bukamata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menyiapkan 424 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan 92 tim teknis untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara digital di 92 desa.
Pilkades digital tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan ini. Berbagai persiapan teknis terus dilakukan untuk memastikan proses pemungutan suara berjalan sesuai rencana.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Widodo, mengatakan seluruh desa yang akan melaksanakan Pilkades digital telah memiliki calon kepala desa beserta nomor urut masing-masing.
“Dari 92 desa yang akan melaksanakan pemilihan, semuanya sudah mempunyai calon dan sudah mempunyai nomor urut,” kata Widodo di Sumedang, Kamis (8/10/2026).
Setiap TPS Dilengkapi Dua Monitor
Untuk mendukung pelaksanaan Pilkades digital, setiap TPS akan dilengkapi dengan dua layar monitor dan satu printer termal.
Selain perangkat tersebut, setiap desa juga akan mendapat dukungan satu tim teknis. Tim tersebut bertugas membantu panitia apabila terjadi kendala teknis selama proses pemungutan suara berlangsung.
DPMD Kabupaten Sumedang juga telah menyiapkan operator desa dan tim teknis untuk memastikan perangkat dapat digunakan dengan baik.
“Kita sudah menyiapkan tim teknis dan melakukan pelatihan operator desa. Untuk panitia Pilkades, bimbingan teknis akan dilaksanakan tanggal 12 Oktober,” ujar Widodo.
Panitia Pilkades Dapat Bimbingan Teknis
Pemkab Sumedang menjadwalkan bimbingan teknis bagi panitia Pilkades pada 12 Oktober 2026.
Sementara itu, pelatihan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan dilakukan secara bertahap pada 15, 19, dan 20 Oktober 2026.
Pelatihan tersebut bertujuan memastikan panitia dan petugas TPS memahami penggunaan perangkat sekaligus mekanisme pemungutan suara secara digital.
Dengan persiapan tersebut, kendala teknis diharapkan dapat diidentifikasi dan diselesaikan sebelum hari pemungutan suara.
Bupati Sumedang Minta Kendala Ditemukan Sebelum Pemungutan
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta seluruh pihak yang terlibat memanfaatkan tahapan pelatihan dan simulasi untuk menemukan berbagai kemungkinan persoalan sejak awal.
Panitia Pilkades, camat, perangkat daerah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur terkait diminta aktif berkoordinasi selama proses persiapan.
“Jangan persoalan baru ada ketika pemungutan. Lebih baik sekarang ditanyakan, sehingga ada solusinya,” kata Dony.
Menurut Dony, keberhasilan Pilkades digital tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia yang mengoperasikan sistem tersebut.
Karena itu, seluruh unsur penyelenggara diminta saling membantu apabila menemukan kendala selama tahapan persiapan hingga pelaksanaan Pilkades.
“Harus saling melengkapi, harus saling menguatkan, bukan saling melemahkan,” tegasnya.
Sumedang Andalkan Pengalaman Digitalisasi Desa
Dony menilai pengalaman Kabupaten Sumedang dalam menerapkan digitalisasi pemerintahan desa menjadi salah satu modal untuk menjalankan sistem Pilkades digital.
Sejumlah layanan pemerintahan desa di Sumedang sebelumnya telah menerapkan sistem berbasis digital, termasuk E-Office Desa dan layanan administrasi digital.
“Kita siap uji coba secara keseluruhan,” katanya.
Pemkab Sumedang berharap seluruh persiapan tersebut dapat memastikan Pilkades digital di 92 desa berjalan lancar. Pelaksanaan ini sekaligus menjadi pengalaman bagi Sumedang dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









