Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027

Kamis, 30 April 2026 11:57 WIB

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kamis, 30 April 2026 10:59 WIB

Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?

Kamis, 30 April 2026 10:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027
  • Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?
  • Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Perdagangan Bayi ke Singapura: Orang Tua Tergiur Uang, Polda Jabar Ungkap Fakta Baru

By SusanaRabu, 16 Juli 2025 14:50 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jaad bayi. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru dalam kasus perdagangan bayi ke Singapura yang melibatkan sindikat human trafficking.

Berdasarkan hasil penyelidikan, mayoritas orang tua tega menjual bayinya karena desakan kebutuhan ekonomi.

“Keterangan dari salah satu korban menyebutkan motifnya karena faktor ekonomi,” ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, Rabu (16/7/2025).

Namun, penyidik masih belum berhasil mengidentifikasi seluruh orang tua dari para bayi yang telah dijual. Proses penelusuran asal-usul bayi yang menjadi korban sindikat ini masih terus berlangsung.

“Kami masih menelusuri asal bayi-bayi itu, siapa orang tuanya, dan apa motif sebenarnya,” imbuhnya.

Modus: Bujuk Ibu Hamil, Bayar Persalinan, Lalu Jual Bayi

Baca Juga:  Pegi Setiawan Bebas! Hakim Putuskan Penetapan Tersangka Tidak Sah

Menurut Surawan, pelaku sindikat biasanya menarget perempuan hamil dengan pendekatan halus. Para pelaku membujuk, merayu, dan menawarkan imbalan uang. Setelah orang tua menyetujui, pelaku bahkan menanggung seluruh biaya persalinan.

Orang tua korban disebut menerima uang berkisar Rp11 juta hingga Rp16 juta sebagai imbalan atas penyerahan bayi.

Setelah bayi lahir, mereka dibawa ke rumah penampungan dan dirawat hingga usia 3 bulan. Kemudian sindikat membuatkan dokumen palsu seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan paspor di Pontianak.

“Pontianak menjadi tempat pembuatan dokumen-dokumen. Bayi dimasukkan ke kartu keluarga orang lain dan dibuatkan paspor,” jelas Surawan.

Baca Juga:  Hakim Jadwalkan Jawaban Gugatan di Sidang Praperadilan Besok, Putusan Senin Depan

Penangkapan Tersangka Baru di Bandara Soekarno-Hatta

Penyidik kini telah menangkap tersangka baru berinisial Y, seorang perempuan WNI yang tiba dari luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta. Tersangka langsung diamankan oleh petugas imigrasi setelah sebelumnya dicekal.

“Dia kembali ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dan langsung diamankan semalam,” ungkap Surawan.

Belum Ditemukan Dugaan Penjualan Organ

Saat ditanya mengenai potensi keterlibatan sindikat dalam penjualan organ tubuh bayi, Kombes Surawan menyebut hingga saat ini belum ada indikasi ke arah tersebut.

“Rata-rata tersangka menyatakan bayi dijual untuk diadopsi. Belum ada bukti soal penjualan organ,” tegasnya.

Baca Juga:  Dinilai Tak Independen, Polda Jabar Pastikan Prof Agus Surono Beri Keterangan Sesuai Keahlian

Kasus Terbongkar Setelah Orang Tua Lapor Bayinya ‘Diculik’

Kasus ini awalnya terbongkar karena salah satu orang tua bayi melapor ke polisi bahwa anaknya diculik. Namun, setelah penyelidikan, diketahui bahwa bayi tersebut memang dijual, namun belum dibayar oleh sindikat.

“Orang tuanya justru melaporkan bayinya diculik karena belum terima pembayaran dari pelaku,” beber Kombes Surawan.

Polda Jabar Terus Dalami Jaringan Human Trafficking

Polda Jabar kini tengah mendalami lebih lanjut jalur sindikat, mulai dari keuntungan finansial, struktur jaringan, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik perdagangan bayi lintas negara ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

human trafficking modus jual bayi Polda Jabar sindikat perdagangan bayi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.