Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Rabu, 4 November 2026 20:21 WIB

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kang H Cucun: Pesantren Pilar Penting dalam Membangun Peradaban Bangsa

By Aga GustianaJumat, 1 November 2024 09:50 WIB3 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kontribusi pesantren patut diapresiasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Pasalnya, sejak sebelum Indonesia merdeka, Ponpes menjadi salah satu pilar yang turut andil dalam mewariskan ilmu dan pendidikan guna membantu negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPR RI H Cucun Ahmad Syamsurijal saat menghadiri peringatan haul ke-20 alm Almaghfurlah KH. Ali Imron bin Mama KH. Muhammad Faqih, di Pondok Pesantren Al Istiqomah, Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis malam (31/11/2024).

“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Kiai Haji Ali Imron beserta keluarga besar Ponpes Al Istiqomah yang telah mewariskan ilmu serta lembaga pendidikan guna membantu negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Cucun.

Pria yang akrab disapa Kang Haji Cucun ini menekankan kontribusi besar lembaga pendidikan berbasis agama Islam ini, karena tidak hanya mencetak generasi yang memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki keterampilan atau skill yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga:  Cawagub Gita KDI Berkomitmen Tingkatkan Pendidikan Santri dan Wirausaha di Jabar

Menurutnya, pesantren memiliki kekhasan tersendiri dalam mencetak generasi bangsa. Sebab, santri jebolan pesantren tidak hanya pandai beragama, mahir membaca Al-Qur’an, namun juga memiliki skill yang mumpuni dan bermanfaat bagi kehidupan mereka.

“Pesantren merupakan pilar penting dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat dan berakhlak mulia. Pendidikan karakter dan keterampilan yang diberikan di pesantren sangatlah krusial di era modern ini,” tutur jebolan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya itu.

Kang Cucun yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB secara terbuka menyatakan dirinya sebagai alumni pesantren menyebut bahwa pendidikan pesantren telah membentuk karakter dan bekal keterampilan yang membantunya dalam perjalanan hidup dan karirnya.

Ia melihat pesantren sebagai lembaga yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pengembangan potensi individu secara holistik.

Sebab, selain membentuk akhlak dan karakter anak bangsa, pesantren juga hadir memodernisasi sistem pendidikan melalui skill (keahlian kerja) dengan pendidikan vokasi melalui Balai Latihan Kerja Komunitas santri yang mampu dan memiliki keahlian selepas mengemban ilmu di pesantren.

Baca Juga:  Walkot Prabumulih Arlan Minta Maaf Soal Pencopotan Kepsek Gegara Tegur Anak Bawa Mobil

“Saat kembali ke masyarakat, santri bukan hanya bisa mengaji, tetapi memiliki kapasitas keahlian kerja yang unggul,” ungkap Kang Cucun sambil tersenyum.

Oleh karena itu, Cucun menyebut saat ini negara hadir untuk lembaga pesantren yang memiliki sejarah panjang dan berkontribusi besar terhadap negara, dengan lahirnya UU Pesantren yaitu UU No 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, dimana Cucun adalah salah seorang penggagasnya.

“Walau saat ini pun afirmasi negara terhadap pesantren belum begitu dirasakan. Karena dengan kemandiriannya dan tanpa keterlibatan anggaran negara, pesantren mampu hadir di tengah masyarakat untuk mendidik dan membentuk karakter anak bangsa,” tutur Kang Cucun.

Namun ia berharap ke depan pemerintah atau negara akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan pesantren untuk memastikan pesantren dapat terus berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Baca Juga:  bank bjb dan UI Perluas Kolaborasi untuk Dukung Transformasi Layanan Pendidikan Tinggi

Pada kesempatan itu, Kang Cucun turut menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin Iskandar kepada para kiai, ajengan, jamaah dan santri Ponpes Al Istiqomah yang senantiasa membersamai perjuangan dan langkah Partai Kebangkitan Bangsa.

Hadir dalam acara Haul ini KH Maman Imanul Haq, anggota DPR RI Fraksi PKB/ Komisi VIII, Paslon Cagub-Cawagub Jawa Barat KH Acep Adang dan Gitalis Dwi Natarina, KH Ahmad Fawzy Imron (PP Istiqomah), KH Fuad Musthofa Hanan (PP Baitul Arqom), Dr KH Abu Bakar Almasyturiyah Sukabumi, dan KH. Abdul Mujib (Ceng Mujib).

Selain itu, hadir pula para kiai dan alumni Pondok Pesantren Baitul Arqom, Lembur Awi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pendidikan Pesantren
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.