Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Minggu, 27 September 2026 13:02 WIB

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Minggu, 27 September 2026 12:39 WIB

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Minggu, 27 September 2026 12:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang
  • Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan
  • Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026
  • Persib Masuk Periode Berat, Marc Klok Minta Pemain Jaga Fisik dan Mental
  • Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini
  • Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta
  • Kisah Pahit Manis Rahmat Erwin: Dulu Kurang Diperhatikan, Kini Jadi Pahlawan Emas Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Masuk Sekolah Pagi Dedi Mulyadi Dinilai Beresiko Bagi Perkembangan Otak Anak

By SusanaJumat, 6 Juni 2025 16:15 WIB3 Mins Read
Siswa sekolah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengatur jam masuk sekolah dimulai pukul 06.30 WIB melalui Surat Edaran Nomor 58/PK.03/DISDIK menuai respons beragam.

Salah satunya datang dari Neuroscience Communicator, Trisa Triandesa, yang menilai kebijakan ini berisiko terhadap kesehatan otak dan perkembangan anak.

Dalam Instagram pribadinya, Trisa menyampaikan bahwa berdasarkan ilmu neuroscience, kebijakan masuk sekolah terlalu pagi dapat berdampak serius pada kondisi psikologis dan kemampuan belajar siswa, terutama remaja usia SMP dan SMA.

“Kang Dedi, punten pisan ini mah. Saya ingin menanggapi rencana jam masuk sekolah pukul 6 pagi dari sudut pandang neuroscience. Dari perspektif otak dan perkembangan anak, ini justru berisiko besar,” ungkap Trisa yang juga merupaka lulusan S2 Neuroscience, dikutip dari Instagram @trisatriandesa, Jumat (6/6/2025).

Trisa menjelaskan bahwa anak-anak usia 6–12 tahun memang secara biologis lebih siap belajar di pagi hari. Namun, mereka tetap memerlukan waktu tidur 9–11 jam per malam untuk perkembangan otak yang optimal.

Baca Juga:  Kontroversi UMSK Jabar 2026: Dedi Mulyadi Disebut Anti Kritik, KSPI Siap Demo Maraton

“Kalau masuk jam 6 pagi, berarti harus tidur jam 7 malam, bahkan lebih awal kalau rumahnya jauh. Realistis tidak Kang?” ujarnya.

Kondisi makin mengkhawatirkan untuk remaja usia 13–18 tahun. Menurut Trisa, saat pubertas otak mengalami pergeseran ritme sirkadian yang membuat remaja cenderung tidur lebih larut.

“Kalau dipaksa bangun jam 4 atau 5 pagi, yang terjadi adalah kekurangan tidur kronis. Akibatnya: konsentrasi menurun, memori terganggu, risiko depresi meningkat, dan prestasi akademis merosot,” jelasnya.

Sejumlah studi neuroscience menunjukkan bahwa waktu paling optimal untuk belajar adalah sekitar pukul 9–10 pagi. Beberapa negara yang menerapkan jam sekolah lebih siang justru mencatatkan peningkatan prestasi dan kesehatan mental siswa.

Baca Juga:  Jabar Luncurkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal, Target 3 Juta Peserta

“Kalau tujuannya membentuk karakter dan disiplin, jangan dengan cara yang mengorbankan otak anak. Emangnya mau kualitas warga Jabar menurun? Nanti Kang Dedi loh yang disalahin,” kata Trisa.

Kebijakan ini disebut bertujuan meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas siswa. Namun, sejumlah pihak menilai perlunya landasan ilmiah yang kuat agar kebijakan tidak kontraproduktif terhadap tumbuh kembang siswa.

“Kalau boleh tahu nih Kang, landasan ilmiah apa yang dipakai untuk menetapkan siswa Jabar masuk jam 6 pagi?” tutup Trisa dengan nada mempertanyakan.

Sebagai informasi, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, telah mengeluarkan Surat Edaran No. 58/PK.03/DISDIK yang mengatur jam belajar dimulai pukul 06.30 WIB untuk semua jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA/SMK.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dituding Anti-Islam oleh Warga Jakarta Gara-Gara Ganti Nama RS, Ini Respons Tegasnya

Jam belajar hanya berlaku Senin sampai Jumat, sementara Sabtu dan Minggu ditetapkan sebagai hari libur.

Dedi Mulyadi juga mengatakan, bahwa aturan tersebut bersifat umum dan akan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.

“Dulu waktu saya jadi Bupati, sekolah mulai jam 6 dan banyak pegunungan. Yang penting standarnya 06.30. Nanti akan ada aturan teknis yang disusun oleh kepala UPT masing-masing, menyesuaikan distribusi dan kondisi wilayah,” kata Dedi.

Menurutnya, ketentuan tersebut tidak bersifat kaku dan dapat diadaptasi sesuai kultur lokal.

“Kan ini aturan bersifat umum dari gubernur, tapi nanti ada ketentuan khusus dari kepala UPT. Di daerah pegunungan biasanya jarak lebih dekat. Kalau SD dan SMP lebih mudah dijangkau, SMA mungkin lebih jauh,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.