bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan adanya belatung dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, mendadak viral. Program nasional yang menyasar 297 siswa di sekolah tersebut kini tengah berada di bawah pengawasan ketat otoritas kesehatan.
Merespons kabar yang meresahkan orang tua siswa tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut.
Sejumlah Kekurangan Fasilitas Ditemukan
Dalam peninjauan di lapangan, Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, membenarkan adanya beberapa aspek fasilitas yang belum memenuhi standar ideal. Pihaknya menemukan kelemahan pada tata kelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), area pengemasan, hingga fasilitas pencucian alat makan.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan program strategis nasional supaya berjalan dengan baik, ketika ada temuan kami minta segera diperbaiki,” tegas Made Setiawan saat memberikan keterangan, Jumat (10/4/2026).
Meskipun ditemukan kekurangan pada fasilitas pendukung, Dinkes belum bisa mengambil kesimpulan akhir terkait kualitas makanan yang viral tersebut sebelum proses investigasi mendalam selesai dilakukan.
Penjelasan Pihak Pengelola: Hanya Satu Porsi
Berdasarkan data distribusi, pada hari kejadian SPPG Cisarandi menyalurkan total 2.799 porsi makanan kepada para siswa penerima manfaat. Pihak pengelola berdalih bahwa temuan makanan tidak layak konsumsi tersebut merupakan kasus tunggal.
“Penjelasan dari pihak SPPG menyatakan makanan yang tidak layak dalam video hanya satu,” imbuh Made.
Otoritas Gizi Turun Tangan
Senada dengan Dinkes, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Cianjur juga tidak tinggal diam. Tim investigasi telah diterjunkan untuk menyisir fakta di lapangan guna memastikan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.
Ketua Koordinator BGN Cianjur, Sirojudin, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti dan menunggu klarifikasi resmi dari manajemen penyedia makanan.
“Kami masih menunggu laporan dari Kepala SPPG dan melakukan pengecekan ke lapangan,” jelas Sirojudin.
Kasus ini menjadi alarm bagi pelaksana program Makan Bergizi Gratis untuk lebih memperketat pengawasan higienitas dari dapur hingga ke tangan siswa, agar program strategis ini tidak tercederai oleh masalah keamanan pangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










