bukamata.id – Petualangan singkat namun berkesan bek asal Prancis, Layvin Kurzawa, bersama Persib Bandung akhirnya menemui titik akhir. Kepastian ini muncul tepat setelah gelaran Super League musim 2025/2026 resmi ditutup.
Meski durasi kerja samanya hanya berjalan selama lima bulan, mantan pilar Paris Saint-Germain tersebut menyimpan kenangan manis yang sulit dilupakan. Melalui pernyataan resmi di akun media sosial pribadinya, Kurzawa menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh bagi publik sepak bola Indonesia.
Catatan Statistik dan Kontroversi Gaji
Kurzawa tiba di Bandung dengan ekspektasi tinggi. Namun, kontribusinya di lapangan memang terbilang terbatas. Selama berseragam Maung Bandung, ia tercatat hanya tampil dalam tujuh pertandingan di kompetisi domestik serta dua laga di ajang ACL Two 2025/2026. Secara akumulasi, pemain berusia 33 tahun ini hanya mengemas total 165 menit bermain.
Kondisi inilah yang sempat memicu perbincangan hangat di kalangan suporter. Mengingat nilai kontraknya yang dikabarkan mencapai angka fantastis, yakni Rp13 miliar untuk durasi lima bulan, banyak pihak menyoroti efektivitas investasi klub. Jika dirinci, Persib merogoh kocek sekitar Rp2,6 miliar setiap bulannya untuk sang pemain.
Menghormati Keputusan Klub
Dalam pesan perpisahannya, Kurzawa tak menampik bahwa dirinya sebenarnya menyimpan harapan untuk terus melanjutkan karier di tanah Pasundan. Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa sepak bola adalah industri yang sangat dinamis, di mana keputusan manajemen kerap tidak selaras dengan keinginan pribadi pemain.
“Sebenarnya saya sangat ingin melanjutkan bab perjalanan ini. Namun, saya belajar bahwa dalam dunia profesional, ada keputusan yang di luar kendali kita. Saya menghargai setiap langkah yang diambil manajemen Persib dan pergi dengan rasa syukur yang mendalam,” tulis Kurzawa.
Kesan Mendalam terhadap Bobotoh
Bagi Kurzawa, pengalaman bermain di hadapan militansi Bobotoh adalah sebuah anomali positif yang belum pernah ia rasakan di klub-klub Eropa sebelumnya. Ia mengaku takjub dengan bagaimana para pendukung menyambutnya sejak hari pertama menginjakkan kaki di Bandung.
Ia pun menutup pernyataan tersebut dengan harapan suatu saat nanti bisa kembali bersinggungan dengan atmosfer sepak bola di Indonesia.
“Mengenakan jersey kebanggaan ini, merasakan getaran emosi di stadion, dan menjadi bagian dari keluarga besar Persib adalah sebuah kehormatan. Terima kasih untuk cinta dan energi yang kalian berikan. Saya berharap takdir akan mempertemukan kita kembali suatu saat nanti,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









