Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Comeback Dramatis! Persib Bandung Sikat Port FC 3-1 di Laga Perdana Shopee Cup 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 21:09 WIB

Perut Keroncongan Saat Hujan? Ini 4 Kuliner Hangat yang Bikin Nagih di Bandung

Kamis, 8 Oktober 2026 20:44 WIB

Dugaan Keracunan di 88 SEOUL 23 Paskal, Dinkes Temukan Masalah Higiene

Kamis, 8 Oktober 2026 20:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Comeback Dramatis! Persib Bandung Sikat Port FC 3-1 di Laga Perdana Shopee Cup 2026
  • Perut Keroncongan Saat Hujan? Ini 4 Kuliner Hangat yang Bikin Nagih di Bandung
  • Dugaan Keracunan di 88 SEOUL 23 Paskal, Dinkes Temukan Masalah Higiene
  • Sambil Tunggu Uji Lab, Restoran 88 Seoul Bandung Diminta Tanggung Jawab ke Konsumen
  • 12 Warga Jadi Korban, Polisi Ungkap Modus Pinjam Motor Lalu Dijual via COD
  • Sumedang Siap Gelar Pilkades Digital, 424 TPS dan 92 Tim Teknis Dikerahkan
  • 45 Menit Persib vs Port FC: Teja Jadi Penyelamat, Gol Tak Kunjung Datang
  • Baru Bebas Bersyarat, Indra Kenz Kembali Dijemput dan Dipindahkan ke Lapas Tangerang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sambil Tunggu Uji Lab, Restoran 88 Seoul Bandung Diminta Tanggung Jawab ke Konsumen

By Aga GustianaKamis, 8 Oktober 2026 20:35 WIB2 Mins Read
Restoran 88 Seoul. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan keracunan massal yang melibatkan Restoran Korea 88 Seoul di Bandung kini berada dalam tahap penanganan intensif. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan bahwa sampel makanan dari tempat makan tersebut telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan ketat di laboratorium.

Langkah investigasi ini dikomandoi langsung oleh dua instansi penting, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung. Tim gabungan telah bergerak cepat turun tangan ke lokasi sejak beberapa hari lalu guna mengumpulkan berbagai barang bukti pendukung.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin-Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil tindakan preventif setelah laporan masuk ke instansi terkait.

“Kami mengambil sampel (makanan) dan sebagainya, kemudian memberikan beberapa rekomendasi, dan rekomendasi itu salah satunya diikuti hari ini,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga:  BMKG Prediksi Bandung Raya Diguyur Hujan Lebat, Masyarakat Diminta Waspada

Kendati demikian, proses penelusuran fakta di lapangan tidak luput dari kendala teknis. Rentang waktu antara kejadian dan laporan yang diterima warga membuat petugas harus bekerja ekstra ekstra hati-hati.

“Belum ketahuan dari mananya karena ini kasusnya lumayan lama, sudah berlangsung beberapa hari baru lapor, sehingga agak kesulitan. Untuk sampel, harus mengambil makanan yang diindikasikan beracun, atau tempat, dan sisa-sisa, itu juga agak susah,” ungkap Gin Gin.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik: Arah Tasik Menuju Bandung Terpantau Padat Merayap

Sebagai langkah antisipasi lanjutan selama menunggu hasil uji laboratorium keluar, pengelola restoran diminta mematuhi dua instruksi utama. Restoran diwajibkan melakukan pembersihan menyeluruh (general cleaning) serta pemeriksaan mandiri (general check), yang membuat operasional tempat makan tersebut dihentikan sementara waktu.

Selain itu, manajemen restoran juga didorong untuk bersikap kooperatif terhadap para korban terdampak.

“Kemudian yang kedua, diminta untuk komunikatif dengan konsumen yang kena kasus, dan untuk bisa, mengakomodir apa yang menjadi tanggung jawabnya. Dan itu juga sudah dilakukan hari ini, mereka sudah melakukan,” tambahnya.

Di sisi lain, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut memberikan keterangan terkait lamanya proses identifikasi. Menurutnya, uji laboratorium untuk mendeteksi kontaminasi pada bahan pangan tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan metode kultur bakteri atau jamur.

Baca Juga:  Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan

“Karena kita ambil sampel makanan, itu segala macam dites di lab. Dites di lab itu untuk mengetahui sesuatu terkontaminasi atau enggak, mesti ada kultur,” jelas Farhan.

Mengingat prosedur kultur memerlukan durasi waktu tertentu, Pemkot Bandung menghimbau masyarakat untuk bersabar dan belum bisa berspekulasi terlalu dini mengenai pemicu utama insiden keracunan ini hingga seluruh hasil resmi laboratorium diumumkan ke publik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Keracunan restoran 88 seoul
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Keracunan di 88 SEOUL 23 Paskal, Dinkes Temukan Masalah Higiene

12 Warga Jadi Korban, Polisi Ungkap Modus Pinjam Motor Lalu Dijual via COD

Sumedang Siap Gelar Pilkades Digital, 424 TPS dan 92 Tim Teknis Dikerahkan

88 SEOUL 23 Paskal Bandung Tutup Sementara, 24 Orang Dilaporkan Alami Gejala Keracunan

Pemerintah Teliti Putusan MK Terkait Isu Ijazah Wapres Gibran: Masih Kami Pelajari Lebih Dalam

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, KPM Bisa Terima Rp600 Ribu? Cek Caranya

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.