Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat

Rabu, 29 Juli 2026 09:18 WIB

Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi

Rabu, 29 Juli 2026 09:06 WIB

Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal

Rabu, 29 Juli 2026 08:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat
  • Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Revitalisasi Gedung Sate, Tegaskan Bukan Bangun Ulang

By SusanaMinggu, 19 April 2026 10:15 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan atas berbagai kritik publik terkait proyek penataan kawasan Gedung Sate yang saat ini tengah berjalan.

Melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Minggu (19/4/2026), Dedi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan masukan, kritik, dan gagasan terhadap kebijakan pemerintah provinsi.

“Selamat juga kepada setiap wargi yang setiap hari memberikan kritik kepada pemerintahan Jawa Barat. Terima kasih atas saran, pikiran, dan gagasannya terhadap penataan halaman Gedung Sate,” ujar Dedi.

Tegaskan Bukan Pembangunan Ulang

Dedi menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah pembangunan baru atau perubahan struktur Gedung Sate, melainkan hanya penataan kawasan halaman.

Ia memastikan bangunan bersejarah tersebut tetap dilindungi undang-undang sebagai heritage yang tidak boleh diubah bentuknya.

“Penataan halaman Gedung Sate bukan membangun atau merubah Gedung Sate. Itu bangunan heritage yang dilindungi undang-undang,” jelasnya.

Namun demikian, ia menyebut bahwa gedung akan dilakukan pengecatan ulang setelah sekian lama tidak mendapat perawatan. Proses tersebut, kata dia, tetap harus melalui izin dari Kementerian Kebudayaan.

“Sebentar lagi gedungnya akan dicat. Tapi mengecatnya pun harus izin dari Kementerian Kebudayaan,” tambahnya.

Sentuh Nilai Sejarah dan Identitas Bangsa

Dalam pernyataannya, Dedi juga menyinggung nilai historis Gedung Sate yang dibangun pada masa kolonial Belanda, namun melibatkan tenaga kerja lokal dan sumber daya dari Indonesia.

Ia menilai, perawatan bangunan bersejarah merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan sejarah bangsa.

“Walaupun dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda, tapi pekerja kulinya dari Indonesia dan uangnya juga dari Indonesia,” ungkapnya.

Proyek Penataan Kawasan Gedung Sate–Gasibu

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat tengah menggagas penataan besar kawasan pusat pemerintahan yang menghubungkan Lapangan Gasibu dengan Gedung Sate.

Proyek ini mencakup penyatuan plaza depan Gedung Sate dengan Gasibu menjadi ruang publik terpadu serta penataan ulang lalu lintas di kawasan Jalan Diponegoro.

“Kalau bisa disatukan, kenapa harus dipisahkan. Diperindah, kenapa mesti resah?” kata Dedi.

Tujuan Kurangi Kemacetan dan Perbaiki Akses

Menurut Dedi, salah satu alasan utama penataan ini adalah untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi saat kegiatan besar atau aksi massa di sekitar Gedung Sate.

Kondisi tersebut sering menyebabkan penutupan Jalan Diponegoro dan berdampak pada arus lalu lintas Kota Bandung.

Dengan konsep baru, kendaraan akan diarahkan melalui jalur melingkar yang melewati kawasan Masjid Pusdai, sehingga akses jalan tetap terbuka.

“Bukan jembatan, jalannya melingkar. Sebagian Gasibu digunakan untuk jalur di ujungnya,” jelasnya.

Konsep Ruang Publik Terpadu

Penataan kawasan ini juga mengusung konsep ruang terbuka hijau dan budaya Jawa Barat. Area depan Gedung Sate akan diintegrasikan dengan Gasibu menjadi ruang publik seluas lebih dari 14 ribu meter persegi.

Tujuannya adalah mengembalikan kawasan tersebut sebagai sumbu utama identitas pemerintahan Jawa Barat tanpa menghilangkan nilai sejarah yang ada.

Respons terhadap Kritik Publik

Menanggapi kritik yang muncul, Dedi menyampaikan bahwa dirinya terbuka terhadap masukan masyarakat dan menjadikannya bagian dari proses perbaikan kebijakan.

“Terima kasih atas kritik dan saran. Saatnya Jawa Barat bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dunia,” tulisnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep penataan ruang publik seperti ini bukan hal baru dalam pengalamannya saat memimpin daerah sebelumnya, yang pernah menggabungkan ruang alun-alun dengan pusat pemerintahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gasibu Bandung Gedung Sate heritage Gedung Sate Jalan Diponegoro Pemprov Jabar penataan Bandung revitalisasi Gedung Sate
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.