Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium

Selasa, 15 September 2026 14:33 WIB

Surga Kuliner Sukabumi: 11 Destinasi Rasa Legendaris yang Wajib Masuk Bucket List

Selasa, 15 September 2026 14:22 WIB

Lagi Cari Tempat Healing? Ini 3 Wisata Air Panas Bandung yang Bikin Betah

Selasa, 15 September 2026 14:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium
  • Surga Kuliner Sukabumi: 11 Destinasi Rasa Legendaris yang Wajib Masuk Bucket List
  • Lagi Cari Tempat Healing? Ini 3 Wisata Air Panas Bandung yang Bikin Betah
  • Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
  • Bukan Cuma Punclut, Api Juga Mengamuk di Paseh dan Pacet Kabupaten Bandung
  • Purbaya Bongkar Alasan Dicopot dari Menkeu, Ada Apa?
  • Soroti Penanganan Lambat, WALHI Jabar Ungkap Ancaman Tersembunyi di Balik Tumpahan Batu Bara Pangandaran
  • Maudy Ayunda Minta Maaf dan Akui Ada Privilese, Warganet: Pick Me Banget!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KDM Ajak Publik Tak Resah soal Penyatuan Gedung Sate-Gasibu, Warganet: Urgensinya Pak?

By Putra JuangKamis, 16 April 2026 13:20 WIB2 Mins Read
Gedung Sate. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana besar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk menyatukan ikon Jabar, Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu, Kota Bandung kini tengah menjadi sorotan tajam.

Proyek yang mengusung konsep penyatuan kawasan melalui penataan estetika ini menuai beragam reaksi, terutama mengenai urgensi penggunaan anggaran di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Visi Estetika Sang Gubernur

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (16/4/2026), Dedi Mulyadi membagikan video ilustrasi yang memperlihatkan megahnya kawasan Gedung Sate jika nantinya menyatu tanpa sekat dengan Lapangan Gasibu.

Dalam takarir unggahannya, ia menekankan pentingnya harmonisasi ruang kota.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Buka Sayembara Rp250 Juta, Buru Pelaku Penyekapan Brutal Wanita di Bandung

“Kalau bisa disatukan, kenapa harus dipisahkan. Diperindah, kenapa mesti resah?” tulis KDM, sapaan akrabnya, dalam postingan tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar Rp15,82 miliar untuk merealisasikan penataan kawasan ini.

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan nilai visual serta daya tarik wisata di pusat Kota Bandung.

“In This Economy”: Suara Resah Masyarakat

Meski menawarkan keindahan visual, rencana tersebut tidak lepas dari kritik pedas warganet. Sebagian besar masyarakat mempertanyakan prioritas pemerintah dalam mengalokasikan dana publik yang mencapai belasan miliar rupiah tersebut.

Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun @kresnayogha, yang mewakili keresahan publik mengenai dampak langsung dari pembangunan ini.

Baca Juga:  Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Warga menilai proyek ini lebih bersifat kosmetik daripada solutif. Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, pembangunan fisik yang dianggap tidak memiliki dampak ekonomi langsung bagi rakyat kecil dipandang terlalu memaksakan.

“Yang bikin resah masyarakat adalah urgensinya pak. In this economy, uang sebanyak itu dipakai untuk pembangunan yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat rasanya terlalu memaksakan,” tulis @kresnayogha saat berkomentar dalam postingan Dedi Mulyadi.

Muncul desakan agar anggaran sebesar Rp15,82 miliar tersebut dialihkan untuk sektor yang lebih mendesak, seperti perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, pendidikan, atau penguatan daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Dorong Ekspor Jabar, KDM Komitmen Perkuat Konektivitas Industri

“Masyarakat akan senang jika anggaran sebanyak itu di realokasi untuk kepentingan-kepentingan yang lebih mendesak,” tandasnya.

Dilema Ikon Kota

Gedung Sate dan Gasibu memang merupakan wajah dari Jabar. Namun, tantangan bagi pemerintah saat ini adalah membuktikan bahwa kemegahan arsitektur bisa berjalan selaras dengan kesejahteraan warga.

Bagi masyarakat, pertanyaan “kenapa mesti resah?” yang dilontarkan Dedi Mulyadi terjawab dengan satu kata: Prioritas.

Di mata publik, sebuah kota tidak hanya butuh diperindah, tetapi juga perlu memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas daerah benar-benar menjawab kebutuhan dasar warganya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jawa Barat Dedi Mulyadi Gedung Sate Lapangan Gasibu Pemprov Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium

gempa

Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG

Bukan Cuma Punclut, Api Juga Mengamuk di Paseh dan Pacet Kabupaten Bandung

Purbaya Bongkar Alasan Dicopot dari Menkeu, Ada Apa?

Soroti Penanganan Lambat, WALHI Jabar Ungkap Ancaman Tersembunyi di Balik Tumpahan Batu Bara Pangandaran

TPS Punclut Bandung Terbakar, Api Merambat ke Alang-alang hingga Petugas Turun ke Tebing

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.