bukamata.id – Kasus wisatawan asal Indonesia kembali mencuri perhatian publik di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan dugaan tindakan tidak terpuji di kawasan wisata populer Nara Park, Jepang. Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu gelombang kritik tajam dari warganet tanah air. Di tengah derasnya hujatan, pihak keluarga yang berada dalam rekaman akhirnya muncul memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan duduk perkara yang sebenarnya terjadi.
Kronologi Video Viral di Nara Park
Video kontroversial ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @hezumaryuaaa dan langsung menjadi perbincangan hangat lintas platform. Salah satu yang ikut menyoroti rekaman tersebut adalah akun Threads @bubcupcake. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan identitas orang-orang dalam video karena melihat atribut yang familier dari Indonesia.
“Dari tas belanjaannya, sepertinya orang Indonesia ya? Tas Alfamart kan ya itu? Kenapa sengaja dikasih plastik rusanya?” tulis akun tersebut.
Dalam rekaman video berdurasi singkat itu, tampak seorang pria paruh baya mengenakan topi dan jaket hitam berdiri di dekat kerumunan rusa. Ia terlihat memberikan sesuatu yang diduga merupakan bungkus plastik kepada hewan tersebut. Tepat di samping pria paruh baya itu, berdiri pula seorang wanita berhijab abu-abu yang membawa tas hijau bertuliskan “ECO FRIENDLY BAGS”.
Aksi tersebut langsung memicu teguran keras dari seorang warga lokal Jepang yang merekam kejadian di tempat kejadian perkara (TKP). Pria Jepang tersebut tampak geram dan melontarkan teguran dengan nada tinggi.
“Omae sa, e, gomi kuwasun janai yo. Gomi kuwasun janai yo. Gomi motte kaere. Motte kaere. Nande kuwashita. Oi. Dōbutsu ni nande kuwashita,” ucap perekam video tersebut.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ucapan tersebut berarti: “Hei, jangan kasih makan sampah ke hewan. Jangan kasih makan sampah. Bawa pulang sampahnya. Bawa pulang. Kenapa kamu kasih makan? Hei. Kenapa dikasih makan ke hewan.”
Banjir Hujatan dari Netizen Indonesia
Begitu video ini viral di berbagai media sosial, warganet Indonesia langsung meluapkan kekecewaan mereka. Kolom komentar dipenuhi dengan kecaman terhadap perilaku wisatawan asing yang dinilai mencoreng nama baik bangsa di kancah internasional. Berbagai tanggapan pedas dilontarkan oleh netizen:
- @vevera_lin: “Yang perlu di upgrade bukan paspor, tapi EQ sih.”
- @mlledeekusuma: “Malu-maluin satu negara, punya uang buat liburan ke Jepang tapi ga punya adab.”
- @maria_cpapas: “Again2 hijab lagii yg bawa virus.”
- @brojonni: “Tollnya absolut mutlak tak terbantahkan.”*
Klarifikasi Pihak Keluarga: Bantah Sengaja Beri Makan Plastik
Menanggapi hujatan yang semakin masif, wanita yang ada dalam video tersebut akhirnya angkat bicara. Melalui akun Threads @gazelle.4843178, ia mengonfirmasi bahwa dirinya adalah wanita berhijab abu-abu yang ada di dalam rekaman video viral di Nara Park.
Dalam pernyataan klarifikasinya, ia mengakui bahwa memang ada plastik bungkus makanan yang sempat dibiarkan diambil oleh rusa. Kendati demikian, ia secara tegas membantah narasi yang menyebutkan keluarganya sengaja memberikan plastik kepada hewan dilindungi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sang ayah awalnya bermaksud memberikan makanan berupa kacang yang saat itu masih berada di dalam kemasan. Menurutnya, bungkus plastik tersebut seharusnya bisa langsung ditarik dan diamankan kembali. Namun, ia mengaku reaksinya terlambat karena pada saat bersamaan sedang berbicara dengan ayahnya.
Selain itu, pihak keluarga juga membantah tudingan yang menyebutkan bahwa mereka sempat marah atau membentak warga Jepang yang merekam video tersebut.
“Kami tidak membuang sembarangan karena kami jg menghormati aturan di negara ini. terlampir di foto. Di akun ini juga menarasikan bahwa kami membentak dan marah terhadap bapak yang merekam video. Kenyataan, kami sangat merasa bersalah dan meminta maaf atas kejadian tersebut,” tulisnya.
Pihak keluarga juga mengaku telah berupaya meminta kepada pengunggah asli agar segera menghapus video tersebut. Langkah itu diambil karena mereka merasa tidak memiliki niat buruk sedikit pun terhadap rusa-rusa di Nara Park.
“Kami juga sudah meminta tolong untuk menghapus video tersebut dikarenakan tidak ada niat buruk dari kami kepada Rusa di Nara Park. Kami memohon maaf atas kejadian ini dan keterlambatan respond kami,” lanjutnya.
Pengakuan Kesalahan Lewat Instagram Story
Klarifikasi lanjutan kemudian disampaikan melalui fitur Instagram Story. Dalam pernyataan tersebut, pihak keluarga secara terbuka mengakui adanya kelalaian dan kesalahan fatal dari sang ayah yang membiarkan kantong plastik bungkusan makanan diambil oleh rusa.
“Mohon maaf semuanya atas kegaduhan ini. Tidak ada yang dapat dibenarkan dari tindakan Ayah saya yang membiarkan plastik bungkusan tersebut diambil rusa, maupun reaksi kami yang lambat untuk menarik lagi plastik tersebut.”
Meski mengakui tindakan tersebut keliru, ia kembali menekankan bahwa unsur kesengajaan untuk mencelakai satwa sama sekali tidak ada.
“Saya hanya ingin menegaskan bahwa, tidak ada niat buruk kami untuk memberi makan plastik kepada rusa tersebut,” tutupnya.
Pentingnya Etika Berwisata di Habitat Satwa
Populasi rusa di Nara memang telah lama menjadi salah satu ikon pariwisata utama yang mendunia di Jepang. Hewan-hewan ini hidup berdampingan secara bebas dengan para pengunjung di kawasan taman kota.
Kendati demikian, isu mengenai sampah plastik yang tidak sengaja tertelan oleh rusa menjadi perhatian serius karena terbukti membahayakan kesehatan dan keselamatan satwa. Di sisi lain, berbagai klaim yang beredar di media sosial—seperti ribuan rusa mati akibat wisatawan Indonesia atau ancaman deportasi berat—perlu disikapi secara bijak dan diverifikasi melalui sumber resmi sebelum dianggap sebagai kebenaran mutlak.
Terlepas dari perdebatan dan klarifikasi yang ada, insiden ini menjadi pelajaran berharga dan pengingat keras bagi seluruh wisatawan agar selalu menaati aturan lokal, menjaga kebersihan lingkungan, serta menjunjung tinggi etika saat berinteraksi langsung dengan alam dan satwa di destinasi wisata mana pun.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










