bukamata.id – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Sebanyak 35.305 jiwa dari 9.135 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak kekeringan.
Kondisi tersebut membuat ribuan warga mengalami kesulitan mendapatkan akses air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak kemarau juga mulai dirasakan di sektor pertanian, terutama di sejumlah wilayah Bandung Barat bagian utara.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat Hardjasasmita, mengatakan kekeringan menjadi salah satu potensi bencana yang perlu diantisipasi selama musim kemarau.
Menurutnya, berkurangnya sumber air di sejumlah daerah Jawa Barat mulai memberikan dampak terhadap masyarakat, termasuk di Kabupaten Bandung Barat.
“Untuk Kabupaten Bandung Barat, berdasarkan data yang kami terima, terdapat 9.135 kepala keluarga dengan jumlah 35.305 jiwa yang terdampak kekeringan,” kata Hadi dalam rilis yang diterima, Kamis (8/10/2026).
Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih
Hadi menuturkan, kondisi kekeringan perlu mendapat perhatian karena keterbatasan sumber air dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Penanganan di setiap wilayah juga tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama. Menurut Hadi, langkah penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi geografis, tingkat kekeringan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Hal tersebut penting agar bantuan maupun upaya pemenuhan kebutuhan air bersih dapat diberikan secara tepat kepada warga yang terdampak.
Kekeringan Mulai Ganggu Pertanian
Selain berdampak terhadap kebutuhan air bersih, musim kemarau juga mulai memengaruhi sektor pertanian di Kabupaten Bandung Barat.
Penurunan produksi dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah KBB bagian utara. Kondisi tersebut berkaitan dengan terbatasnya ketersediaan air yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian.
Hadi mengatakan dampak kekeringan memang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air masyarakat.
“Yang terdampak bukan hanya kebutuhan air untuk masyarakat, tetapi kondisi kekeringan juga dapat memberikan dampak terhadap sektor lainnya,” ujarnya.
Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai puluhan ribu jiwa, kondisi kekeringan di Kabupaten Bandung Barat menjadi perhatian selama musim kemarau. Ketersediaan air bersih dan dampaknya terhadap sektor pertanian menjadi dua persoalan yang perlu diantisipasi di wilayah tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










