakna! Jelajahi 3 Tempat Wisata Sejarah Jawa Barat Bersama Keluarga

Kemudian, nama Sinterklas berevolusi dari nama panggilan St. Nicholas dalam bahasa Belanda, Sinter Klaas, kependekan dari Sint Nikolaas.

Lalu pada 1804, John Pintard, anggota New York Historical Society, membagikan potongan kayu St. Nicholas pada pertemuan tahunan di perkumpulan tersebut. Latar belakang ukiran tersebut berisi gambar Santa yang sekarang sudah dikenal termasuk kaus kaki berisi mainan dan buah-buahan yang digantung di atas perapian.

Pada 1809, Washington Irving turut mempopulerkan cerita Sinter Klaas ketika dia menyebut St. Nicholas sebagai santo pelindung New York dalam bukunya berjudul The History of New York.

Ketika ketenarannya semakin meningkat, Sinter Klaas digambarkan sebagai seorang “rascal” dengan topi biru bersudut tiga, rompi merah, dan kaos kaki kuning hingga seorang pria yang mengenakan topi bertepi lebar dan “sepasang Flemish trunk hose”.

Pada awal abad ke-19, pemberian hadiah, khususnya pada anak-anak, telah menjadi bagian penting dari perayaan Natal. Toko-toko mulai mengiklankan belanja Natal pada tahun 1820, dan pada 1840an, surat kabar membuat bagian terpisah untuk iklan liburan, yang sering kali menampilkan gambar Sinterklas yang baru populer.

Baca Juga:  8 Ide Kado Natal Terbaik untuk Orang Tersayang, Dijamin Bikin Berkesan

Pada 1841, ribuan anak mengunjungi toko di Philadelphia untuk melihat model Sinterklas seukuran aslinya. Toko-toko pun mulai mempromosikan toko mereka dengan Sinterklas yang “hidup”.

Pada awal 1890-an, Salvation Army membutuhkan uang untuk membayar makanan Natal gratis yang mereka berikan kepada keluarga yang membutuhkan. Dari sini, mereka mulai mendandani para pengangguran dengan setelan Santa Claus dan mengirim mereka ke jalan-jalan New York untuk meminta sumbangan.

Pasa 1924, Santa Macy telah muncul di hampir setiap Parade Thanksgiving Macy dan oranf segala usia mengantre untuk bertemu Santa Macy di New York City dan di toko-toko di seluruh kota, di mana anak-anak dapat berfoto di pangkuan Santa, dan mengatakan apa yang mereka inginkan untuk Natal.

Pada 1822, Pendeta Episkopal Clement Clarke Moore menulis puisi Natal yang panjang untuk ketiga putrinya yang berjudul “An Account of a Visit from St. Nicholas,” yang lebih dikenal sebagai “Sungguh Malam Sebelum Natal”.

Dalam puisi Moore, digambarkan bahwa Sinterklas sebagai “peri tua yang periang” dengan sosok gemuk dan kemampuan supernatural untuk naik cerobong asap dengan hanya anggukan kepala! Meskipun beberapa gambaran Moore mungkin dipinjam dari sumber lain, puisinya membantu mempopulerkan gambaran Santa Claus yang sekarang sudah dikenal.

Pada 1881, kartunis politik Thomas Nast memanfaatkan puisi Moore untuk menciptakan kemiripan yang cocok dengan gambaran moderen Santa Claus. Kartunnya yang muncul di Harper’s Weekly, menggambarkan Santa sebagai seorang pria gemuk dan ceria dengan janggut putih lebat, memegang karung berisi mainan untuk anak-anak yang beruntung.

Baca Juga:  Sejarah dan Warisan Konferensi Asia Afrika bagi Dunia

Dia juga yang memberi Santa jas merah cerahnya yang dipangkas dengan bulu putih, bermarkas di Kutub Utara, memiliki elf dan juga istri, Ny. Claus

Di Amerika, Sinterklas sering digambarkan seperti puisi Moore, yang terbang dari rumah ke rumah pada malam Natal untuk mengantarkan mainan kepada anak-anak. Dia terbang dengan kereta luncur ajaibnya yang ditarik oleh rusa kutubnya: Dasher, Dancer, Prancer, Vixen, Comet, Cupid, Donner, Blitzen, dan rusa kutub paling terkenal, Rudolph.

Santa memasuki setiap rumah melalui cerobong asap, itulah sebabnya kaus kaki Natal yang kosong digantung dekat cerobong asap di tiap rumah dengan harapan bisa diisi dengan permen tongkat dan camilan lainnya atau mainan kecil.

Santa menyimpan “daftar nakal” dan “daftar baik” untuk menentukan siapa yang pantas menerima hadiah di pagi hari Natal, dan orang tua sering kali menggunakan daftar ini sebagai cara untuk memastikan anak-anak mereka berperilaku terbaik.

Gambaran tersebut kemudian diabadikan dalam lagu Natal tahun 1934 “Santa Claus is coming to Town”.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Natal sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Ratu Model ke Kursi Panas: Sisi Lain Ida Yulidina, Istri Purbaya yang Berani Bongkar Rahasia Istana!

llustrasi olahraga padel yang sedang booming di Indonesia.

Mau Main Padel di Bandung? Cek 5 Venue Ini, Ada yang Buka sampai Tengah Malam

Ditakuti Karena Terlalu OP! Aksi Kilat 4,65 Detik Anak Gresik Ini Bikin Indonesia Disegani

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Jadwal Pencairan BLT Dana Desa September 2026: KPM Bisa Kantongi Rp900 Ribu Sekaligus?

Menelusuri Jejak Spiritual dan Sejarah di Majalengka: 9 Destinasi Wisata Religi yang Penuh Misteri

Menjelajah Kelezatan Karawang: 10 Wisata Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.