Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

Jumat, 20 Februari 2026 02:00 WIB
menonton film

Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!

Jumat, 20 Februari 2026 01:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Kamis, 19 Februari 2026 22:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
  • Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap
  • Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Industri Perhotelan di Bogor Dihantam Efisiensi Anggaran, Empat Hotel Gulung Tikar

By Aga GustianaSabtu, 19 April 2025 08:12 WIB3 Mins Read
Hotel Sahira
Hotel Sahira Bogor. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Industri perhotelan di Kota Bogor tengah menghadapi tekanan berat. Hingga pertengahan April 2025, dua hotel telah resmi menutup operasional, dan dua lainnya diprediksi akan menyusul. Kondisi ini terjadi akibat dampak langsung dari kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat sejak awal tahun.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan kekhawatiran tersebut saat menghadiri panen raya padi di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, pada Kamis (17/4/2025). Menurutnya, kebijakan efisiensi telah menekan aktivitas pertemuan instansi pemerintah yang selama ini menjadi andalan utama hotel-hotel di Bogor, terutama yang bergerak di sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

“Dua hotel sudah tutup, dan dua lagi akan menyusul dalam waktu dekat. Ini bukan hanya soal kebijakan, tapi juga kondisi ekonomi nasional yang memang sedang tidak stabil,” ujar Dedie.

Baca Juga: Viral! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien saat USG

Baca Juga:  Waspada! Penipuan Reservasi Hotel di Bandung Bikin Tamu Gigit Jari

Dari sekitar 120 hotel yang masih beroperasi di Bogor, empat di antaranya kini berada dalam kondisi kritis akibat rendahnya tingkat hunian. Hotel-hotel yang biasanya ramai pada hari kerja karena agenda rapat pemerintah kini kehilangan tamu secara drastis.

Dedie menyoroti bahwa hotel-hotel yang menggantungkan pemasukan dari kegiatan MICE paling terdampak. Dengan minimnya kegiatan dari instansi pemerintah, pendapatan hotel ikut anjlok.

“Efisiensi anggaran telah menurunkan permintaan MICE secara drastis. Ini menjadi pukulan telak bagi hotel yang beroperasi dari Senin hingga Jumat,” jelasnya.

Baca Juga:  Tampung Sampah di 4 Daerah, Sekda Herman Harap TPPAS Lulut Nambo Bisa Segera Uji Coba

Dalam kesempatan yang sama, Dedie menyampaikan langsung kepada Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, harapannya agar pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan efisiensi yang dinilai terlalu cepat berdampak ke daerah penyangga ibu kota seperti Bogor.

“Kami mohon, pesan dari Bogor bisa sampai ke Presiden. Kebijakan ini dan juga perang tarif benar-benar terasa di lapangan,” tegas Dedie.

Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Pejabat Hiburan Rakyat Mirip Baim Wong

Sebagai bentuk respons, Pemerintah Kota Bogor tengah mengkaji pemberian insentif bagi hotel-hotel yang masih bertahan, termasuk opsi penundaan pembayaran kewajiban hingga penghapusan denda.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengonfirmasi bahwa tingkat okupansi hotel mengalami penurunan tajam sejak awal tahun.

Baca Juga:  Cara Cek Penerima BLT Kesra 2025 di cekbansos.kemensos.go.id Lewat HP

“Maret menjadi bulan terburuk dengan tingkat hunian hanya 28,9%. Sempat membaik saat libur Lebaran pada 31 Maret–6 April, namun setelah itu kembali anjlok di bawah 50 persen,” ungkap Yuno.

Ia juga mengonfirmasi bahwa dua dari tiga properti milik Sahira Hotel Group telah resmi tutup, sementara dua hotel besar lainnya sudah mengumumkan rencana penutupan pada akhir April.

Fenomena ini menjadi alarm keras bagi dunia usaha dan pemerintah. Tanpa langkah adaptif dan dukungan nyata, sektor perhotelan di kota hujan ini berpotensi terus terpuruk dalam waktu dekat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor efisiensi anggaran hotel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Satpol PP Bandung Tegaskan Larangan Jualan Takjil di Zona Terlarang

Satpol PP Bandung Larang Sahur On The Road dan Perang Sarung Selama Ramadan

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.