bukamata.id – Kebakaran kembali melanda kawasan hutan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Meski api membakar pepohonan dan rerumputan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu operasional pengelolaan sampah di TPA Sarimukti.
DLH Jabar menyebutkan, titik kebakaran berada di luar kawasan operasional TPA, dengan jarak sekitar 2–3 kilometer ke arah Cipeundeuy dan Cikalongwetan. Aktivitas penerimaan dan pengelolaan sampah di lokasi tersebut pun masih berjalan normal hingga Rabu, 14 Oktober 2026.
Kepala Pengelolaan Sampah Regional (PSTR) DLH Jabar, Arief Perdana, mengatakan kebakaran terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2026. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lokasi kebakaran tidak berada di dalam area operasional TPA Sarimukti.
“Kalau yang ini terjadinya di luar area TPA, Bu. Jaraknya sekitar 2-3 kilometer ke arah Cipeundeuy/Cikalongwetan,” kata Arief saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
DLH Jabar Siapkan Langkah Pencegahan Kebakaran di TPA Sarimukti
Meski kebakaran terjadi di luar kawasan operasional, DLH Jabar tetap melakukan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kebakaran di area TPA Sarimukti. Arief mengaku belum memperoleh informasi mengenai penyebab kebakaran hutan tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan pengelola adalah menutup timbunan sampah menggunakan tanah urug. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi kebakaran di kawasan pengelolaan sampah.
Selain itu, pengelola TPA Sarimukti telah menyediakan sarana pemadam kebakaran, mulai dari hidran hingga alat pemadam api ringan (APAR) dan alat pemadam api berat (APAB).
Pengelola juga memberikan imbauan dan larangan merokok kepada pemulung serta pengemudi truk pengangkut sampah. Kebijakan tersebut diterapkan untuk meminimalkan kemungkinan munculnya sumber api di area TPA.
DLH Jabar turut berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat. Koordinasi ini dilakukan untuk mendukung simulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
“Alhamdulillah, aman. Ada beberapa upaya yang kita lakukan untuk pencegahan kebakaran,” ujar Arief.
Ia menegaskan, kebakaran di kawasan hutan sekitar TPA Sarimukti sejauh ini tidak berdampak terhadap aktivitas pengelolaan sampah. Pelayanan di lokasi tersebut tetap berlangsung seperti biasa.
Api Bakar Pepohonan dan Rerumputan di Kawasan Hutan Sarimukti
Sebelumnya, kebakaran terjadi di kawasan hutan dekat Jembatan Cilimus, Kampung Cipicung, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa siang, 13 Oktober 2026.
Api dilaporkan membakar pepohonan, rerumputan, serta daun-daun kering. Kepulan asap terlihat oleh pengendara yang melintas di jalur Rajamandala–Cipeundeuy.
Kobaran api juga sempat mendekati saung dan lapak pengepul barang bekas yang berada di tepi kawasan hutan. Asap yang ditimbulkan mengganggu kenyamanan para pekerja di lapak tersebut hingga menghambat aktivitas mereka.
Hingga informasi ini disusun, penyebab kebakaran belum diketahui berdasarkan keterangan yang disampaikan DLH Jabar.
Kebakaran Hutan di Sekitar TPA Sarimukti Pernah Terjadi
Kebakaran serupa sebelumnya terjadi pada Selasa, 8 September 2026, di kawasan hutan sekitar TPA Sarimukti, tepatnya di perbatasan Kecamatan Cipatat dan Cipeundeuy.
Saat itu, sejumlah titik api terlihat membakar rerumputan dan pepohonan. Petugas Perhutani berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual.
Berulangnya kebakaran di kawasan hutan sekitar TPA Sarimukti menjadi perhatian dalam upaya menjaga keamanan lingkungan. Meskipun titik api terbaru berada di luar area operasional TPA, pencegahan dan kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas.
DLH Jabar memastikan operasional TPA Sarimukti masih berjalan normal. Pemantauan dan upaya pencegahan kebakaran menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran pengelolaan sampah sekaligus mengurangi risiko kebakaran di kawasan sekitarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










