Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kamis, 13 Agustus 2026 17:58 WIB

Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara

Kamis, 13 Agustus 2026 17:11 WIB

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Kamis, 13 Agustus 2026 17:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
  • Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb
  • Tak Lagi Bergantung Browser, ChatGPT Resmi Bisa Dipakai Langsung di Desktop Linux
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kericuhan Demo DPR Disusupi Peran Asing? Begini Kata Pengamat Terorisme

By Aga GustianaRabu, 10 September 2025 08:08 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
Pengamat Terorisme, Ulta Levenia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menilai bahwa keterlibatan pihak asing dalam kericuhan demonstrasi akhir Agustus lalu sulit dibuktikan secara gamblang.

“Tidak akan ketahuan dan kita sulit untuk menjelaskannya kepada publik,” ujar Ulta saat hadir dalam podcast Deddy Corbuzier, Selasa (9/9/2025).

Ulta menambahkan, kesulitan itu muncul karena permainan pihak asing berjalan sangat kuat. Bahkan jika fakta disampaikan, publik kemungkinan besar akan meragukannya.

“Karena bahkan publik pun mempertanyakan, apa sih, ini memang begini kok [bukan karena andil asing],” jelasnya.

Strategi Liminal Warfare dalam Demonstrasi

Ia memaparkan bahwa kesulitan menjelaskan keterlibatan asing ini karena mereka bergerak di ranah liminal warfare, yakni strategi di zona abu-abu yang membuat serangan sulit dideteksi.

“Liminal warfare ini di mana mereka menyerang kita itu di zona abu-abu,” tutur Ulta.

Menurut Ulta, tujuan pihak asing dalam kericuhan demonstrasi sebenarnya sudah tercapai. Publik dan pemerintah saling menuding siapa yang bertanggung jawab.

“Kita finger pointing, kita saling tunjuk. Kita pecah, divide at impera itu beda strategi saja gitu loh, sekarang menggunakan media sosial,” ungkapnya.

Demonstrasi Awalnya Bersifat Organik

Meski begitu, Ulta menegaskan bahwa demonstrasi awalnya bersifat organik, lahir dari permasalahan yang dirasakan masyarakat. Namun, situasi itu kemudian dimanfaatkan oleh pihak tertentu, termasuk kemungkinan pihak asing sebagaimana disampaikan Hendropriyono.

“Penyusupnya pasti ada ya, memanfaatkan situasi,” katanya.

Kritik terhadap Pemberitaan Majalah Ternama

Ulta juga menyoroti pemberitaan salah satu majalah ternama yang menyimpulkan bahwa kericuhan demonstrasi bukan karena keterlibatan pihak asing.

“Dia punya kesimpulan kayak gini loh, aneh. Jadi bukan antek asing atau pemain luar, apalagi jaringan teroris,” jelasnya.

Menurutnya, majalah tersebut salah memahami konteks pernyataan presiden tentang terorisme, yang sempat disinggung oleh Prabowo. Majalah itu menafsirkan terorisme hanya sebagai kelompok radikal berbasis agama, padahal presiden mengartikan terorisme secara lebih luas.

“Yang dimaksud oleh presiden itu, terorisme itu secara general. Teror dalam resolusi UN Security Council Nomor 1566, itu ada 3 indikator utama, adalah criminal acts, nuansa teror, dan intimidasi,” kata Ulta.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Analisis Politik Demonstrasi Agustus Kericuhan Demo Liminal Warfare media sosial Peran Asing terorisme Ulta Levenia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki

Pertama Sejak 1433, Negara Ini Alami Gelap Gulita Saat Gerhana Matahari Total Berlangsung

Kasus Dugaan Penistaan Agama The Sound Project Mencuat, 2 Orang Diamankan Polisi

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.