Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ikuti Jejak Indonesia, Inggris Larang Total Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos Mulai 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 19:56 WIB

Sisi Lain Icuk Baros: Dari Tukang Servis Kompor Jadi ‘Bos Saep’ Copet Legendaris yang Dicintai Penonton

Sabtu, 20 Juni 2026 19:34 WIB

Depak Kurzawa dan Barba, Persib Dikabarkan Incar Eks Striker Real Madrid

Sabtu, 20 Juni 2026 18:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ikuti Jejak Indonesia, Inggris Larang Total Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos Mulai 2027
  • Sisi Lain Icuk Baros: Dari Tukang Servis Kompor Jadi ‘Bos Saep’ Copet Legendaris yang Dicintai Penonton
  • Depak Kurzawa dan Barba, Persib Dikabarkan Incar Eks Striker Real Madrid
  • Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya
  • Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Pesan Religiusnya Bikin Merinding
  • Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng
  • Goncang Dunia! Kisah Miyu Pranoto, Dancer Cilik Indonesia yang Ditakuti Lawan Lintas Negara
  • Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Masuk Sekolah Pagi Dedi Mulyadi Dinilai Beresiko Bagi Perkembangan Otak Anak

By SusanaJumat, 6 Juni 2025 16:15 WIB3 Mins Read
Siswa sekolah. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengatur jam masuk sekolah dimulai pukul 06.30 WIB melalui Surat Edaran Nomor 58/PK.03/DISDIK menuai respons beragam.

Salah satunya datang dari Neuroscience Communicator, Trisa Triandesa, yang menilai kebijakan ini berisiko terhadap kesehatan otak dan perkembangan anak.

Dalam Instagram pribadinya, Trisa menyampaikan bahwa berdasarkan ilmu neuroscience, kebijakan masuk sekolah terlalu pagi dapat berdampak serius pada kondisi psikologis dan kemampuan belajar siswa, terutama remaja usia SMP dan SMA.

“Kang Dedi, punten pisan ini mah. Saya ingin menanggapi rencana jam masuk sekolah pukul 6 pagi dari sudut pandang neuroscience. Dari perspektif otak dan perkembangan anak, ini justru berisiko besar,” ungkap Trisa yang juga merupaka lulusan S2 Neuroscience, dikutip dari Instagram @trisatriandesa, Jumat (6/6/2025).

Trisa menjelaskan bahwa anak-anak usia 6–12 tahun memang secara biologis lebih siap belajar di pagi hari. Namun, mereka tetap memerlukan waktu tidur 9–11 jam per malam untuk perkembangan otak yang optimal.

Baca Juga:  Paradoks! Ucapan Dedi Mulyadi Sebelum dan Sesudah Tragedi Pesta Rakyat Garut Tuai Tanda Tanya

“Kalau masuk jam 6 pagi, berarti harus tidur jam 7 malam, bahkan lebih awal kalau rumahnya jauh. Realistis tidak Kang?” ujarnya.

Kondisi makin mengkhawatirkan untuk remaja usia 13–18 tahun. Menurut Trisa, saat pubertas otak mengalami pergeseran ritme sirkadian yang membuat remaja cenderung tidur lebih larut.

“Kalau dipaksa bangun jam 4 atau 5 pagi, yang terjadi adalah kekurangan tidur kronis. Akibatnya: konsentrasi menurun, memori terganggu, risiko depresi meningkat, dan prestasi akademis merosot,” jelasnya.

Sejumlah studi neuroscience menunjukkan bahwa waktu paling optimal untuk belajar adalah sekitar pukul 9–10 pagi. Beberapa negara yang menerapkan jam sekolah lebih siang justru mencatatkan peningkatan prestasi dan kesehatan mental siswa.

Baca Juga:  Banjir Bogor Makin Parah, Dedi Mulyadi Desak PTPN Stop Alih Fungsi Lahan

“Kalau tujuannya membentuk karakter dan disiplin, jangan dengan cara yang mengorbankan otak anak. Emangnya mau kualitas warga Jabar menurun? Nanti Kang Dedi loh yang disalahin,” kata Trisa.

Kebijakan ini disebut bertujuan meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas siswa. Namun, sejumlah pihak menilai perlunya landasan ilmiah yang kuat agar kebijakan tidak kontraproduktif terhadap tumbuh kembang siswa.

“Kalau boleh tahu nih Kang, landasan ilmiah apa yang dipakai untuk menetapkan siswa Jabar masuk jam 6 pagi?” tutup Trisa dengan nada mempertanyakan.

Sebagai informasi, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, telah mengeluarkan Surat Edaran No. 58/PK.03/DISDIK yang mengatur jam belajar dimulai pukul 06.30 WIB untuk semua jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA/SMK.

Baca Juga:  Tak Ingin Mubazir, Dedi Mulyadi Ingin Satu Produk Digital untuk Semua Layanan Publik

Jam belajar hanya berlaku Senin sampai Jumat, sementara Sabtu dan Minggu ditetapkan sebagai hari libur.

Dedi Mulyadi juga mengatakan, bahwa aturan tersebut bersifat umum dan akan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.

“Dulu waktu saya jadi Bupati, sekolah mulai jam 6 dan banyak pegunungan. Yang penting standarnya 06.30. Nanti akan ada aturan teknis yang disusun oleh kepala UPT masing-masing, menyesuaikan distribusi dan kondisi wilayah,” kata Dedi.

Menurutnya, ketentuan tersebut tidak bersifat kaku dan dapat diadaptasi sesuai kultur lokal.

“Kan ini aturan bersifat umum dari gubernur, tapi nanti ada ketentuan khusus dari kepala UPT. Di daerah pegunungan biasanya jarak lebih dekat. Kalau SD dan SMP lebih mudah dijangkau, SMA mungkin lebih jauh,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jam masuk sekolah neuroscience otak siswa Trisa Triandesa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Refleksi Pedas 19 Tahun KBB: Tokoh Pendiri Sindir Pejabat yang Cuma Pamer Pencapaian Semu!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.