Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini

Minggu, 2 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 2 Agustus 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya

Minggu, 2 Agustus 2026 01:00 WIB

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Sabtu, 1 Agustus 2026 22:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 2 Agustus 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya
  • Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan
  • Dosen Ini Gunakan Trik untuk Bongkar 32 Mahasiswa yang Ketahuan Menyontek Pakai AI
  • Daftar Lengkap 35 Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
  • Ketika Negara Lain Punya Pahlawan Sendiri, Bogor Punya ‘The Sanitizer’ yang Bekerja dalam Senyap
  • Jalan Terjal Menuju Semifinal: Persija Bantai PSMS 4-1, Skenario El Clasico Kontra Persib di Depan Mata!
  • Duka Bertubi-tubi Hantam Pas Band, Kehilangan Beruntun dari Istri Personel hingga Trisnoize
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

ITB Tampik Kampanyekan LGBT saat Kegiatan Mahasiswa Baru

By Fahlevi MercedesRabu, 23 Agustus 2023 21:26 WIB3 Mins Read
itb
Direktur Kemahasiswaan ITB, Prasetyo G. Adhitama klarifikasi soal dugaan kampanye LGBT. Foto: ITB
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menampik kabar terkait dugaan kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) saat Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM).

Kabar ITB mengkampanyekan LGBT itu menyeruak di lini massa lewat sebuah tangkap layar yang berisikan kuesioner atau angket yang akan diisi oleh mahasiswa baru.

Dalam kuesioner tersebut, terdapat tiga pilihan jenis kelamin di antaranya, perempuan, laki-laki, non-biner. Selain kuesioner kontroversial tersebut, terdapat salah satu mata acara dengan nama orasi pelangi.

Direktur Kemahasiswaan ITB, Prasetyo G. Adhitama menjelaskan, dalam kegiatan OSKM 2023 itu terdapat sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) oleh Satgas ITB.

Prasetyo memastikan, anggota Satgas ITB yang terlibat telah terlatih. Bahkan sudah sesuai dengan standar yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Untuk angket sendiri, Satgas sebenarnya punya yang disebarkan dan diisi oleh secara luas oleh mahasiswa dan itu yang sebenarnya. Angket lain yang disebarkan di dalam acara itu memang tidak teridentifikasi ada upaya untuk menyebarkan,” jelas Prasetyo di Rektorat ITB, Selasa (22/8/2023).

Setelah mengetahui itu, pihaknya langsung mengevaluasi dan menghubungi Satgas ITB untuk menutup akses kuesioner itu. Lalu, Satgas ITB hanya memberikan akses kuesioner yang telah memenuhi panduan atau standar yang dibuat oleh Kemdikbud.

“Setelah acara belum lama, langsung kami evaluasi, langsung Satgas mengontak mitra (pihak ketiga) tersebut untuk segera menutup angket itu. Kira-kira jam 12 angket sebenarnya angket itu sudah tidak bisa diakses lagi,” paparnya.

Di sisi lain soal orasi pelangi, menurut Prasetyo, pelangi di sini tidak mengampanyekan LGBT melainkan mewakili keragaman bidang-bidang di dalam program studi (prodi) mahasiswa.

“Kan ada sekitar 40 program studi (di ITB) dan itu bermacam-macam,” paparnya.

Prasetyo mengungkapkan, orasi pelangi merupakan tradisi sejak lama atau seingatnya sekitar 2013. Bahkan sebelum pelangi menjadi simbol LGBT, tradisi orasi pelangi sudah ada.

“Pelangi menjadi simbol LGBT mungkin dua atau tiga tahun belakangan, saya tidak hafal. Tapi saat hari pertama kami tetap melakukan evaluasi bersama panitia. Lalu panitia menyadari itu dan ini pelajaran bahwa apa yang dulu bukan isu sekarang menjadi isu,” ucapnya.

Pasca melakukan evaluasi, pihaknya mengubah nama orasi pelangi menjadi orasi warna-warni yang tercantum dalam susunan acara. Mengingat, dalam orasi itu mahasiswa yang terpilih diminta untuk menjelaskan keragaman bidangnya masing-masing.

“Jadinya orasi warna-warni, sebelumnya namanya orasi pelangi, karena itu tradisi dari lama. Artinya tidak ada hubungannya sama sekali dengan LGBT. Kami memang tidak menemukan bukti-bukti ada usaha untuk kampanye atau apa pun yang seperti disorotkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Prasetyo memastikan, pihaknya akan mengevaluasi kegiatan OSKM tahun ini agar tidak menimbulkan sangkaan-sangkaan di masyarakat. Dia yakin panitia memiliki kreativitas untuk menyampaikan ide untuk mengekpresikan kekayaan perbedaan.

“ITB akan mengkaji lagi hal-hal tersebut. Apakah nanti bentuk kegiatannya tentu akan kami diskusikan,” kata Prasetyo.

Sementara itu, Sekretaris Institut ITB, Widjaja Martokusumo menambahkan, acara OSKM di Kampus ITB Jatinangor saat itu dihadiri oleh rektor Reini D. Wirahadikusumah. Ketika itu, rektor sebagai pimpinan tertinggi kampus melihat, mengamati, bahkan ikut menutup acara OSKM.

“Menurut pantauan kami tidak ada kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada apa yang menang sorotan. Bahwa ada kekurangan dan yang harus diperbaiki, ya saya kira wajar,” kata Widjaja.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured ITB LGBT OSKM Prasetyo G Adhitama
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.