Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Peluang Klaim Saldo DANA Gratis 7 Agustus 2026: Cara Aman dan Legal Berburu Cuan Tambahan

Jumat, 7 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Panduan Klaim Kode Redeem FF 7 Agustus 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis Sekarang Juga!

Jumat, 7 Agustus 2026 01:00 WIB

Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Maung Bandung Taluk Lewat Adu Penalti 6-5

Kamis, 6 Agustus 2026 23:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Peluang Klaim Saldo DANA Gratis 7 Agustus 2026: Cara Aman dan Legal Berburu Cuan Tambahan
  • Panduan Klaim Kode Redeem FF 7 Agustus 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis Sekarang Juga!
  • Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Maung Bandung Taluk Lewat Adu Penalti 6-5
  • Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek
  • Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut
  • Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1
  • Bidik Trofi Piala Presiden 2026, Ini 11 Pemain Pilihan Igor Tolic Lawan Persebaya
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Identitas Anies Baswedan dari Akademisi ke Politisi Jadi Bahan Penelitian di Unpad

By Putra JuangSenin, 19 Februari 2024 18:38 WIB6 Mins Read
Identitas Anies Baswedan dari Akademisi ke Politisi Jadi Bahan Penelitian di Unpad. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anies Baswedan menghadiri sidang doktoral di Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Senin (19/2/2024). Namun kehadirannya bukan untuk promosi doktor, melainkan menjadi subjek penelitian dalam disertasi program Doktor Ilmu Komunikasi Unpad yang disusun Ramadhan Pohan.

Selain Anies Baswedan, sidang yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Fikom Unpad itu, juga dihadiri Fery Farhat Ganis, Refli Harun, Ahmad Heryawan dan Netty Prasetyani hingga ketua DPW NasDem Jabar, Saan Mustopa.

Sidang Promosi tersebut diketuai Prof. Dr. Atwar Bajari dan Sekretaris Sidang Dr. Dadang Sugiana. Ketua Promotor yakni Dr. Dadang Rahmat Hidayat; Anggota Promotor, Prof. Deddy Mulyana dan Dr. Edwin Rizal. Sedangkan Open Ahli/Penguji yakni Prof Dr Suwandi Sumartias; Prof. Dr. Lely Arianne dan Dr. Hanny Hafiar.

Penelitian Ramadhan Pohan berjudul ‘Transformasi Identitas Anies Baswedan dari Akademisi ke Politisi’ pun dinyatakan lulus dengan yudisium sangat memuaskan. Mantan kader Partai Demokrat itu memulai Pendidikan S3 di Unpad pada tahun 2016 lalu.

Menanggapi disertasi tersebut, Anies Baswedan mengatakan, jika semua yang dikerjakan oleh kita adalah sebuah pembelajaran. Dalam konteks indentitas, dirinya selalu menekankan kepada mahasiswa agar terbiasa dengan identitas yang banyak dan bisa menjalankannya peran dengan baik.

“Saya sering menyampaikan kepada mahasiswa, biasakanlah dengan identitas yang banyak. Di rumah, identitas saya sebagai anak dari jbu, saya suami, saya ayah, saya paman, kakak. Saat di luar rumah saya jadi warga. Kalau dideret ada 12 identitas yang dikerjakan bersamaan,” kata Anies.

“Saya melihat peran di politik, sebagai warga negara ada panggilan, saya bersedia. Benang merahnya. Yang kita kerjakan adalah proses pembelajaran. Mendidik adalah memimpin, meminpin adalah mendidik. Setiap pendidik adalah pemimpin begitupula sebaliknya. Saat Gubernur saya mendidik, dalam rapat ruang diskusi, bukan (sekadar) instruksi,” tambahnya.

Kawan Lama

Anies mengaku, bahwa dirinya mengenal Ramdhan Pohan sejak tahun 1998. Pertemuan pertama kali Anies dan Pohan berlangsung di Washington.

“Saya mengenal Ramadhan Pohan ini sudah 25 tahun lalu, sejak 98. Ketika itu beliau bertugas jadi Jurnalis di Washington, saat saya menimba ilmu disana,” kata Anies.

Anies pun merasa terhormat apa yang sudah dikerjakannya menjadi subjek penelitian dan berharap ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil oleh masyarakat luas.

“Terima kasih mudah-mudahan penelitian ini bermanfaat, terima kasih sudah diizinkan menjadi bahan. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi semua,” ujarnya.

Berikan Ide Penelitian Pola Komunikasi Soekarno

Dalam kesempatan itu, Anies menyebut bahwa komunikasi yang dilakukan oleh para pendiri bangsa sangat tinggi kepada masyarakat. Para pemimpin terdahulu adalah cendekiawan yang memilih berada di dalam sistem politik.

“Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Agus Salim, para pendiri bangsa Itu mereka cenedekiawan, ilmuwan yang memilih di politik. Kami merasa itu yang hilang (saat ini). Kami ingin mengembalikan pengambilan keputusan diambil oleh cendekiawan,” jelas Anies.

Selain itu, Anies juga berharap, Fikom Unpad kedepannya bisa melakukan kajian komunikasi tentang Presiden Soekarno.

