Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu

Minggu, 8 November 2026 23:01 WIB

Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang

Minggu, 8 November 2026 21:17 WIB

Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?

Minggu, 8 November 2026 19:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu
  • Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang
  • Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?
  • Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United
  • Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung
  • Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir
  • CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang
  • Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Identitas Anies Baswedan dari Akademisi ke Politisi Jadi Bahan Penelitian di Unpad

By Putra JuangSenin, 19 Februari 2024 18:38 WIB6 Mins Read
Identitas Anies Baswedan dari Akademisi ke Politisi Jadi Bahan Penelitian di Unpad. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anies Baswedan menghadiri sidang doktoral di Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Senin (19/2/2024). Namun kehadirannya bukan untuk promosi doktor, melainkan menjadi subjek penelitian dalam disertasi program Doktor Ilmu Komunikasi Unpad yang disusun Ramadhan Pohan.

Selain Anies Baswedan, sidang yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Fikom Unpad itu, juga dihadiri Fery Farhat Ganis, Refli Harun, Ahmad Heryawan dan Netty Prasetyani hingga ketua DPW NasDem Jabar, Saan Mustopa.

Sidang Promosi tersebut diketuai Prof. Dr. Atwar Bajari dan Sekretaris Sidang Dr. Dadang Sugiana. Ketua Promotor yakni Dr. Dadang Rahmat Hidayat; Anggota Promotor, Prof. Deddy Mulyana dan Dr. Edwin Rizal. Sedangkan Open Ahli/Penguji yakni Prof Dr Suwandi Sumartias; Prof. Dr. Lely Arianne dan Dr. Hanny Hafiar.

Penelitian Ramadhan Pohan berjudul ‘Transformasi Identitas Anies Baswedan dari Akademisi ke Politisi’ pun dinyatakan lulus dengan yudisium sangat memuaskan. Mantan kader Partai Demokrat itu memulai Pendidikan S3 di Unpad pada tahun 2016 lalu.

Menanggapi disertasi tersebut, Anies Baswedan mengatakan, jika semua yang dikerjakan oleh kita adalah sebuah pembelajaran. Dalam konteks indentitas, dirinya selalu menekankan kepada mahasiswa agar terbiasa dengan identitas yang banyak dan bisa menjalankannya peran dengan baik.

“Saya sering menyampaikan kepada mahasiswa, biasakanlah dengan identitas yang banyak. Di rumah, identitas saya sebagai anak dari jbu, saya suami, saya ayah, saya paman, kakak. Saat di luar rumah saya jadi warga. Kalau dideret ada 12 identitas yang dikerjakan bersamaan,” kata Anies.

“Saya melihat peran di politik, sebagai warga negara ada panggilan, saya bersedia. Benang merahnya. Yang kita kerjakan adalah proses pembelajaran. Mendidik adalah memimpin, meminpin adalah mendidik. Setiap pendidik adalah pemimpin begitupula sebaliknya. Saat Gubernur saya mendidik, dalam rapat ruang diskusi, bukan (sekadar) instruksi,” tambahnya.

Baca Juga:  Film Dirty Vote Pengingat Demokrasi di Indonesia Bukan Hanya Politik tapi Kesejahteraan

Kawan Lama

Anies mengaku, bahwa dirinya mengenal Ramdhan Pohan sejak tahun 1998. Pertemuan pertama kali Anies dan Pohan berlangsung di Washington.

“Saya mengenal Ramadhan Pohan ini sudah 25 tahun lalu, sejak 98. Ketika itu beliau bertugas jadi Jurnalis di Washington, saat saya menimba ilmu disana,” kata Anies.

Anies pun merasa terhormat apa yang sudah dikerjakannya menjadi subjek penelitian dan berharap ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil oleh masyarakat luas.

“Terima kasih mudah-mudahan penelitian ini bermanfaat, terima kasih sudah diizinkan menjadi bahan. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi semua,” ujarnya.

Berikan Ide Penelitian Pola Komunikasi Soekarno

Dalam kesempatan itu, Anies menyebut bahwa komunikasi yang dilakukan oleh para pendiri bangsa sangat tinggi kepada masyarakat. Para pemimpin terdahulu adalah cendekiawan yang memilih berada di dalam sistem politik.

“Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Agus Salim, para pendiri bangsa Itu mereka cenedekiawan, ilmuwan yang memilih di politik. Kami merasa itu yang hilang (saat ini). Kami ingin mengembalikan pengambilan keputusan diambil oleh cendekiawan,” jelas Anies.

Selain itu, Anies juga berharap, Fikom Unpad kedepannya bisa melakukan kajian komunikasi tentang Presiden Soekarno.

“Barangkali bahasa bung Karno bukan bahasa sederhana, tinggi di jamannya. Beliau tidak menurunkan bahasa, dalam bahasa Inggris, Belanda. Karena memang kita seharusnya mengangkat vocab rakyat, kekayaan bahasa. Kekayaan diksi dalam proses politik. Itu akan menjadi baik. Ini upaya kami yang kami dorong berhadapan dengan kokunikasi maisntream yang sederhana,” tuturnya.

