bukamata.id – Video razia pedagang sayur dan ayam oleh Satpol PP Sumba Barat Daya (SBD) mendadak viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Jalan Sapurata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten SBD, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (19/2/2026).
Dalam video yang beredar, terlihat interaksi antara petugas dan pedagang, termasuk perdebatan sengit namun terkendali mengenai larangan berjualan di badan jalan.
Kronologi Penertiban Pedagang
Dalam video viral, seorang ibu penjual sayur terlihat bersitegang dengan petugas Satpol PP. Ibu tersebut menegaskan bahwa ia hanya berjualan di teras rumah/kiosnya sendiri, bukan di badan jalan.
Ia mengaku haknya untuk beraktivitas dan mencari nafkah di tempat miliknya, namun petugas tetap menegaskan aturan agar tidak mengganggu ketertiban dan mobilitas jalan.
Selain ibu penjual sayur, Satpol PP juga menertibkan seorang penjual ayam keliling. Pedagang berkaus biru yang memikul belasan ayam sempat berdebat dengan petugas sebelum akhirnya dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi arahan.
Klarifikasi Bupati Sumba Barat Daya
Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan larangan tersebut bukan berarti pemerintah melarang masyarakat berjualan. Menurutnya, penertiban dilakukan karena pedagang berjualan di ruang publik/badan jalan dan tidak memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
“Kami tidak melarang berjualan, tapi tidak boleh mengganggu aktivitas mobilitas. Tempat sudah disiapkan, jadi masyarakat bisa berdagang dengan aman tanpa mengganggu orang lain,” ujar Ratu Wulla, Sabtu (21/2/2026).
Ratu juga menekankan bahwa tidak ada intimidasi yang dilakukan petugas Satpol PP. Diskusi antara petugas dan pedagang berlangsung secara persuasif dan profesional. Ia menambahkan bahwa lokasi yang ditertibkan adalah kios, bukan rumah.
Mengenai penjual ayam keliling, Bupati Ratu menjelaskan bahwa narasi di media sosial tidak sepenuhnya akurat. Pedagang awalnya duduk berjualan di depan Jalan Sapurata, kemudian diperingatkan karena lokasi tersebut dilarang untuk berdagang.
“Yang ditegur ini yang berjualan ayam di depan Jalan Sapurata. Saat itu, petugas datang dan pedagang menaruh ayam di pundaknya seolah berjualan keliling. Itu yang terekam di video,” jelasnya.
Reaksi Netizen di Media Sosial
Peristiwa ini mengundang banyak komentar warganet di Instagram @lambe_turah, Minggu (22/2/2026):
- “Kurang kerjaan amat lu pak, segala kang ayam keliling di tanyain izin. Sakit nih orang,” tulis akun @jan***
- “Baru tau aku klo jualan ayam harus ada izin, ya ALLAH gini banget negriku,” tulis akun @men***
- “Dia jualan ayam pak, bukan dinosaurus,” tulis akun @wln***
- “Ya Allah pak, orang cari nafkah lu pertanyakan, sedih banget liatnya,” tulis akun @lul***
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya keprihatinan publik terhadap cara penertiban, meski pemerintah menekankan aturan tertib dan keberadaan fasilitas yang sudah disiapkan.
Pesan Penting
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara ketertiban umum dan hak masyarakat untuk mencari nafkah.
Pemerintah daerah menegaskan akan terus memberikan solusi agar pedagang tetap bisa berjualan secara aman tanpa mengganggu mobilitas jalan, sekaligus menjaga ketertiban kota.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










