Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!

Kamis, 18 Juni 2026 20:51 WIB

Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib

Kamis, 18 Juni 2026 20:04 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 19:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!
  • Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib
  • Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi
  • Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri
  • Waspada! Link Video Cut Salwa Diduga Jebakan Digital Berbahaya
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemerintah AS Shutdown Ketiga di Era Trump, Begini Dampak Besarnya!

By Aga GustianaRabu, 1 Oktober 2025 18:19 WIB2 Mins Read
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Reuters/Carlos Barria)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Amerika Serikat resmi mengalami penutupan (shutdown) sejak Rabu (1/10/2025) tengah malam waktu setempat. Kejadian ini terjadi setelah Presiden Donald Trump dan Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran sebelum tenggat waktu, sehingga sekitar 750.000 pegawai federal terpaksa berhenti bekerja sementara. Beberapa kantor pemerintah bahkan terancam ditutup secara permanen.

Layanan publik penting, seperti pendidikan dan perlindungan lingkungan, diprediksi akan terganggu. Sementara itu, agenda deportasi tetap berjalan sesuai jadwal. Program kesehatan nasional, termasuk Medicare dan Medicaid, masih beroperasi, namun kemungkinan mengalami keterlambatan akibat kekurangan staf.

“Kami sebenarnya tidak ingin penutupan terjadi,” ujar Trump di Gedung Putih, dikutip dari The Korea Times. Meski demikian, pertemuan tertutup antara presiden dan pimpinan Kongres gagal menghasilkan kesepakatan.

Ini menjadi penutupan pemerintah ketiga selama masa pemerintahan Trump, menegaskan perbedaan pandangan yang tajam antara Partai Republik dan Demokrat soal anggaran federal. Kali ini, Partai Demokrat menolak rancangan anggaran karena menuntut pendanaan untuk subsidi kesehatan yang segera berakhir. Tanpa subsidi ini, biaya asuransi kesehatan diperkirakan melonjak tajam.

Baca Juga:  Sepak Terjang Bjorka, Hacker Viral yang Sempat Bikin Pemerintah Ketar-ketir

Belum ada tanda-tanda solusi untuk mengakhiri kebuntuan politik ini. Warga AS yang bergantung pada layanan pemerintah diprediksi akan merasakan dampak paling besar.

Dari sisi ekonomi, analis Goldman Sachs menyebut meski pasar biasanya relatif stabil saat terjadi shutdown, kondisi kali ini berbeda. Minimnya sinyal negosiasi membuat investor cemas. “Situasi saat ini sulit dibandingkan dengan contoh sebelumnya,” ujar pihak analis.

Baca Juga:  Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Palestina, Israel Murka

Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) telah meminta setiap lembaga pemerintah mempersiapkan pemotongan besar, termasuk kemungkinan pemecatan massal. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintahan Trump untuk mengecilkan ukuran birokrasi federal.

Shutdown ini menimbulkan ketidakpastian luas, baik bagi pegawai pemerintah, warga yang mengandalkan layanan publik, maupun stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga:  Perilaku Tak Biasa, Tupai Jadi Pemakan Daging

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Donald Trump pemerintah Shutdown AS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri

Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan

Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.