Idenya yang diajukan untuk Unpad meneliti pola komunikasi para pemimpin di era tahun 1945-1965 yang ia nilai banyak kaum intelektual. Mereka menguasai banyak bahasa, dan memiliki kekayaan kosakata di dalam berkomunikasi.

Baca Juga:  Pengamat Sebut Ridwan Kamil Lawan Paling Kompetitif Hadapi Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

“Karena itu saya usulan untuk menjadi subjek penelitian, supaya bisa menjadi bahan bagaimana mereka berkomunikasi padahal di masa itu masyarakat kita masih belum terdidik seperti sekarang,” imbuhnya.

Konsisten Pada Visi Perubahan

Di sisi lain, Anies sebagai Capres 2024 yang diusung oleh Partai NasDem menegaskan sikapnya tetap tidak berubah pada visi perubahan. Ia pun yakin, komitmen yang sama masih dipegang oleh partai koalisi.

“Baik-baik saja dan tidak melihat ada perubahan sikap, sikap tetap konsisten berada di dalam koalisi perubahan dan itu saya memandang tidak ada prediksi apa apa,” tegasnya.

Terkait dengan pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Surya Paloh, Anies memastikan komunikasinya dengan Surya Paloh masih terjaga dengan baik.

“Selalu komunikasi (dengan Surya Paloh) dan tidak ada pergeseran posisi, sama sekali tidak ada dan pertemuan itu sesuatu yang biasa-biasa saja. (Isi pembahasan antara Surya Paloh dan Joko Widodo) Itu tanyakan langsung,” imbuh Anies.

Fokus Mengungkap Kecurangan Pemilu

Anies mengatakan, hingga saat ini timya masih mengumpulkan dugaan kecurangan dalam proses penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), termasuk sebelum pencoblosan.

“Kumpulkan semua kekurangan yang ada. Dan jangan fokus pada kekurangan yang terjadi di TPS tapi juga praktik-praktik terjadi sebelum sampai ke TPS. Apakah itu sifatnya pengerahan, apakah itu sifatnya penekanan, apakah sifatnya pemberian imbalan, sesuatu yang dikerjakan pra ke TPS. Ini yang justru jangan dilewatkan,” bebernya.

“Kalau yang di TPS saja tentu ada, tapi menurut saya yang seharusnya jadi perhatian peristiwa peristiwa yang sebelum masuk ke TPS. Itu yang seharusnya jadi perhatian,” sambungnya.

Menurutnya, upaya ini adalah bagian dari proses pembelajaran bagi semua pihak, termasuk kepada para penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Baca Juga:  AMIN akan Berkunjung ke Rumah JK Usai Debat Cawapres

Pihaknya juga membuka ruang bagi siapapun yang ingin memberikan koreksi, termasuk bekerja sama dengan tim hukum pasangan Ganjar-Mahfud.

“Semua yang ada laporkan saja. Saya tadi sampaikan Pemilu ada kelebihan dan ada kekurangan. Ada kelebihan kita syukuri, kekurangan kita koreksi. Dan kekurangan itu dikumpulkan saja sebagai bagian dari koreksi atas sistem ini. Supaya ke depan kita bisa lebih baik lagi,” katanya.

“Saya rasa semua berkomunikasi, tim hukum (01 dan 03) yang leading sehingga mengumpulkan semua data-data, sehingga saya sampaikan seluruh masyarakat agar mengumpulkan yang dianggap apa-apa sebagai kekurangan, terutama sebelum terjadinya pencoblosan. Karena sebelum terjadi pencoblosan tidak pernah jadi perhatian padahal di situ lah perlu jadi salah satu perhatian utama,” lanjutnya.

Anies Terbuka

Sementara itu, Ramadhan Pohan berterima kasih kepada Anies dan semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian yang dilakukannya. Kebaruan yang ditawarkan dalam disertasinya adalah subjeknya bukan komunal, namun individu.

Latar belakang Anies sebagai akademisi sangat berpengaruh saat terjun di dunia politik. Budaya diskusi dijalankan dengan baik, kritisi pun tidak dianggap sebagai serangan. Anies pun menjadi satu contoh bahwa tanpa partai politik bisa turut bersaing dalam Pilpres.

“Banyak terobosan politik, tidak tabu menerima kritisi. Anies sudah biasa dikritisi saat jadi Senat. Membawa komunikasi dengan forum debat terbuka, bisa menanyakan semua. Apa yang membawanya sampai ke tahap ini dimulai dengan gebrakan bernama Indonesia Mengajar,” jelasnya.

“Disertasi ini tidak akan selesai tanpa campur tangan tuhan dan orang-orang baik. Anies tingkat kesibukannya tinggi. Anies membebaskan saya wawancara dengan siapapun,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anies baswedan Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Influencer Michelle Wibowo Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Internasional Palsu

Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung

CPNS

CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang

Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.