bukamata.id – Platform kolaborasi pelaku industri makanan dan minuman (F&B), hospitality, kreatif, media, dan komunitas, Industry Night 2026 resmi memulai rangkaian Special Takeover Tour di Kota Bandung. Kegiatan yang digagas oleh Taste Narrative dan Ray Janson Radio itu digelar di Kisah Manis Huis, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin (15/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Founder Ray Janson Radio, Ray Janson, mengatakan Industry Night lahir dari keinginan sederhana untuk menghadirkan ruang pertemuan bagi para pelaku industri F&B dan komunitas yang selama ini hanya terhubung melalui konten digital.
“Awalnya kami hanya ingin punya ruang untuk berkumpul, berbagi cerita, bertukar perspektif, dan saling belajar. Dari pertemuan-pertemuan kecil seperti itu sering lahir ide, kesempatan, bahkan kolaborasi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya,” kata Ray Janson saat diwawancarai di sela kegiatan Industry Night 2026 di Kisah Manis Huis, Ciumbuleuit, Bandung, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, Industry Night pertama kali digelar pada 2023 di sebuah bar miliknya bernama Bura-Bura dengan kapasitas terbatas. Namun antusiasme yang tinggi membuat jumlah peserta jauh melampaui perkiraan.
“Tahun 2023 kami mengundang sekitar 50 orang, tetapi yang datang hampir 200 orang. Tahun 2024 berkembang menjadi sekitar 700 peserta dan pada 2025 jumlahnya hampir mencapai 2.500 orang,” ujarnya.
Menurut Ray, perkembangan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan para pelaku industri untuk memiliki ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, pekerja, supplier, kreator, hingga komunitas dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Melihat besarnya antusiasme tersebut, Industry Night akhirnya memperluas jangkauan melalui rangkaian Special Takeover Tour yang menyasar sejumlah kota dengan ekosistem F&B yang berkembang pesat, termasuk Bandung dan Bali sebelum ditutup dengan acara puncak di Jakarta.
Ray menilai Bandung menjadi salah satu kota yang memiliki komunitas F&B paling solid di Indonesia bersama Jakarta dan Bali.
“Bandung, Jakarta, dan Bali menurut saya komunitasnya sudah sangat terbentuk. Para pelaku usaha, pekerja, supplier, dan pemilik bisnis saling berkomunikasi dan berkolaborasi tanpa harus saling bersaing secara berlebihan. Itu yang membuat ekosistemnya tumbuh,” katanya.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan daya beli hingga kenaikan sejumlah kebutuhan operasional usaha, Ray menilai kolaborasi menjadi salah satu kunci utama agar industri F&B tetap bertahan.
Ia mengakui banyak pelaku usaha masih berupaya memulihkan bisnis mereka pascapandemi dan menghadapi berbagai dinamika ekonomi yang terjadi belakangan ini.
“Kalau melihat bisnis secara umum, banyak yang belum kembali 100 persen seperti sebelum pandemi. Karena itu kolaborasi menjadi sangat penting, bukan hanya untuk bisnis masing-masing, tetapi juga untuk memperkuat industri F&B secara keseluruhan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi yang dimaksud tidak hanya sebatas penyelenggaraan acara bersama, tetapi juga dapat berupa pengembangan produk, kerja sama dengan supplier, hingga berbagai bentuk sinergi yang mampu meningkatkan efisiensi usaha.
“Acara seperti ini dibuat supaya mereka bisa saling kenal dan berkolaborasi. Kolaborasi itu bentuknya bisa macam-macam, tidak hanya event. Bisa kerja sama produk, supplier, sampai pengembangan bisnis bersama,” jelasnya.
Melalui Industry Night 2026, Ray berharap semakin banyak pelaku industri F&B, khususnya di Bandung, dapat membangun jejaring yang kuat sehingga mampu menghadapi tantangan ekonomi sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi industri kreatif Indonesia.
Rangkaian Special Takeover Tour Industry Night 2026 akan berlangsung di Bandung, Bali, dan Jakarta dengan menghadirkan diskusi industri, pengalaman kuliner, networking, serta berbagai kolaborasi kreatif yang melibatkan pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










