Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari

Senin, 13 April 2026 16:00 WIB
Persib Bandung

Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum

Senin, 13 April 2026 15:47 WIB
Persib Bandung

Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1

Senin, 13 April 2026 15:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari
  • Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum
  • Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1
  • 137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!
  • Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April 2026, Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
  • Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas
  • Fakta di Balik Hebohnya Kabar Thomas Ramdhan Pamit dari GIGI, Benarkah Ada Konflik Internal?
  • Warganet ‘Roast’ Menu MBG, Bandingkan Kualitasnya dengan Paket Nasi Murah di Supermarket
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Belum Damai, Kuasa Hukum Nina Tuntut Pemecatan Perawat

By SusanaSenin, 13 April 2026 15:12 WIB3 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung kembali menuai sorotan. Tim kuasa hukum Nina Saleha menilai sanksi yang diberikan kepada perawat terkait belum cukup tegas dan mendesak adanya tindakan pemecatan, bukan sekadar penonaktifan atau surat peringatan.

Kuasa hukum Nina, Krisna Murti, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai kelalaian biasa, melainkan sudah mengarah pada dugaan pelanggaran serius dalam prosedur pelayanan rumah sakit.

“Kami minta bukan hanya nonaktif atau SP, tapi pemecatan. Karena ini bukan sekadar lalai, ini sudah mengarah pada upaya mengalihkan bayi,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Desakan Buka CCTV untuk Ungkap Fakta

Pihak kuasa hukum juga mendesak manajemen RSHS Bandung untuk membuka rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengungkap kronologi secara transparan.

Menurut Krisna Murti, langkah ini penting untuk mengidentifikasi sosok yang sempat membawa bayi dan memastikan apakah ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.

Baca Juga:  Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas untuk Perawat RSHS

“Kami minta CCTV dibuka. Kami ingin tahu siapa orang yang membawa bayi itu, apakah dikenal atau tidak, dan bagaimana prosesnya bisa terjadi,” tegasnya.

Ia menyebut hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak rumah sakit terkait identitas orang tersebut, termasuk statusnya apakah pasien atau pihak lain.

Ancaman Tempuh Jalur Hukum

Kuasa hukum Nina juga menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum apabila tidak ada keterbukaan dari pihak rumah sakit.

Baca Juga:  Terungkap! Dokter Residen RSHS Diduga Gunakan Modus Serupa ke Korban Lain

Menurutnya, langkah hukum diperlukan agar aparat penegak hukum dapat mengusut secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya motif tertentu di balik insiden tersebut.

“Kalau tidak dibuka, kami akan masuk ke ranah hukum. Biar aparat yang mengusut siapa orang itu dan apa motifnya,” ujarnya.

Soroti Peran Petugas Keamanan Rumah Sakit

Selain tenaga medis, pihak kuasa hukum turut menyoroti peran petugas keamanan di RSHS Bandung yang dinilai tidak optimal dalam mencegah kejadian.

Menurutnya, petugas keamanan seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan tidak ada pihak yang keluar membawa bayi tanpa prosedur yang jelas.

“Security itu garda terdepan. Seharusnya mereka yang memastikan tidak ada orang keluar membawa bayi tanpa prosedur,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Total Rekrutmen Mahasiswa FK Pasca Skandal Dokter Pemerkosa di RSHS

Ia juga mempertanyakan tindakan petugas yang disebut justru memeriksa ponsel milik kliennya, alih-alih mencegah potensi pelanggaran yang terjadi.

Indikasi Kelalaian Serius dalam Prosedur

Pihak kuasa hukum menilai kejadian ini mengindikasikan adanya kelalaian serius dalam sistem keamanan dan prosedur pelayanan pasien di rumah sakit.

Pengungkapan identitas pihak yang terlibat dinilai menjadi kunci untuk memahami secara utuh rangkaian peristiwa, sekaligus memastikan tidak ada potensi pelanggaran hukum yang lebih besar.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, terutama terkait pentingnya standar keamanan dalam pelayanan kesehatan yang menyangkut keselamatan pasien, khususnya bayi baru lahir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

CCTV rumah sakit Bandung kasus bayi RSHS Bandung keamanan rumah sakit Indonesia Nina Saleha RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN bisa WFA

137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

Warung-Warung di Cileunyi Digerebek, Jeriken Tuak hingga Arak Bali Disita Polisi

DPRD Jabar dan Forum Bank Sampah Bahas Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Nyawa Sopir Jadi Taruhan! Rombongan Diduga Pejabat Blokir Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik Cuma Buat Foto!

Sumedang Darurat Integritas: Kadishub Jadi Pesakitan, Bukti Mandulnya Inspektorat dan Sandiwara Pengawasan Daerah

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.