Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Iftitah Sulaiman Raih Gelar Doktor dari Unpad, Disertasi Kupas Eklektisisme Perilaku Pemilih Pilpres 2024

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 11 Juli 2025 19:30 WIB2 Mins Read
Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, resmi meraih gelar Doktor dari Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad).

Gelar ini ia dapatkan usai berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang digelar di Bandung, Jumat (11/7/2025).

Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil penelitian Iftitah.

Disertasi Iftitah Sulaiman berjudul “Eklektisisme Perilaku Memilih dalam Pilpres 2024: Analisis Multidimensi atas Pengaruh Karakteristik Sosial, Rasionalitas Politik, dan Dinamika Utilitas Maksimal dalam Pembentukan Referensi Elektoral di Indonesia.” Penelitian ini menggambarkan kompleksitas perilaku pemilih dalam Pemilihan Presiden 2024 dengan pendekatan multidimensi.

Baca Juga:  Cetak Generasi Emas 2045, Anies Baswedan Bakal Perluas Ruang Industri Kreatif dan Pariwisata

AHY: Perpaduan Rasionalitas dan Emosionalitas dalam Pilpres 2024

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan bahwa disertasi Iftitah sangat relevan dengan realitas politik saat Pilpres 2024 lalu.

“Begitu relevan melakukan analisis terhadap pemilihan presiden 2024, bagaimana preferensi perilaku pemilih (voting behavior) dihadapkan pada realitas politik yang memadukan antara pilihan-pilihan rasional dan emosional,” ujar AHY di Ruang Sidang Pascasarjana FISIP Unpad.

Baca Juga:  Soal Sosok Bacawapres Anies, AHY: Kami Bangun Chemistry, Saling Melengkapi

Ia juga menambahkan bahwa temuan dalam disertasi ini mencerminkan tantangan nyata dalam proses demokrasi Indonesia yang semakin berkembang.

“Ini terus menjadi dinamika dan tantangan dalam demokrasi politik Indonesia. Harapannya, demokrasi kita ke depan semakin matang, dan kehidupan politik nasional menjadi semakin produktif,” lanjutnya.

Iftitah Sulaiman: Penelitian Ini Lahir dari Keprihatinan atas Politik Identitas

Sementara itu, Dr. Iftitah Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian akademik ini. Ia menyebut bahwa inspirasi untuk menyelesaikan studi doktoral banyak ia dapatkan dari sosok AHY.

Baca Juga:  Kronologi Insiden Iring-Iringan Pejabat Salip Mobil Sultan HB X di Yogyakarta

“Pertama-tama saya ucapkan syukur kepada Allah SWT atas pencapaian ini. Saya juga berterima kasih kepada Bapak AHY yang telah menginspirasi saya dalam menyelesaikan program doktor ini,” ujar Iftitah.

Iftitah menuturkan bahwa fokus penelitiannya adalah memahami dinamika pemilih yang tidak bisa hanya dijelaskan melalui satu teori saja.

“Teori-teori yang selama ini digunakan tidak cukup menjawab persoalan identitas politik secara utuh. Perilaku pemilih saat ini sangat eklektik dan dinamis, sehingga pendekatannya harus multidimensi,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

AHY
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.