Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 21:42 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Selasa, 3 November 2026 20:44 WIB

Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!

Selasa, 3 November 2026 20:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
  • Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung
  • Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!
  • Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ketua PHRI Dukung Kebijakan Farhan, Usulkan Insentif Berupa Pemotongan Pajak Hotel

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 19 Juni 2025 18:30 WIB2 Mins Read
Hotel Bandung. Foto: bukamata.id/M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk kembali menggelar agenda pemerintahan di hotel-hotel disambut positif oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bandung, Dodi Ahmad Sofiandi.

Dodi menyatakan dukungannya, seraya mengusulkan agar insentif yang diberikan tidak hanya berbentuk kegiatan, tetapi juga berupa kebijakan fiskal.

“Syukur alhamdulillah kalau Pak Farhan akan kembali mengadakan rapat-rapat di hotel. Tapi kami berharap juga, insentif itu bisa dalam bentuk pemotongan pajak, seperti pajak penjualan dan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan),” ujar Dodi, Kamis (19/6/2025).

Menurutnya, bantuan dalam bentuk pengurangan beban pajak akan sangat membantu pelaku usaha hotel yang saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit.

Baca Juga:  Wali Kota Bandung: Sekolah Favorit Hanya Persepsi, Semua Sekolah Wajib Berkualitas Sama di SPMB 2025

Kebijakan Farhan dinilai positif, terutama karena disertai syarat agar hotel yang mendapat fasilitas tersebut tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

“Kalau bisa, insentif diberikan tanpa syarat memberhentikan karyawan. Lebih baik lagi kalau bentuknya adalah pengurangan pajak, itu lebih terasa bagi hotel dan bisa langsung menopang operasional,” jelasnya.

Terkait isu adanya PHK massal di hotel bintang tiga, PHRI menepis. Menurutnya, tak ada PHK langsung di Kota Bandung, namun memang ada pengurangan daily worker dan pemangkasan jam kerja.

“Bukan PHK, tapi efisiensi. Misalnya karyawan digilir kerja: seminggu libur, seminggu masuk. Jadi sebulan cuma dua minggu kerja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Langkah ini, kata dia, merupakan bentuk kompromi agar hotel tetap bisa beroperasi tanpa mengorbankan lapangan kerja secara permanen.

“Karyawan juga sepakat, yang penting tetap kerja meski pendapatan tidak penuh. Itu bentuk solidaritas di tengah kondisi sulit,” tambahnya.

Dodi menyebut turunnya okupansi hotel secara drastis terjadi sejak diterbitkannya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pemerintah.

“Dari biasanya 80–85 persen turun jadi 35–40 persen. Ini angka yang sangat menyulitkan, karena tanpa kegiatan rapat (MICE), pendapatan hotel hanya cukup untuk operasional, bahkan defisit,” jelasnya.

Hal ini berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. PHRI mencatat, kontribusi sektor hotel dan restoran pada 2024 mencapai Rp900 miliar, namun tahun ini berpotensi anjlok.

Baca Juga:  Farhan Siap Lindungi Warga Bandung dari Dampak Konflik Timur Tengah

“Kalau okupansi cuma 40 persen, PAD bisa turun jadi sekitar Rp500 miliar. Itu kerugian besar bagi Kota Bandung,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka menengah, PHRI mendukung rencana Pemkot Bandung yang akan menggelar event rutin minimal sebulan sekali, mulai dari event musik, olahraga, hingga kegiatan seni budaya.

“Itu bagus. Bisa meningkatkan okupansi dan mendorong masyarakat luar kota datang ke Bandung. Kami dari PHRI sangat mendukung,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hotel Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.