bukamata.id – Dinamika bursa transfer Super League musim 2026/2027 kembali memanas. Menjelang batas akhir pendaftaran pemain baru yang jatuh pada 23 September 2026 tepat pukul 00.00 WIB, Maung Bandung mendadak diterpa rumor kedatangan pemain asing baru. Padahal, komposisi legiun asing klub kebanggaan warga Jawa Barat ini sudah berada di angka maksimal, yakni 11 pemain sesuai regulasi liga.
Spekulasi ini sontak memunculkan tanda tanya besar di kalangan suporter, apakah manajemen akan menghadirkan kejutan di detik-detik akhir penutupan jendela transfer? Berdasarkan pantauan hingga pukul 23.30 WIB menjelang tenggat, belum ada pendaftaran nama anyar yang masuk ke sistem operator kompetisi.
Sorotan Tertuju pada Sosok Caxambu
Nama yang mendadak santer dikaitkan dengan pintu masuk Maung Bandung adalah Caxambu, pemain belakang asal Brasil yang kini memperkuat Borneo FC. Bek kiri berusia 29 tahun tersebut diisukan bakal dilepas oleh klub berjuluk Pesut Etam.
Kencangnya rumor ini tidak lepas dari performa konsisten Caxambu sepanjang musim 2025 yang selalu tampil reguler. Selain tangguh dalam menggalang lini pertahanan dan sering melakukan intervensi krusial, ia juga beberapa kali menjadi pemecah kebuntuan lewat torehan golnya dalam situasi sulit. Desas-desus kepindahan ini mulai menggelinding sejak siang hingga sore hari pada Rabu, 23 September 2026.
Sektor pertahanan sisi kiri memang sempat menjadi salah satu titik perhatian serius bagi tim pelatih, melengkapi kebutuhan evaluasi pada pos penyerang serta penjaga gawang asing.
Analisis Pengamat dan Pandangan Bobotoh
Menanggapi situasi ini, pengamat sekaligus figur yang akrab dengan komunitas Bobotoh, Rony Anwari, memberikan analisis mendalam terkait komposisi taktik tim. Menurutnya, sejauh ini Eliano Reijnders kerap diuji coba di pos bek kanan, sementara sisi sebaliknya dipercayakan kepada Ikhwan Tanamal.
“Apakah nantinya jika ujicoba berhasil Eliano di kanan dan sisi kiri, Caxambu yang memiliki market value Rp6,08 miliar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rony menduga bahwa langkah Borneo FC melepas pemain andalannya berkaitan dengan rencana klub mendatangkan amunisi baru berstatus pemain diaspora yang dijadwalkan segera diperkenalkan ke publik.
“Kalau memang Borneo FC memerlukan dana dari eksternal, jika Caxambu dijual, akan dapat dana segar, makanya bisa beli pemain baru,” ujar Rony.
Ia menambahkan, apabila rumor kedatangan pemain diaspora di pos bek kiri tersebut benar, maka harus ada pemain yang dikorbankan. Pola ini dinilai mirip dengan kebijakan transfer sebelumnya saat Borneo FC melepas Nadeo Argawinata.
Meski demikian, Rony juga melempar spekulasi lain mengenai kemungkinan jika ada pemain asing tambahan yang berhasil diamankan sebelum penutupan, apakah nantinya diproyeksikan khusus untuk memperkuat skuad di ajang AFC Champions League Two (ACL 2). Situasi ini membuktikan bahwa bursa transfer berjalan sangat cair dan dinamis hingga detik-detik terakhir penutupan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









