Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Jumat, 18 September 2026 17:22 WIB

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Jumat, 18 September 2026 17:21 WIB

Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

Jumat, 18 September 2026 17:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak
  • 8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ
  • Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon
  • Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah Open Dumping dan Tambang di Sumedang
  • Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2
  • Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
  • Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kemarau Basah: Fenomena Aneh di Musim Kering, Ini Penjelasan BMKG, Dampak Nyata, dan Cara Menghadapinya

By Aga GustianaJumat, 23 Mei 2025 15:35 WIB4 Mins Read
Ilustrasi. Curah hujan tinggi di musim kemarau akibat kemarau basah. (Foto: Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kemarau basah menjadi istilah yang kini ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia, terutama menjelang pertengahan tahun 2025. Alih-alih kering dan minim hujan seperti biasanya, musim kemarau tahun ini justru disertai curah hujan tinggi yang tidak lazim.

Fenomena ini mengundang banyak pertanyaan. Apa penyebabnya? Apakah berbahaya? Dan bagaimana masyarakat harus menyikapinya?

Apa Itu Kemarau Basah? Definisi dan Penjelasan Ilmiah

Kemarau basah adalah kondisi ketika wilayah yang seharusnya mengalami musim kemarau tetap mendapat hujan dalam intensitas sedang hingga tinggi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena ini terjadi akibat anomali atmosfer dan laut yang memicu gangguan pola iklim regional.

Dr. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., Kepala BMKG yang juga lulusan University of Tokyo dalam bidang hidrometeorologi, menyatakan bahwa kemarau basah tahun ini disebabkan oleh kombinasi antara La Nina lemah dan pemanasan suhu muka laut di perairan Indonesia.

“Meski kita masuk musim kemarau, ada kelembapan tinggi dari wilayah Samudera Hindia dan Pasifik yang terbawa angin monsun timur, menyebabkan hujan masih sering terjadi di beberapa wilayah,” ujar Dr. Dwikorita.

Baca Juga:  Puncak Musim Hujan, BMKG Ungkap Sejumlah Daerah Berpotensi Alami Banjir

Fenomena ini bukan hanya langka, tetapi juga memengaruhi sektor pertanian, infrastruktur, dan kesehatan masyarakat.

Dampak Kemarau Basah Terhadap Kehidupan Sehari-hari

Kemarau basah berdampak luas, mulai dari keterlambatan panen hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi. Wilayah seperti Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan sebagian Sulawesi dilaporkan masih mengalami banjir lokal meski seharusnya sudah kering.

Dr. Armi Susandi, M.T., pakar klimatologi dari ITB dan lulusan Universität Hamburg, mengungkapkan bahwa curah hujan di musim kemarau dapat menyesatkan petani dalam menentukan jadwal tanam.

“Jika petani mengira kemarau sudah masuk dan menanam padi atau palawija, lalu tiba-tiba hujan deras turun, itu bisa merusak seluruh fase awal pertumbuhan,” jelas Armi.

Selain sektor pertanian, masyarakat juga harus waspada terhadap meningkatnya risiko penyakit seperti leptospirosis dan DBD akibat genangan air yang bertahan lama.

Penjelasan Resmi BMKG dan Proyeksi Musim Kemarau 2025

Menurut data resmi dari BMKG yang dirilis pada Mei 2025, kemarau basah ini diprediksi akan berlangsung hingga Agustus, dengan pola cuaca yang tidak merata. Artinya, beberapa daerah akan tetap kering, sementara lainnya masih diguyur hujan secara periodik.

Baca Juga:  BMKG Ingatkan Potensi Gempa Megathrust di Indonesia: Waspada Seismic Gap

Dalam laporan iklim BMKG yang berjudul “Outlook Musim Kemarau 2025”, dijelaskan bahwa sekitar 30% wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan khatulistiwa, akan mengalami anomali ini. Dokumen tersebut bisa diakses melalui situs resmi BMKG.go.id.

Strategi Menghadapi Kemarau Basah: Dari Individu hingga Pemerintah

Untuk menghadapi fenomena kemarau basah, masyarakat disarankan untuk tetap memperhatikan peringatan cuaca dari BMKG dan menyesuaikan aktivitas harian, khususnya di bidang pertanian dan konstruksi.

Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem drainase dan kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir. Petani disarankan berkonsultasi dengan penyuluh pertanian untuk menyesuaikan kalender tanam dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap fluktuasi cuaca.

Masyarakat umum juga dapat berperan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menyediakan logistik dasar seperti jas hujan dan obat-obatan.

Kemarau Basah dan Perubahan Iklim: Korelasi yang Tak Terelakkan

Fenomena kemarau basah tidak bisa dilepaskan dari dampak perubahan iklim global. Sebuah studi dari International Journal of Climatology (2024) menunjukkan bahwa peningkatan emisi gas rumah kaca telah mengubah pola sirkulasi udara tropis dan memperpanjang musim transisi.

Baca Juga:  Siklon Tropis Senyar Muncul di Selat Malaka, Ini Dampak yang Diwaspadai

Hal ini memperkuat pentingnya upaya mitigasi dan adaptasi iklim yang berkelanjutan. Mulai dari pengurangan emisi karbon, reboisasi, hingga pembangunan infrastruktur hijau yang tahan terhadap cuaca ekstrem.

Kemarau Basah, Tanda Alam yang Harus Diwaspadai

Kemarau basah bukan sekadar fenomena cuaca tak biasa, tetapi sinyal dari alam bahwa perubahan iklim semakin nyata. Waspada dan adaptif adalah kunci menghadapi ketidakpastian ini.

Dengan pemahaman ilmiah yang tepat, strategi adaptasi yang menyeluruh, dan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, dampak kemarau basah dapat diminimalisasi. Mari bersama menjaga alam agar tetap bersahabat dengan kehidupan kita.

Referensi:

  1. BMKG. (2025). Outlook Musim Kemarau 2025. Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
  2. International Journal of Climatology. (2024). The Influence of Tropical Ocean Warming on Seasonal Rainfall Patterns in Southeast Asia. Wiley Publishing.
  3. Karnawati, D. (2025). Wawancara dalam rilis pers BMKG, 20 Mei 2025.
  4. Susandi, A. (2025). Diskusi media “Cuaca Ekstrem dan Pertanian”, Institut Teknologi Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa

Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan

Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba

10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.