Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ Viral Diburu, Fakta Mengejutkan Terungkap!

Rabu, 6 Mei 2026 05:00 WIB

Persija vs Persib Panas! Ini Daftar Lengkap Pemain yang Siap Tampil di Laga Hidup-Mati

Rabu, 6 Mei 2026 04:00 WIB

Viral 8 Menit! Link Video Vell TikTok Blunder Ternyata Diduga Jebakan Batman

Rabu, 6 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ Viral Diburu, Fakta Mengejutkan Terungkap!
  • Persija vs Persib Panas! Ini Daftar Lengkap Pemain yang Siap Tampil di Laga Hidup-Mati
  • Viral 8 Menit! Link Video Vell TikTok Blunder Ternyata Diduga Jebakan Batman
  • Update! Kode Redeem FF 6 Mei 2026: Klaim Skin Weapon Legend dan Bundle Langka Sekarang!
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • IASC Hadir Sebagai Pusat Anti-Scam Nasional: Percepat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan
  • BUKAN GEN ALPHA BIASA! Demi Mimpi Tinju Dunia, Bocah 13 Tahun Ini Latihan Gila-gilaan
  • Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 6 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kericuhan Demo DPR Disusupi Peran Asing? Begini Kata Pengamat Terorisme

By Aga GustianaRabu, 10 September 2025 08:08 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
Pengamat Terorisme, Ulta Levenia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menilai bahwa keterlibatan pihak asing dalam kericuhan demonstrasi akhir Agustus lalu sulit dibuktikan secara gamblang.

“Tidak akan ketahuan dan kita sulit untuk menjelaskannya kepada publik,” ujar Ulta saat hadir dalam podcast Deddy Corbuzier, Selasa (9/9/2025).

Ulta menambahkan, kesulitan itu muncul karena permainan pihak asing berjalan sangat kuat. Bahkan jika fakta disampaikan, publik kemungkinan besar akan meragukannya.

“Karena bahkan publik pun mempertanyakan, apa sih, ini memang begini kok [bukan karena andil asing],” jelasnya.

Baca Juga:  Bidan Rita Viral di Media Sosial, Video Kontroversial Jadi Perbincangan Netizen

Strategi Liminal Warfare dalam Demonstrasi

Ia memaparkan bahwa kesulitan menjelaskan keterlibatan asing ini karena mereka bergerak di ranah liminal warfare, yakni strategi di zona abu-abu yang membuat serangan sulit dideteksi.

“Liminal warfare ini di mana mereka menyerang kita itu di zona abu-abu,” tutur Ulta.

Menurut Ulta, tujuan pihak asing dalam kericuhan demonstrasi sebenarnya sudah tercapai. Publik dan pemerintah saling menuding siapa yang bertanggung jawab.

“Kita finger pointing, kita saling tunjuk. Kita pecah, divide at impera itu beda strategi saja gitu loh, sekarang menggunakan media sosial,” ungkapnya.

Baca Juga:  BNPT Pastikan PON XXI Aceh-Sumut 2024 Bebas Ancaman Terorisme

Demonstrasi Awalnya Bersifat Organik

Meski begitu, Ulta menegaskan bahwa demonstrasi awalnya bersifat organik, lahir dari permasalahan yang dirasakan masyarakat. Namun, situasi itu kemudian dimanfaatkan oleh pihak tertentu, termasuk kemungkinan pihak asing sebagaimana disampaikan Hendropriyono.

“Penyusupnya pasti ada ya, memanfaatkan situasi,” katanya.

Kritik terhadap Pemberitaan Majalah Ternama

Ulta juga menyoroti pemberitaan salah satu majalah ternama yang menyimpulkan bahwa kericuhan demonstrasi bukan karena keterlibatan pihak asing.

“Dia punya kesimpulan kayak gini loh, aneh. Jadi bukan antek asing atau pemain luar, apalagi jaringan teroris,” jelasnya.

Baca Juga:  Belasan Link Video Viral Andini Permata Diburu Netizen, Hati-hati Jebakan Betmen!

Menurutnya, majalah tersebut salah memahami konteks pernyataan presiden tentang terorisme, yang sempat disinggung oleh Prabowo. Majalah itu menafsirkan terorisme hanya sebagai kelompok radikal berbasis agama, padahal presiden mengartikan terorisme secara lebih luas.

“Yang dimaksud oleh presiden itu, terorisme itu secara general. Teror dalam resolusi UN Security Council Nomor 1566, itu ada 3 indikator utama, adalah criminal acts, nuansa teror, dan intimidasi,” kata Ulta.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Analisis Politik Demonstrasi Agustus Kericuhan Demo Liminal Warfare media sosial Peran Asing terorisme Ulta Levenia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

IASC Hadir Sebagai Pusat Anti-Scam Nasional: Percepat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan

BUKAN GEN ALPHA BIASA! Demi Mimpi Tinju Dunia, Bocah 13 Tahun Ini Latihan Gila-gilaan

Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta
  • Proyek ‘Los Galacticos’ Persib: 7 Bintang Masuk Radar, Bomber Brasil & Kiper Belanda Segera Mendarat?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.