Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Rabu, 4 November 2026 11:32 WIB

Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!

Rabu, 4 November 2026 10:07 WIB

BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya

Rabu, 4 November 2026 09:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

ITB Tampik Kampanyekan LGBT saat Kegiatan Mahasiswa Baru

By Fahlevi MercedesRabu, 23 Agustus 2023 21:26 WIB3 Mins Read
itb
Direktur Kemahasiswaan ITB, Prasetyo G. Adhitama klarifikasi soal dugaan kampanye LGBT. Foto: ITB
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menampik kabar terkait dugaan kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) saat Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM).

Kabar ITB mengkampanyekan LGBT itu menyeruak di lini massa lewat sebuah tangkap layar yang berisikan kuesioner atau angket yang akan diisi oleh mahasiswa baru.

Dalam kuesioner tersebut, terdapat tiga pilihan jenis kelamin di antaranya, perempuan, laki-laki, non-biner. Selain kuesioner kontroversial tersebut, terdapat salah satu mata acara dengan nama orasi pelangi.

Direktur Kemahasiswaan ITB, Prasetyo G. Adhitama menjelaskan, dalam kegiatan OSKM 2023 itu terdapat sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) oleh Satgas ITB.

Prasetyo memastikan, anggota Satgas ITB yang terlibat telah terlatih. Bahkan sudah sesuai dengan standar yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Untuk angket sendiri, Satgas sebenarnya punya yang disebarkan dan diisi oleh secara luas oleh mahasiswa dan itu yang sebenarnya. Angket lain yang disebarkan di dalam acara itu memang tidak teridentifikasi ada upaya untuk menyebarkan,” jelas Prasetyo di Rektorat ITB, Selasa (22/8/2023).

Baca Juga:  Daftar Sertifikasi Halal Hanya Lewat Pusaka Kemenag, Selain itu Palsu!

Setelah mengetahui itu, pihaknya langsung mengevaluasi dan menghubungi Satgas ITB untuk menutup akses kuesioner itu. Lalu, Satgas ITB hanya memberikan akses kuesioner yang telah memenuhi panduan atau standar yang dibuat oleh Kemdikbud.

“Setelah acara belum lama, langsung kami evaluasi, langsung Satgas mengontak mitra (pihak ketiga) tersebut untuk segera menutup angket itu. Kira-kira jam 12 angket sebenarnya angket itu sudah tidak bisa diakses lagi,” paparnya.

Di sisi lain soal orasi pelangi, menurut Prasetyo, pelangi di sini tidak mengampanyekan LGBT melainkan mewakili keragaman bidang-bidang di dalam program studi (prodi) mahasiswa.

Baca Juga:  Dikunjungi Ridwan Kamil, Intip Pesona Keindahan Wisata Kampung Toga di Sumedang

“Kan ada sekitar 40 program studi (di ITB) dan itu bermacam-macam,” paparnya.

Prasetyo mengungkapkan, orasi pelangi merupakan tradisi sejak lama atau seingatnya sekitar 2013. Bahkan sebelum pelangi menjadi simbol LGBT, tradisi orasi pelangi sudah ada.

“Pelangi menjadi simbol LGBT mungkin dua atau tiga tahun belakangan, saya tidak hafal. Tapi saat hari pertama kami tetap melakukan evaluasi bersama panitia. Lalu panitia menyadari itu dan ini pelajaran bahwa apa yang dulu bukan isu sekarang menjadi isu,” ucapnya.

Pasca melakukan evaluasi, pihaknya mengubah nama orasi pelangi menjadi orasi warna-warni yang tercantum dalam susunan acara. Mengingat, dalam orasi itu mahasiswa yang terpilih diminta untuk menjelaskan keragaman bidangnya masing-masing.

“Jadinya orasi warna-warni, sebelumnya namanya orasi pelangi, karena itu tradisi dari lama. Artinya tidak ada hubungannya sama sekali dengan LGBT. Kami memang tidak menemukan bukti-bukti ada usaha untuk kampanye atau apa pun yang seperti disorotkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Dua Tahun ke Depan, Pemkot Cimahi Targetkan Tak Buang Sampah ke TPA Sarimukti

Prasetyo memastikan, pihaknya akan mengevaluasi kegiatan OSKM tahun ini agar tidak menimbulkan sangkaan-sangkaan di masyarakat. Dia yakin panitia memiliki kreativitas untuk menyampaikan ide untuk mengekpresikan kekayaan perbedaan.

“ITB akan mengkaji lagi hal-hal tersebut. Apakah nanti bentuk kegiatannya tentu akan kami diskusikan,” kata Prasetyo.

Sementara itu, Sekretaris Institut ITB, Widjaja Martokusumo menambahkan, acara OSKM di Kampus ITB Jatinangor saat itu dihadiri oleh rektor Reini D. Wirahadikusumah. Ketika itu, rektor sebagai pimpinan tertinggi kampus melihat, mengamati, bahkan ikut menutup acara OSKM.

“Menurut pantauan kami tidak ada kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada apa yang menang sorotan. Bahwa ada kekurangan dan yang harus diperbaiki, ya saya kira wajar,” kata Widjaja.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured ITB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.