Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Selasa, 27 Oktober 2026 18:24 WIB

Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC

Selasa, 27 Oktober 2026 18:05 WIB

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Darurat PHK! Arah Kebijakan Dedi Mulyadi Disorot

By Aga GustianaRabu, 28 Januari 2026 13:46 WIB3 Mins Read
Ribuan pencari kerja memadati acara bursa kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi di Gedung Presiden University, Cikarang Utara, Selasa (27/5/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat memantik kritik keras dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, mempertanyakan arah kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi yang dinilai belum menyentuh akar persoalan krisis ketenagakerjaan di provinsi dengan angka PHK tertinggi di Indonesia tersebut.

Di saat Jawa Barat menempati posisi teratas secara nasional dalam jumlah pekerja terdampak PHK, sejumlah langkah pemerintah daerah justru dinilai berpotensi memperlebar jurang pengangguran, alih-alih meredamnya.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, sepanjang 2025 sebanyak 18.815 pekerja di Jawa Barat kehilangan pekerjaan. Angka ini menempatkan Jabar di urutan pertama nasional, jauh melampaui provinsi lain.

Jika ditelusuri per bulan, PHK di Jawa Barat terjadi hampir tanpa jeda. Pada Januari tercatat 1.738 orang terdampak, Februari melonjak menjadi 3.973 orang, Maret 1.465 orang, April 1.490 orang, Mei 1.375 orang, Juni 1.544 orang, Juli 1.815 orang, Agustus 1.577 orang, September kembali meningkat menjadi 2.050 orang, Oktober 1.032 orang, November 652 orang, dan Desember 104 orang.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sentil Warisan Ridwan Kamil, Farhan Siap Bongkar Teras Cihampelas?

Sebagai perbandingan, Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan 14.700 pekerja terkena PHK, disusul Bali sebanyak 10.376 orang. Secara nasional, total PHK sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang.

Zaini menilai, tingginya gelombang PHK ini turut memberi tekanan serius terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), per Agustus 2025 TPT Jabar tercatat sebesar 6,77 persen.

Namun, alih-alih menghadirkan kebijakan penyelamatan lapangan kerja, Zaini justru melihat sejumlah langkah Gubernur Dedi Mulyadi belum sepenuhnya berpihak pada keberlanjutan mata pencaharian masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebijakan penghentian sementara aktivitas pertambangan di beberapa wilayah.

Di Kabupaten Bogor, misalnya, meski warga terdampak disebut menerima kompensasi, kebijakan tersebut dinilai tidak dibarengi dengan skema jangka panjang untuk menjamin kelangsungan ekonomi masyarakat setempat.

“Itu lemahnya. Apa yang diikhtiarkan Gubernur menuju Jabar istimewa, salah satu pondasi terkait penyerapan tenaga kerja. Tapi nyatanya pada tahun pertama PHK nomor satu. Kebijakan yang diambil pun sepertinya tidak dipikirkan jauh ke depan, contohnya soal penutupan tambang. Berapa banyak itu potensi masyarakat yang menganggur, akibat dari kebijakan,” kata Zaini, dikutip Rabu (28/1/2026).

Baca Juga:  Tak Ingin Mubazir, Dedi Mulyadi Ingin Satu Produk Digital untuk Semua Layanan Publik

Zaini tidak menampik adanya upaya Pemprov Jawa Barat yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, seperti program penanaman pohon dan perekrutan tenaga kebersihan. Namun menurutnya, program-program tersebut masih menyisakan tanda tanya besar terkait keberlanjutan dan kepastian kerja.

“Ada juga yang bagus. Tapi enggak jelas juga, ke depannya nanti seperti apa. Apakah mereka dikontrak selama setahun, dua tahun apa gimana,” ucapnya.

Di sisi lain, ia juga menyinggung capaian investasi Jawa Barat sepanjang 2025 yang mencatatkan rekor tertinggi secara nasional dengan nilai Rp296,8 triliun. Menurut Zaini, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka di atas kertas.

“Kita harus lihat, sejauh mana investasi yang besar ini mampu menyerap tenaga kerja. Nah ini harus disiasati oleh Pemprov, bagaimana realisasi investasi yang tinggi ini juga berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja lokal,” katanya.

Baca Juga:  Menelusuri Sosok Aman Yani, Mantan Bankir yang Dicari Dedi Mulyadi dengan Sayembara Rp750 Juta

Gembar-gembor pembukaan ribuan lapangan kerja dari industri otomotif listrik, seperti BYD dan VinFast, juga dinilai belum menjadi solusi instan atas persoalan pengangguran. Zaini mengingatkan bahwa proses penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut bersifat bertahap, sementara jumlah angkatan kerja terus bertambah setiap tahun.

“Mereka kan bertahap, enggak sekaligus. Mungkin dalam sekian tahun, baru masuk tenaga kerja yang ribuan itu. Tapi dalam fase itu, jumlah angkatan kerja juga terus bertambah. Nah ini juga harus dipikirkan,” ujarnya.

Zaini pun mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera merumuskan kebijakan yang lebih konkret, terukur, dan berpandangan jauh ke depan dalam merespons tren PHK yang terus meningkat.

“Kami Komisi V ya mengharapkan, ada kebijakan nyata yang dilakukan oleh Pak Gubernur untuk mengatasi soal PHK, pengangguran ini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.