Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Selasa, 27 Oktober 2026 17:21 WIB

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 17:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Revitalisasi Gedung Sate, Tegaskan Bukan Bangun Ulang

By SusanaMinggu, 19 April 2026 10:15 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan atas berbagai kritik publik terkait proyek penataan kawasan Gedung Sate yang saat ini tengah berjalan.

Melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Minggu (19/4/2026), Dedi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan masukan, kritik, dan gagasan terhadap kebijakan pemerintah provinsi.

“Selamat juga kepada setiap wargi yang setiap hari memberikan kritik kepada pemerintahan Jawa Barat. Terima kasih atas saran, pikiran, dan gagasannya terhadap penataan halaman Gedung Sate,” ujar Dedi.

Tegaskan Bukan Pembangunan Ulang

Dedi menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah pembangunan baru atau perubahan struktur Gedung Sate, melainkan hanya penataan kawasan halaman.

Ia memastikan bangunan bersejarah tersebut tetap dilindungi undang-undang sebagai heritage yang tidak boleh diubah bentuknya.

“Penataan halaman Gedung Sate bukan membangun atau merubah Gedung Sate. Itu bangunan heritage yang dilindungi undang-undang,” jelasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dituding Anti-Islam oleh Warga Jakarta Gara-Gara Ganti Nama RS, Ini Respons Tegasnya

Namun demikian, ia menyebut bahwa gedung akan dilakukan pengecatan ulang setelah sekian lama tidak mendapat perawatan. Proses tersebut, kata dia, tetap harus melalui izin dari Kementerian Kebudayaan.

“Sebentar lagi gedungnya akan dicat. Tapi mengecatnya pun harus izin dari Kementerian Kebudayaan,” tambahnya.

Sentuh Nilai Sejarah dan Identitas Bangsa

Dalam pernyataannya, Dedi juga menyinggung nilai historis Gedung Sate yang dibangun pada masa kolonial Belanda, namun melibatkan tenaga kerja lokal dan sumber daya dari Indonesia.

Ia menilai, perawatan bangunan bersejarah merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan sejarah bangsa.

“Walaupun dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda, tapi pekerja kulinya dari Indonesia dan uangnya juga dari Indonesia,” ungkapnya.

Proyek Penataan Kawasan Gedung Sate–Gasibu

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat tengah menggagas penataan besar kawasan pusat pemerintahan yang menghubungkan Lapangan Gasibu dengan Gedung Sate.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran, Dedi Mulyadi Klaim Hemat 4 Triliun sebelum Menjabat

Proyek ini mencakup penyatuan plaza depan Gedung Sate dengan Gasibu menjadi ruang publik terpadu serta penataan ulang lalu lintas di kawasan Jalan Diponegoro.

“Kalau bisa disatukan, kenapa harus dipisahkan. Diperindah, kenapa mesti resah?” kata Dedi.

Tujuan Kurangi Kemacetan dan Perbaiki Akses

Menurut Dedi, salah satu alasan utama penataan ini adalah untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi saat kegiatan besar atau aksi massa di sekitar Gedung Sate.

Kondisi tersebut sering menyebabkan penutupan Jalan Diponegoro dan berdampak pada arus lalu lintas Kota Bandung.

Dengan konsep baru, kendaraan akan diarahkan melalui jalur melingkar yang melewati kawasan Masjid Pusdai, sehingga akses jalan tetap terbuka.

“Bukan jembatan, jalannya melingkar. Sebagian Gasibu digunakan untuk jalur di ujungnya,” jelasnya.

Konsep Ruang Publik Terpadu

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Klaim Sudah Bayar Pajak Mobil Mewah dan Mutasi Rp70 Juta

Penataan kawasan ini juga mengusung konsep ruang terbuka hijau dan budaya Jawa Barat. Area depan Gedung Sate akan diintegrasikan dengan Gasibu menjadi ruang publik seluas lebih dari 14 ribu meter persegi.

Tujuannya adalah mengembalikan kawasan tersebut sebagai sumbu utama identitas pemerintahan Jawa Barat tanpa menghilangkan nilai sejarah yang ada.

Respons terhadap Kritik Publik

Menanggapi kritik yang muncul, Dedi menyampaikan bahwa dirinya terbuka terhadap masukan masyarakat dan menjadikannya bagian dari proses perbaikan kebijakan.

“Terima kasih atas kritik dan saran. Saatnya Jawa Barat bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dunia,” tulisnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep penataan ruang publik seperti ini bukan hal baru dalam pengalamannya saat memimpin daerah sebelumnya, yang pernah menggabungkan ruang alun-alun dengan pusat pemerintahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gedung Sate Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.