Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Rabu, 28 Oktober 2026 13:08 WIB

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Rabu, 28 Oktober 2026 13:02 WIB

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Rabu, 28 Oktober 2026 12:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
  • Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jam Kerja Ramadhan Berubah, Dedi Mulyadi Minta ASN Bersyukur

By SusanaMinggu, 2 Maret 2025 15:15 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk lebih bersyukur dan tidak terlalu banyak mengeluh terkait kebijakan perubahan jam kerja selama Ramadhan.

Menurutnya, ASN memiliki banyak keuntungan dibandingkan pekerja pabrik, seperti gaji tetap, tunjangan kinerja tinggi, serta jaminan pekerjaan tanpa risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“ASN itu, produktif atau tidak, gajinya tetap sama. Bahkan saya kadang merasa prihatin, yang rajin bekerja gajinya segitu, yang malas juga gajinya segitu. ASN tidak bekerja pun tetap digaji, bahkan bisa mendapat hingga 13 sampai 14 kali gaji dengan berbagai tunjangan,” ujar Dedi, dikutip dari akun Instagramnya @dedimulyadi71, Minggu (2/3/2025).

Bandingkan dengan Pekerja Pabrik

Baca Juga:  KDM Lepas Ekspor Perdana Sepatu On Cloud Running dari Majalengka

Dedi menyoroti perbedaan kondisi ASN dengan pekerja di sektor industri, terutama buruh pabrik yang harus bekerja dalam sistem shift dengan target produksi ketat.

“Coba bayangkan pekerja pabrik. Ada yang masuk shift malam jam 11.00, ada yang subuh, dan mereka tidak mengeluh soal anak atau antar sekolah. Mereka harus mencapai target produksi, kalau tidak, bisa dimarahi atau bahkan di-PHK. Banyak pabrik juga tutup karena persaingan dengan barang impor, sehingga pekerja kehilangan mata pencaharian,” tegasnya.

Baca Juga:  Jelang Pendaftaran Dedi-Erwan, Kantor KPU Jabar Dijaga Ketat Aparat

Perubahan Jam Kerja Ramadan untuk Efisiensi

Terkait kebijakan masuk kerja pukul 06.30 WIB selama Ramadhan, Dedi menilai langkah ini dapat meningkatkan produktivitas ASN sekaligus mengurangi kemacetan di pagi hari.

“Hari Senin nanti, jam kerja dimulai pukul 06.30. Ini bagian dari pola pikir yang harus dibenahi. Setelah sahur dan salat Subuh jangan langsung tidur lagi. Selain itu, kalau semua pegawai berangkat kerja di jam yang sama, kemacetan tak bisa dihindari. Maka, pemerintah harus menjadi bagian dari solusi, bukan menambah masalah,” jelasnya.

Baca Juga:  Gita KDI Tantang Klaim Elektabilitas Dedi Mulyadi: Rakyat Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Ambisi!

Dedi mengakui ada sebagian ASN yang keberatan dengan kebijakan ini, terutama karena harus mengurus anak atau mengantar sekolah. Namun, ia menegaskan bahwa perubahan jam kerja bukanlah hal baru.

“Saya maklum jika ada yang merasa keberatan. Tapi, di Purwakarta saat saya menjabat bupati, kebijakan ini sudah berjalan bertahun-tahun dan terbukti efektif,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ASN Dedi Mulyadi Ramadhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.