“Barangkali bahasa bung Karno bukan bahasa sederhana, tinggi di jamannya. Beliau tidak menurunkan bahasa, dalam bahasa Inggris, Belanda. Karena memang kita seharusnya mengangkat vocab rakyat, kekayaan bahasa. Kekayaan diksi dalam proses politik. Itu akan menjadi baik. Ini upaya kami yang kami dorong berhadapan dengan kokunikasi maisntream yang sederhana,” tuturnya.

Idenya yang diajukan untuk Unpad meneliti pola komunikasi para pemimpin di era tahun 1945-1965 yang ia nilai banyak kaum intelektual. Mereka menguasai banyak bahasa, dan memiliki kekayaan kosakata di dalam berkomunikasi.

“Karena itu saya usulan untuk menjadi subjek penelitian, supaya bisa menjadi bahan bagaimana mereka berkomunikasi padahal di masa itu masyarakat kita masih belum terdidik seperti sekarang,” imbuhnya.

Konsisten Pada Visi Perubahan

Di sisi lain, Anies sebagai Capres 2024 yang diusung oleh Partai NasDem menegaskan sikapnya tetap tidak berubah pada visi perubahan. Ia pun yakin, komitmen yang sama masih dipegang oleh partai koalisi.

“Baik-baik saja dan tidak melihat ada perubahan sikap, sikap tetap konsisten berada di dalam koalisi perubahan dan itu saya memandang tidak ada prediksi apa apa,” tegasnya.

Terkait dengan pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Surya Paloh, Anies memastikan komunikasinya dengan Surya Paloh masih terjaga dengan baik.

“Selalu komunikasi (dengan Surya Paloh) dan tidak ada pergeseran posisi, sama sekali tidak ada dan pertemuan itu sesuatu yang biasa-biasa saja. (Isi pembahasan antara Surya Paloh dan Joko Widodo) Itu tanyakan langsung,” imbuh Anies.

Fokus Mengungkap Kecurangan Pemilu

Anies mengatakan, hingga saat ini timya masih mengumpulkan dugaan kecurangan dalam proses penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), termasuk sebelum pencoblosan.

“Kumpulkan semua kekurangan yang ada. Dan jangan fokus pada kekurangan yang terjadi di TPS tapi juga praktik-praktik terjadi sebelum sampai ke TPS. Apakah itu sifatnya pengerahan, apakah itu sifatnya penekanan, apakah sifatnya pemberian imbalan, sesuatu yang dikerjakan pra ke TPS. Ini yang justru jangan dilewatkan,” bebernya.

“Kalau yang di TPS saja tentu ada, tapi menurut saya yang seharusnya jadi perhatian peristiwa peristiwa yang sebelum masuk ke TPS. Itu yang seharusnya jadi perhatian,” sambungnya.

Menurutnya, upaya ini adalah bagian dari proses pembelajaran bagi semua pihak, termasuk kepada para penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Pihaknya juga membuka ruang bagi siapapun yang ingin memberikan koreksi, termasuk bekerja sama dengan tim hukum pasangan Ganjar-Mahfud.

“Semua yang ada laporkan saja. Saya tadi sampaikan Pemilu ada kelebihan dan ada kekurangan. Ada kelebihan kita syukuri, kekurangan kita koreksi. Dan kekurangan itu dikumpulkan saja sebagai bagian dari koreksi atas sistem ini. Supaya ke depan kita bisa lebih baik lagi,” katanya.

“Saya rasa semua berkomunikasi, tim hukum (01 dan 03) yang leading sehingga mengumpulkan semua data-data, sehingga saya sampaikan seluruh masyarakat agar mengumpulkan yang dianggap apa-apa sebagai kekurangan, terutama sebelum terjadinya pencoblosan. Karena sebelum terjadi pencoblosan tidak pernah jadi perhatian padahal di situ lah perlu jadi salah satu perhatian utama,” lanjutnya.

Anies Terbuka

Sementara itu, Ramadhan Pohan berterima kasih kepada Anies dan semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian yang dilakukannya. Kebaruan yang ditawarkan dalam disertasinya adalah subjeknya bukan komunal, namun individu.

Latar belakang Anies sebagai akademisi sangat berpengaruh saat terjun di dunia politik. Budaya diskusi dijalankan dengan baik, kritisi pun tidak dianggap sebagai serangan. Anies pun menjadi satu contoh bahwa tanpa partai politik bisa turut bersaing dalam Pilpres.

“Banyak terobosan politik, tidak tabu menerima kritisi. Anies sudah biasa dikritisi saat jadi Senat. Membawa komunikasi dengan forum debat terbuka, bisa menanyakan semua. Apa yang membawanya sampai ke tahap ini dimulai dengan gebrakan bernama Indonesia Mengajar,” jelasnya.

“Disertasi ini tidak akan selesai tanpa campur tangan tuhan dan orang-orang baik. Anies tingkat kesibukannya tinggi. Anies membebaskan saya wawancara dengan siapapun,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anies baswedan Disertasi Ramadhan Pohan subjek penelitian Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis

Polda Jabar Imbau Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib, Hindari Vandalisme dan Provokasi

Polisi Tangkap Pembuat Video AI Manipulasi Presiden Prabowo, Pelaku Ngaku Ingin Kontennya FYP

Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Dibacok Tetangga Sendiri Saat Hendak Adzan

SDN 026 Bojongloa Sempat Digembok Ahli Waris, Disdik Bandung Siapkan Relokasi

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.