Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan GBLA! Ini Venue Baru Persib vs Manila Digger di Play-off ACL 2

Jumat, 21 Agustus 2026 19:32 WIB

7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu

Jumat, 21 Agustus 2026 19:26 WIB

25 Agustus 2026 Maulid Nabi, Jangan Lewatkan 7 Amalan Penuh Makna Ini

Jumat, 21 Agustus 2026 19:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan GBLA! Ini Venue Baru Persib vs Manila Digger di Play-off ACL 2
  • 7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu
  • 25 Agustus 2026 Maulid Nabi, Jangan Lewatkan 7 Amalan Penuh Makna Ini
  • Orang Tua Wajib Tahu! Instagram Kini Kirim Notifikasi Jika Remaja Cari Konten Menyakiti Diri
  • Bobotoh Wajib Tahu! Launching Persib 2026/27 Digelar sebelum Kontra Manila Digger
  • Saldo Bansos Belum Masuk? Ini Penyebab PKH, BPNT dan Bantuan Beras Agustus 2026 Belum Cair
  • Karhutla Ancam Kalimantan, 1.487 Titik Panas Terdeteksi hingga Udara Masuk Zona Berbahaya
  • 1.066 ASN di Kabupaten Bandung Terjerat Judol, Nilai Deposit Tembus Rp6,5 Miliar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Karhutla Ancam Kalimantan, 1.487 Titik Panas Terdeteksi hingga Udara Masuk Zona Berbahaya

By SusanaJumat, 21 Agustus 2026 18:39 WIB4 Mins Read
Karhutla Kalimantan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi 1.487 titik panas di sejumlah wilayah Pulau Kalimantan hingga Kamis (20/8/2026). Data tersebut terpantau melalui satelit NOAA-20 dan menjadi peringatan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kemarau.

Titik panas atau hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran. Namun, keberadaannya dapat menjadi indikator adanya area dengan suhu permukaan yang tinggi dan berpotensi berkembang menjadi kebakaran apabila kondisi lingkungan mendukung.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan titik panas paling banyak ditemukan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Sementara itu di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terdeteksi 74 titik, serta Kalimantan Utara sebanyak tiga titik,” kata Berton dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Sebaran 1.487 Titik Panas di Kalimantan

Berdasarkan pemantauan BNPB melalui satelit NOAA-20, titik panas tersebar di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan.

Berikut rinciannya:

  • Kalimantan Tengah: 767 titik panas
  • Kalimantan Barat: 560 titik panas
  • Kalimantan Selatan: 74 titik panas
  • Kalimantan Timur: 74 titik panas
  • Kalimantan Utara: 3 titik panas

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi. Dari total 1.487 titik panas yang terdeteksi di Kalimantan, lebih dari separuhnya berada di provinsi tersebut.

Kondisi ini membuat pengawasan terhadap wilayah yang rawan karhutla perlu terus diperkuat, terutama ketika cuaca kering dapat membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar.

Kualitas Udara Banjarbaru Memburuk

Ancaman karhutla tidak hanya terlihat dari banyaknya titik panas. Dampak asap juga mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan.

Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kualitas udara dalam 24 jam terakhir dilaporkan memburuk akibat meningkatnya konsentrasi partikulat halus atau PM2.5.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA.

Angka tersebut berada dalam kategori Berbahaya dan telah melewati ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori tersebut.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla dapat berkembang menjadi ancaman terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat, terutama apabila kebakaran menghasilkan asap dalam jumlah besar dan berlangsung dalam waktu lama.

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kalimantan

Kabut asap juga mulai mengganggu aktivitas transportasi udara di sejumlah wilayah Kalimantan.

Di Kalimantan Tengah, kabut asap akibat karhutla menyebabkan penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dibatalkan selama dua hari terakhir.

Sementara itu, aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, juga dihentikan sementara pada Jumat (21/8/2026).

Penghentian sementara aktivitas penerbangan dilakukan karena kabut asap semakin tebal sehingga jarak pandang berada di bawah batas aman untuk operasional penerbangan.

Gangguan tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat merembet ke berbagai aktivitas masyarakat. Selain memengaruhi kualitas udara, kabut asap juga berpotensi mengganggu kesehatan, mobilitas, transportasi, hingga aktivitas ekonomi.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Meluasnya dampak karhutla membuat kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, terutama selama periode kemarau.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar. Pencegahan menjadi penting karena api yang awalnya muncul dari area terbatas dapat meluas ketika kondisi lahan kering dan angin mendukung penyebaran api.

Karhutla juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesehatan. Asap yang dihasilkan dapat mengganggu pernapasan, sementara kerusakan ekosistem dan terganggunya aktivitas ekonomi dapat menjadi dampak lanjutan.

BNPB meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran di wilayahnya.

“Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” pungkas Berton.

Dengan terdeteksinya 1.487 titik panas di Kalimantan, pengawasan terhadap kawasan rawan karhutla perlu terus dilakukan. Terlebih, dampaknya mulai terlihat pada kualitas udara dan aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan masyarakat agar titik api tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

1.487 titik panas karhutla Kalimantan 2026 karhutla terbaru kebakaran hutan dan lahan titik panas Kalimantan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Saldo Bansos Belum Masuk? Ini Penyebab PKH, BPNT dan Bantuan Beras Agustus 2026 Belum Cair

Emak Gila

1.066 ASN di Kabupaten Bandung Terjerat Judol, Nilai Deposit Tembus Rp6,5 Miliar

Viral Konvoi Pelajar Bawa Celurit Teror Jalur Pantura Cirebon, 3 Pelaku Akhirnya Diciduk

Jabar Peringkat Satu Laporan Scam se-Indonesia, Kerugian Tembus Triliunan Rupiah

Bansos

Bansos Tahap 3 2026 Cair, Cek Sekarang Pakai HP untuk Lihat Status dan Desil DTSEN

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.