Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

15 Negara Berebut Medali, Ini Jadwal Lengkap Sepak Bola Asian Games 2026

Kamis, 17 September 2026 11:28 WIB

Bikin Bobotoh Cemas! Julio Cesar Akhirnya Ungkap Kondisi Usai Benturan Keras Lawan FC Seoul

Kamis, 17 September 2026 11:09 WIB

Heboh FC Seoul Turunkan ‘Anak SMA’ Lawan Persib di ACL 2, Begini Penjelasan Kim Ki Dong

Kamis, 17 September 2026 11:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 15 Negara Berebut Medali, Ini Jadwal Lengkap Sepak Bola Asian Games 2026
  • Bikin Bobotoh Cemas! Julio Cesar Akhirnya Ungkap Kondisi Usai Benturan Keras Lawan FC Seoul
  • Heboh FC Seoul Turunkan ‘Anak SMA’ Lawan Persib di ACL 2, Begini Penjelasan Kim Ki Dong
  • Cek Jadwal Pencairan BLT Dana Desa September 2026: KPM Bisa Kantongi Rp900 Ribu Sekaligus?
  • 317 Lapak Dibongkar Tanpa Ampun, Ratusan PKL Cirebon Terkatung-katung Kehilangan Tempat Cari Makan
  • Bukti Nyata Persib Raja Asia Tenggara? Rekor 30 Tahun Pecah, Maung Bandung Sang Pencetak Sejarah!
  • Menelusuri Jejak Spiritual dan Sejarah di Majalengka: 9 Destinasi Wisata Religi yang Penuh Misteri
  • Super Air Jet Buka Lagi Rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali, Cek Jadwal Lengkapnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jelang Deadline, Suara Rakyat Mengguncang: Salsa Tolak Keras Kenaikan BPJS

By Aga GustianaKamis, 4 September 2025 08:43 WIB5 Mins Read
Salsa Erwina
Salsa Erwina sosok yang tantang Ahmad Sahroni tentang tunjangan DPR. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jelang tenggat waktu 5 September 2025, suara publik yang terangkum dalam gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat semakin nyaring. Salah satu yang ikut menyuarakan aspirasi tersebut adalah aktivis media sosial, Salsa Erwina Hutagalung, yang menegaskan agar pemerintah tidak menaikkan iuran BPJS Kesehatan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang masih sulit.

“Bu Sri Mulyani sudah bilang pajak tidak naik di 2026, hidup bu! Tapi jangan sampai di 2025 justru dinaikkan, sama saja bohong. Dan satu lagi, jangan sampai BPJS juga naik, nanti bosku marah besar,” ujar Salsa dalam unggahan videonya di media sosial dikutip Kamis (4/9/2025).

Deadline 17 Tuntutan Jangka Pendek

Tenggat waktu pemenuhan 17 tuntutan jangka pendek akan jatuh pada 5 September 2025, hanya beberapa hari setelah gelombang demonstrasi mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil merebak sejak akhir Agustus.

Beberapa poin mendesak yang menjadi sorotan antara lain:

  • Pengungkapan tuntas kasus kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dalam aksi demonstrasi.
  • Hentikan kriminalisasi aksi damai dan bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.
  • Pembekuan kenaikan tunjangan DPR serta transparansi penggunaan anggaran.
  • Komitmen partai politik memberi sanksi kepada kader yang arogan atau menghina masyarakat.
  • Upah layak untuk seluruh pekerja, termasuk guru, tenaga kesehatan, buruh, dan mitra ojek online.

“Skripsi sudah dijokiin, tinggal kalian jalankan saja. Rakyat sudah rapat, bikin alignment, bikin rancangan, kalian tinggal gerak mencapai apa tuntutan-tuntutan yang kita kasih gitu,” sindir Salsa.

Kritik untuk Partai Politik

Salsa juga menyinggung soal sikap partai politik, khususnya PDIP, yang dinilai lamban dalam memberikan sanksi pada kader yang dianggap merugikan rakyat.

Baca Juga:  Ketum Jokowi Mania Sambut Baik Kritik pada Sistem Pemilu 2024

“Tinggal PDIP sampai saat ini belum dipecat nih. Padahal partai-partai lain dengan legowo mereka sudah memecat kader-kadernya. Ini seperti makan gaji buta,” ucapnya.

Menurutnya, hal itu justru bisa menjadi “batu sandungan” bagi elektabilitas partai di Pemilu 2029 mendatang.

Desakan Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Selain kritik ke partai, Salsa juga mendorong DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor, yang sudah lama diperjuangkan oleh berbagai pihak.

“Sudah bertahun-tahun Bapak Mahfud dan juga rekan-rekan di KPK memperjuangkan ini. Jadi udah ada draftnya, udah diobrolin, ya kan tinggal disahkan saja tuh,” kata Salsa.

“Kalau dipikir-pikir kok ini biangnya PDIP lagi nih yang menghambat, apa bener nih? mereka sebenarnya mendukung aspirasi rakyat? jadi kuciwa hati bos di sini,” lanjutnya.

RUU ini menjadi salah satu dari 8 Tuntutan Jangka Panjang yang ditargetkan selesai sebelum 31 Agustus 2026, bersamaan dengan agenda reformasi DPR, reformasi perpajakan, penguatan Komnas HAM, hingga evaluasi UU Cipta Kerja.

