Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FF 30 AGUSTUS 2026: Jangan Sampai Telat, Klaim Skin Weapons & Bundle Gratisan Ini!

Minggu, 30 Agustus 2026 06:00 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Dapat Saldo DANA Gartis 30 Agustus 2026: Klaim via DANA Kaget dan Promo Resmi Hari Ini!

Minggu, 30 Agustus 2026 02:00 WIB

Kode Redeem FF 30 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon, Emote Rare, dan SG2 Gratis Sekarang!

Minggu, 30 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF 30 AGUSTUS 2026: Jangan Sampai Telat, Klaim Skin Weapons & Bundle Gratisan Ini!
  • Cara Dapat Saldo DANA Gartis 30 Agustus 2026: Klaim via DANA Kaget dan Promo Resmi Hari Ini!
  • Kode Redeem FF 30 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon, Emote Rare, dan SG2 Gratis Sekarang!
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Kabar Transfer Liga Inggris: Enzo Fernandez Sepakat Pindah ke Manchester City
  • Bukan Cuma Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Asetnya Bisa Disita dalam RUU Perampasan Aset
  • Daftar Bansos untuk Desil 1-4 DTSEN dan Cara Cek Statusnya lewat HP
  • Ancaman Nyata Krisis Iklim: Ketika Gunung Es Himalaya Mulai Mencair dan Bawa Petaka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 30 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Perdagangan Bayi ke Singapura: Orang Tua Tergiur Uang, Polda Jabar Ungkap Fakta Baru

By SusanaRabu, 16 Juli 2025 14:50 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jasad bayi. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru dalam kasus perdagangan bayi ke Singapura yang melibatkan sindikat human trafficking.

Berdasarkan hasil penyelidikan, mayoritas orang tua tega menjual bayinya karena desakan kebutuhan ekonomi.

“Keterangan dari salah satu korban menyebutkan motifnya karena faktor ekonomi,” ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, Rabu (16/7/2025).

Namun, penyidik masih belum berhasil mengidentifikasi seluruh orang tua dari para bayi yang telah dijual. Proses penelusuran asal-usul bayi yang menjadi korban sindikat ini masih terus berlangsung.

“Kami masih menelusuri asal bayi-bayi itu, siapa orang tuanya, dan apa motif sebenarnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Longsor di Tol Bocimi Arah Sukabumi, Polda Jabar Tutup Akses Lalu Lintas

Modus: Bujuk Ibu Hamil, Bayar Persalinan, Lalu Jual Bayi

Menurut Surawan, pelaku sindikat biasanya menarget perempuan hamil dengan pendekatan halus. Para pelaku membujuk, merayu, dan menawarkan imbalan uang. Setelah orang tua menyetujui, pelaku bahkan menanggung seluruh biaya persalinan.

Orang tua korban disebut menerima uang berkisar Rp11 juta hingga Rp16 juta sebagai imbalan atas penyerahan bayi.

Setelah bayi lahir, mereka dibawa ke rumah penampungan dan dirawat hingga usia 3 bulan. Kemudian sindikat membuatkan dokumen palsu seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan paspor di Pontianak.

“Pontianak menjadi tempat pembuatan dokumen-dokumen. Bayi dimasukkan ke kartu keluarga orang lain dan dibuatkan paspor,” jelas Surawan.

Baca Juga:  Terekam CCTV, Pelaku Pencurian Komponen Guardrail Pembatas Jalan Tol Soroja Berhasil Diringkus Polisi

Penangkapan Tersangka Baru di Bandara Soekarno-Hatta

Penyidik kini telah menangkap tersangka baru berinisial Y, seorang perempuan WNI yang tiba dari luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta. Tersangka langsung diamankan oleh petugas imigrasi setelah sebelumnya dicekal.

“Dia kembali ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dan langsung diamankan semalam,” ungkap Surawan.

Belum Ditemukan Dugaan Penjualan Organ

Saat ditanya mengenai potensi keterlibatan sindikat dalam penjualan organ tubuh bayi, Kombes Surawan menyebut hingga saat ini belum ada indikasi ke arah tersebut.

“Rata-rata tersangka menyatakan bayi dijual untuk diadopsi. Belum ada bukti soal penjualan organ,” tegasnya.

Baca Juga:  Sidang Praperadilan Pegi Masuk Agenda Pembuktian, Kuasa Hukum Hadirkan 5 Saksi

Kasus Terbongkar Setelah Orang Tua Lapor Bayinya ‘Diculik’

Kasus ini awalnya terbongkar karena salah satu orang tua bayi melapor ke polisi bahwa anaknya diculik. Namun, setelah penyelidikan, diketahui bahwa bayi tersebut memang dijual, namun belum dibayar oleh sindikat.

“Orang tuanya justru melaporkan bayinya diculik karena belum terima pembayaran dari pelaku,” beber Kombes Surawan.

Polda Jabar Terus Dalami Jaringan Human Trafficking

Polda Jabar kini tengah mendalami lebih lanjut jalur sindikat, mulai dari keuntungan finansial, struktur jaringan, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik perdagangan bayi lintas negara ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral

Bukan Cuma Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Asetnya Bisa Disita dalam RUU Perampasan Aset

Ancaman Nyata Krisis Iklim: Ketika Gunung Es Himalaya Mulai Mencair dan Bawa Petaka

Ilustrasi begal

Dijerat Tali Tambang dari Belakang, Driver Ojol di Tasikmalaya Bangkit dan Tumbangkan Begal

Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?

Sederet Skandal Sesama Jenis di Cianjur yang Berakhir Tragis dan Memicu Amarah Warga

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
  • Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.