Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

KPM Wajib Tahu! Bansos Tahap 4 2026 Masuk Periode Oktober, Cek Status Lewat HP

Jumat, 9 Oktober 2026 05:00 WIB

Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri

Jumat, 9 Oktober 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

PKH Oktober 2026 Cair? Saldo Rp600 Ribu hingga Rp1,5 Juta Mulai Masuk Rekening KPM

Jumat, 9 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • KPM Wajib Tahu! Bansos Tahap 4 2026 Masuk Periode Oktober, Cek Status Lewat HP
  • Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri
  • PKH Oktober 2026 Cair? Saldo Rp600 Ribu hingga Rp1,5 Juta Mulai Masuk Rekening KPM
  • 5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak
  • 10 Destinasi Wisata Kuningan Paling Hits dan Instagramable untuk Liburan Keluarga
  • Siap-Siap! 4 Bantuan Pemerintah Masuk Periode Baru, Ada yang Dapat Rp900 Ribu
  • 35.305 Jiwa di Bandung Barat Terdampak Kekeringan, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih
  • Video Pesta Sabu Viral, 120 Warga Binaan Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 9 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Joget di Bibir Jurang Rinjani: Satu Gerakan Ribuan Hujatan, Netizen Terbelah!

By Aga GustianaJumat, 10 Oktober 2025 08:39 WIB4 Mins Read
Viral, pendaki wanita nyaris jatuh di Puncak Rinjani saat joget ala TikTok. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pagi itu, langit Rinjani begitu cerah. Kabut tipis menggantung seperti tirai halus di antara bebatuan tajam. Di atas puncak, RN berdiri dengan napas terengah tapi penuh semangat. Setelah perjalanan panjang mendaki melalui jalur Kandang Sapi, Lombok Timur, ia akhirnya tiba di titik tertinggi.

RN tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ponsel dipasang, musik diputar. Ia mulai berjoget ringan di atas ketinggian 3.726 mdpl — gerakan sederhana yang bagi RN hanyalah cara merayakan pencapaiannya. Ia tak tahu, beberapa detik rekaman itu akan mengubah hidupnya.

Video yang ‘Dicuri’, Viral Tanpa Ampun

Beberapa hari kemudian, RN terkejut. Video jogetnya tersebar luas setelah akun Instagram @rinjaniindonesia mengunggah ulang tanpa seizin dirinya. Dalam captionnya, akun tersebut memperingatkan tentang bahaya di puncak dan pentingnya etika pendakian.

“Beruntung masih diberi teguran dan peringatan, kalau tidak nyawa sudah melayang dan Tim SAR pun datang. Mohon sekali lagi etika dijaga dimanapun kaki berpijak. Hormati adat istiadat dan budaya yang ada di Rinjani,” tulis akun tersebut.

Video itu langsung meledak. Puluhan ribu likes dan ribuan komentar membanjiri kolom unggahan. Dalam video, RN tampak sedikit kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya kembali berdiri tegak, momen singkat yang dianggap sebagian orang sebagai kelalaian fatal.

Hujatan Datang Bertubi-Tubi

RN tak tinggal diam. Ia merasa menjadi sasaran empuk komentar pedas netizen.

“Saya nggak suka video saya diambil orang. Apalagi sampai membuat asumsi yang tidak benar,” ujarnya kesal, Rabu (8/9/2025).

Ia menegaskan, sebenarnya tidak masalah jika videonya dibagikan ulang, asal ada izin dan bukan untuk mengumbar kebencian.

“Ini malah aku saja yang di-bully netizen,” tambahnya.

RN menjelaskan, joget itu dilakukan di posisi aman, tidak sedekat yang diasumsikan publik.

“Jadi saya tahu banget mana tempat aman dan tidak. Masa iya sengaja gitu mau mencari perkara dan membahayakan diri sendiri?” katanya tegas.

Namun semua penjelasan itu tak mampu membendung gelombang komentar yang sudah terlanjur mengalir deras.

Tangisan yang Tak Dilihat Kamera

Malam harinya, RN merekam video dirinya sendiri, kali ini bukan di puncak gunung, melainkan di kamar dengan mata sembab. Video tangisannya ia unggah ke akun pribadinya, @ririnjani1305.

“Semoga uang hasil kalian memviralkan saya, tidak berkah dunia akhirat,” tulisnya dalam caption yang menyayat hati.

Alih-alih mereda, unggahan ini justru membuat perdebatan semakin panas.

Netizen Terbelah: Adab vs Ekspresi Diri

Kolom komentar @rinjaniindonesia berubah jadi arena debat terbuka. Sebagian netizen menganggap tindakan RN tak pantas.

“Itu penting nya adab di atas ilmu,” tulis akun @andriyan***.

Tapi ada pula yang tak setuju dan membela RN habis-habisan.

“Emang itu kagak beradab? Emang itu kagak berilmu? Dimana titik salah nya? Ada yang diganggu? Ada yang dibahayakan?” balas akun @kalumeme***.

“Min, dia cuma mengekspresikan happynya dia. Apa yg salah? Kalau memang adat, tempat sakral, tutup aja gunungnya min. Toh dia juga nggak merusak alam,” cetus @rezha***.

“Dy hanya mengekspresikan kebahagiaan dgn caranya, dibilang adabnya buruk, tidak juga,” tulis @rindosis***.

Sementara sebagian lainnya memberi sentilan halus: “Mencintai Rinjani dengan tidak mendakinya adalah puncak rasa cinta itu sendiri,” ujar akun @nbrz***.

Balai Taman Nasional Turun Tangan

Kegaduhan tak berhenti di ranah warganet. Pihak Balai TN Rinjani akhirnya buka suara. Kepala Balai TN Rinjani, Yarman, memperingatkan bahaya aksi seperti RN.

“Tindakan seperti itu sangat berpotensi mengancam jiwa para petualang di ketinggian Puncak Rinjani yang rapuh,” ujarnya.

Mereka berencana memperketat patroli di titik-titik rawan seperti bibir kawah dan puncak. Beberapa netizen bahkan mendesak agar RN masuk daftar hitam pendaki, sebagai peringatan keras bagi pendaki lain.

Joget yang Memicu Badai

Apa yang dimulai sebagai tarian bahagia, berubah menjadi kontroversi nasional. Sebagian melihat RN sebagai korban viral dan salah paham, sementara yang lain menilainya sebagai bentuk kelalaian yang bisa memicu tragedi.

Gunung Rinjani bukan sekadar latar konten, tapi kawasan konservasi dengan aturan ketat dan kondisi ekstrem. Angin kencang, tanah labil, dan ketinggian ekstrem bisa mengubah satu gerakan kecil menjadi bencana.

RN mungkin hanya ingin menari sebentar di puncak gunung, merayakan pencapaian setelah pendakian panjang. Tapi internet punya cara sendiri untuk mengubah satu momen kecil menjadi badai besar yang mengguncang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cari Tempat Staycation di Lembang? Ini 3 Penginapan dengan Suasana Adem dan Asri

5 Wisata Kuliner Legendaris dan Paling Dicari di Kuningan, Cocok untuk Lidah Pecinta Makanan Enak

10 Destinasi Wisata Kuningan Paling Hits dan Instagramable untuk Liburan Keluarga

Perut Keroncongan Saat Hujan? Ini 4 Kuliner Hangat yang Bikin Nagih di Bandung

Baru Bebas Bersyarat, Indra Kenz Kembali Dijemput dan Dipindahkan ke Lapas Tangerang

Gak Disengaja? Viral WNI Terciduk Kasih Makan Sampah ke Rusa di Jepang, Faktanya Bikin Tercengang

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.