Rakyat Tunggu Jawaban Pemerintah

Gelombang aspirasi rakyat yang dikemas dalam 17+8 Tuntutan Rakyat muncul setelah serangkaian aksi demonstrasi besar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Makassar.

Aksi ini dipicu oleh kontroversi kenaikan tunjangan DPR serta insiden meninggalnya Affan Kurniawan. Tragedi tersebut memicu kemarahan publik dan memperkuat desakan agar pemerintah serta DPR benar-benar mendengarkan suara rakyat.

17 Tuntutan Jangka Pendek (Deadline 5 September 2025)

Berikut adalah sejumlah tuntutan rakyat yang ditulis dalam unggahan Salsa Erwina Bersama influencer lainnya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk di dalamnya seruan untuk melakukan reformasi terhadap lembaga DPR RI:

  1. Bentuk tim investigasi independen atas kematian Affan Kurniawan dan korban lainnya selama demontrasi 28- 30 Agustus 2025 dengan mandat jelas dan transparan.
  2. Hentikan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil kembalikan TNI ke barak.
  3. Bebaskan semua demonstran yang ditahan dan hentikan kriminalisasi aksi damai.
  4. Adili aparat keamanan yang terbukti melakukan kekerasan, secara transparan.
  5. Stop kekerasan oleh kepolisian, dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia.
  6. Bekukan kenaikan gaji/tunjangan DPR, batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun).
  7. Publikasikan anggaran DPR secara terbuka dan berkala (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR).
  8. Audit harta kekayaan anggota DPR melalui KPK.
  9. Dorong Badan Kehormatan DPR memeriksa anggota yang menghina suara rakyat.
  10. Partai harus memberi sanksi ke kader yang bersikap arogan dan tak etis yang memicu kemarahan publik.
  11. Umumkan komitmen publik partai untuk membela rakyat di masa krisis.
  12. Anggota DPR wajib berdialog dengan mahasiswa dan masyarakat sipil guna meningkatkan partisipasi bermakna.
  13. Tegakkan disiplin internal TNI, agar anggota TNI tidak ambil alih fungsi Polri.
  14. Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.
  15. Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (guru, nakes, buruh, dan mitra ojol).
  16. Cegah PHK massal, dan lindungi pekerja kontrak.
  17. Buka dialog langsung dengan serikat buruh soal upah dan outsourcing.
Baca Juga:  DPR Tolak Putusan MK soal Pilkada, GEBRAK: Simbol Diinjaknya Demokrasi

8 Tuntutan Jangka Panjang (Deadline 31 Agustus 2026)

  1. Bersihkan dan Reformasi DPR besar-besaran

Lakukan audit independen yang diumumkan ke publik. Tinggikan standar prasyarat anggota DPR (tolak mantan koruptor) dan tetapkan KPI untuk evaluasi kinerja. Hapuskan perlakuan istimewa, di antaranya pensiun seumur hidup, transportasi dan pengawalan khusus dan dipajak APBN

  1. Reformasi Partai Politik dan Kuatkan Pengawasan Eksekutif
Baca Juga:  Siapa Salsa Erwina? Sosok Viral Tantang Debat Ahmad Sahroni soal Tunjangan DPR

Partai politik harus mempublikasikan laporan keuangan pertama dalam tahun ini dan DPR harus memastikan oposisi berfungsi sebagaimana mestinya.

  1. Susun Rencana Reformasi Perpajakan yang Lebih Adil

Pertimbangkan kembali keseimbangan transparan APBN dari pusat ke daerah; batalkan rencana kenaikan pajak yang memebratkan rakyat dan susun rencana reformasi perpajakan yang lebih detail.

  1. Sahkan dan Tegakkan UU Perampasan Aset Koruptor

DPR harus segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dalam sidang tahun ini untuk menunjukkan komitmen serius memberantas korupsi, diiringi dengan penguatan independsi KPK dan UU Tipikor.

  1. Reformasi Kepolisian agar Profesional dan Humanis

DPR harus merevisi UU kepolisian. Desentralisasi fungsi polisi: ketertiban umum, keamanan, dan lalu lintas dalam 12 bulan sebagai langkah awal.

  1. TNI kembali ke Barak, Tanpa Pengecualian

Pemerintah harus mencabut mandat TNI dan proyek sipil seperti pertanian skala besar (food estate) tahun ini, dan DPR harus mulai revisi UU TNI.

  1. Perkuat Komnas HAM dan Lembaga Pengawasan Independen

DPR harus merevisi UU Komnas HAM untuk memperluas kewenangannya terhadap kebebasan berepkspresi. Presiden harus memperkuat Ombdsman serta Kompolnas.

  1. Tinjau Ulang Kebijakan Sektor Ekonomi dan Ketenagakerjaan

Tinjau serius kebijakan PSN dan prioritas ekonomi dengan melindungi hak masyarakat adat dan lingkungan. Evaluasi UU Ciptakerja yang memberatkan rakyat khususnya buruh, evaluasi audit tata kelola Danantara dan BUMN.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dpr pemerintah Prabowo Salsa Erwina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

317 Lapak Dibongkar Tanpa Ampun, Ratusan PKL Cirebon Terkatung-katung Kehilangan Tempat Cari Makan

Super Air Jet Buka Lagi Rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali, Cek Jadwal Lengkapnya

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.