Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara

Kamis, 13 Agustus 2026 17:11 WIB

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Kamis, 13 Agustus 2026 17:02 WIB

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Kamis, 13 Agustus 2026 16:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
  • Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb
  • Tak Lagi Bergantung Browser, ChatGPT Resmi Bisa Dipakai Langsung di Desktop Linux
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
  • Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kecil-Kecil Cabe Rawit! Bocah 6 Tahun Lebih Pilih ‘Siksa’ Fisik di Gunung Daripada Main HP

By SusanaMinggu, 19 April 2026 09:14 WIB3 Mins Read
Qaireen Bisyri atau Kekey, bocah 6,5 tahun asal Indonesia, sukses mendaki 6 gunung dan menuntaskan trail run 10 km. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah kekhawatiran orang tua akan kecanduan gawai dan minimnya aktivitas fisik anak, muncul sosok kecil yang justru menantang batas. Namanya Qaireen Bisyri, akrab disapa Kekey, bocah berusia 6,5 tahun yang telah menorehkan pencapaian tak biasa.

Di usia ketika sebagian besar anak masih bermain di halaman rumah, Kekey sudah menapaki jalur terjal pegunungan dan menaklukkan lintasan lari alam sejauh 10 kilometer. Sebuah perjalanan yang bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang disiplin, konsistensi, dan pola asuh yang berbeda.

Dari Ulang Tahun ke Puncak Gunung

Perjalanan Kekey dimulai dari sesuatu yang sederhana, sebuah perayaan ulang tahun ke-5 yang tidak biasa. Alih-alih pesta meriah, ia justru diajak mendaki Gunung Gede.

Momen itu menjadi titik balik. Apa yang awalnya sekadar pengalaman, berubah menjadi kebiasaan. Sejak saat itu, aktivitas mendaki bukan lagi hal asing bagi Kekey.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, ia telah menjelajahi sejumlah gunung populer di Jawa Barat seperti Gunung Papandayan, Gunung Ciremai, Gunung Salak, Gunung Pangrango, hingga Gunung Cikuray.

Setiap pendakian bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga membentuk mental tangguh yang jarang dimiliki anak seusianya.

Latihan Konsisten: Dari Jalur Gunung ke Lintasan Lari

Seiring waktu, orang tua Kekey mulai mengenalkannya pada olahraga lari. Awalnya, aktivitas ini hanya menjadi bagian dari latihan fisik untuk mendukung pendakian.

Namun, arah itu berubah ketika Kekey mengikuti sebuah lomba dan berhasil menjuarai kategori anak (kid/dash 600 meter). Kemenangan tersebut menjadi titik awal keseriusannya di dunia lari.

Kini, Kekey menjalani latihan rutin tiga kali dalam seminggu. Jalur-jalur di kawasan Sentul menjadi saksi konsistensinya membangun stamina sejak usia dini.

Taklukkan Trail Run 10 Kilometer

Puncak perhatian publik datang ketika Kekey berhasil menyelesaikan lomba trail run sejauh 10 kilometer. Sebuah capaian yang bahkan bagi orang dewasa pun tidak mudah.

Keberhasilan ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada proses panjang, disiplin latihan, serta dukungan keluarga yang kuat.

Ayahnya melalui akun Instagram @journkeylaurio mengungkapkan bahwa semua ini berawal dari keinginan sederhana mengenalkan anak pada alam.

“Awalnya cuma ngajak dia main ke alam, sekarang jadi perjalanan yang seru buat kami. Semoga bisa menjadi motivasi yang positif bagi anak-anak di Indonesia,” tulisnya.

Viral dan Jadi Inspirasi, Warganet Bereaksi

Kisah Kekey dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang terinspirasi, tak sedikit pula yang kagum dengan mental dan ketangguhan bocah tersebut.

Beberapa komentar yang mencuat yang dikutip dari kolom komentar akun Instagram @volix.media, di antaranya:

“Keren dek, mentalnya sudah tangguh sejak dini,” tulis akun @rez***
“Bibit unggul nih, harus dipantau perkembangannya,” komentar @neg***
“Dek, kamu keren,” tambah akun @der***

Di balik komentar sederhana itu, tersimpan harapan besar bahwa generasi muda Indonesia mampu tumbuh dengan karakter kuat, sehat, dan mencintai alam.

Lebih dari Sekadar Prestasi

Fenomena Kekey bukan hanya soal pencapaian individu. Ia membuka diskusi lebih luas tentang pola asuh, gaya hidup anak, hingga pentingnya aktivitas fisik sejak dini.

Di era digital saat ini, ketika anak-anak lebih akrab dengan layar dibanding alam, kisah seperti ini menjadi pengingat bahwa pengalaman nyata tetap tak tergantikan.

Namun, di sisi lain, pendekatan seperti ini juga menuntut perhatian ekstra. Aktivitas ekstrem seperti pendakian dan trail run tetap harus dilakukan dengan pengawasan ketat, perencanaan matang, serta menyesuaikan kondisi fisik anak.

Menatap Tantangan Berikutnya

Dengan konsistensi latihan dan pengalaman yang terus bertambah, Kekey kini bersiap menghadapi berbagai lomba lari, baik road race maupun trail run.

Perjalanannya masih panjang. Namun satu hal yang sudah terlihat jelas: semangat dan disiplin bisa ditanamkan sejak dini, bahkan dari langkah kecil di jalur setapak gunung.

Kekey bukan sekadar bocah pendaki atau pelari cilik. Ia adalah simbol bahwa batas sering kali hanya ada di pikiran, dan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari usia yang sangat muda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak naik gunung bocah pendaki Indonesia Gunung Gede inspirasi anak Indonesia Kekey trail run Qaireen Bisyri trail run 10 km
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb

Tak Lagi Bergantung Browser, ChatGPT Resmi Bisa Dipakai Langsung di Desktop Linux

Rayakan HUT ke-81 RI, Bandros Cuma Rp81 Selama 16-17 Agustus 2026

Rekam Jejak Clareesya: Kreator Bakat Paruh Waktu, Ratu Panggung, dan Badai ‘Gaya Takbir’

Kode Redeem FF

Kode Redeem FF 13 Agustus 2026 Terbaru, Klaim Gratis Skin dan Bundle HUT RI

Pramuka

Panduan Chord Gitar dan Lirik Hymne dan Mars Pramuka: Resonansi Janji Pandu Menuju Indonesia Emas

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.