Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan

Sabtu, 26 September 2026 17:49 WIB

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Sabtu, 26 September 2026 17:45 WIB

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Sabtu, 26 September 2026 17:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot
  • Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat
  • Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025
  • Krisis Fasilitas hingga Jadwal Super Padat, Kapten Persib: Kata Kuncinya Bertahan
  • Viral Kedok Terbongkar! Ngaku Tak Makan, Ceu Epon Tasikmalaya Borong Emas Puluhan Juta Kontan?
  • Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman
  • Cucun Ahmad Syamsurijal Sambut Baik Alih Kelola Universitas Bandung, Targetkan Lulusan Siap Kerja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

JPNSC Targetkan Indonesia Jadi Negara Pertama di Asia Bebas dari Nyeri

By Putra JuangSabtu, 8 Juni 2024 12:09 WIB3 Mins Read
Press Conference Opening Ceremony JPNSC 2024 and Visiting Lecture Korean Pain Society. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jakarta Pain Intervention and Sonologist International Conference (JPNSC) optimistis, Indonesia bisa menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mendeklarasikan bebas dari nyeri.

Hal ini juga yang mendorong JPNSC untuk menggelar pertemuan rutin membahas inovasi-inovasi medis dalam penanganan nyeri yang berbasis evidence dan menyelesaikan sumber penyebab nyeri.

President Elect Perkumpulan Dokter Intervensi Nyeri (PERDINI) and Chairman dari 2nd JPNSC, Alif Noeriyanto Rahman mengatakan, bahwa edukasi terkait penanganan nyeri di Indonesia harus terus di diakselarasi.

Saat ini nyeri kronik sudah dideklarasikan sebagai penyakit sejak 2019. Bukan hanya sebagai gejala, hal ini membuat tatalaksana nyeri harus semakin canggih dan update.

Menurut Alif, hal itu pula yang mendorong JPNSC kembali menggelar kampanye Indonesia Bebas Nyeri di tahun 2024.

“Aksi nyata kami adalah dengan mengadakan event berskala internasional JPNSC yang berjalan rutin dan kita bisa menjadi negara di Asia Tenggara yang Bebas Nyeri,” ucap Alif di Kampus UPI Kota Bandung, Jumat (7/6/2024).

Baca Juga:  Berpartisipasi dalam Expo World Water Forum ke-10, Jasa Tirta II Kenalkan Pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia

Alif mengatakan, diskusi inovasi penanganan nyeri digelar pertama kali pada 2023 di Jakarta dilanjutkan dengan dibukanya Klinik Orthopaedi dan Intervensi Nyeri Terbesar se-Indonesia.

ARTIKULAR KLINIK di Radio Dalam Raya 40, Jakarta pada Desember 2023, dengan dilanjutkan 2nd JPNSC 2024, yang kegiatan awalnya di Kota Bandung berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menghadirkan dua pembicara dari Korea Selatan (Korsel).

Dua pembicara asal Korea Selatan yang dihadirkan adalah Presiden Korean Pain Society, dari Seoul National University College of Medicine, Prof Lee Pyoung Bok dan Author Spinal Epidural Ballon Decompression and Adhesiolysis, Prof Jin Woo Shin, yang membahas soal inovasi Spinal Ballooning.

“Ini pembukaan rangkaian awal sesi 2nd JPNSC, yang bekerja sama dengan FK UPI. Ini rangkaian kegiatan kami yang akan diselenggarakan satu bulan penuh,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pesan Aa Gym di Tengah Gelombang Demonstrasi: Perjuangan Harus dengan Cara Baik

Alif menjelaskan, diskusi penanganan nyeri ini akan dilakukan berkala, mulai 7 Juni 2024, berakhir di 21 Juli 2024 dengan menghadirkan pembicara lain yang berasal dari Turki, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Inggris, Pakistan dan Malaysia.

“Harapannya event ini bisa membuat memberikan banyak tambahan pengetahuan bagi mereka yang kita undang maupun mereka memberikan apa yang mereka punya, sehingga bisa mewujudkan bangsa kita, Indonesia terbebas dari masalah nyeri serta menjadikan indonesia sebagai pusat tatalaksana pengobatan nyeri terbaik se asia tenggara,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Prof Lee Pyoung Bok mengatakan bahwa, teknik Spinnal Balloning menjadi alternatif yang efektif untuk penanganan nyeri di area tulang belakang.

Prof Lee Pyoung Bok, kasus tulang belakang di Korsel mayoritas diidap oleh kalangan lanjut usia (Lansia). Beberapa kasus penyakit dapat diatasi tanpa menggunakan tindakan pembedahan, walaupun jika diperlukan pembedahan, akan tetap dilakukan sesuai dengan penilaian medis yang didapatkan.

Baca Juga:  Sri Mulyani Ungkap Respon dan Permintaan Maaf Usai Rumahnya Dijarah Massa

“Di Korea selatan banyak kaum manula, kasusnya banyak tapi bisa diatasi dengan Spinnal Ballooning dengan melatih otot dan memperbanyak aktivitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UPI, Hamidie Ronald Daniel mengatakan bahwa diskusi kali ini akan menjadi acuan bagi kampus UPI dalam pengembangan kurikulum pembelajaran. Apalagi, FK UPI merupakan fakultas yang fokus kepada Sport Medicine.

Baginya, ilmu dan pengetahuan terkait menajemen penanganan nyeri dapat menunjang kepakaran para mahasiswa FK UPI.

“Kami dari FK UPI yang memiliki keunggulan dari segi sport medicine memang mempunyai tugas untuk mengembangkan ilmu ilmu yang baru,” katanya.

“Jadi bisa dijadikan bagaimana nanti mengembangkan kurikulum kita ke depan, memasukkan pain management ini dalam setiap tindakan sehingga dokter lulusan kita mempunyai keunggulan pain management khususnya sport medicine,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman

Cucun Ahmad Syamsurijal Sambut Baik Alih Kelola Universitas Bandung, Targetkan Lulusan Siap Kerja

Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Jakarta

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.