Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

9 Gol Indonesia ke Gawang Bangladesh, Garuda Amankan Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 22:50 WIB

BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur

Kamis, 1 Oktober 2026 22:26 WIB

Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum

Kamis, 1 Oktober 2026 20:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 9 Gol Indonesia ke Gawang Bangladesh, Garuda Amankan Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026
  • BGN Ubah Skema Insentif SPPG, Mitra Priangan Timur Usulkan Akreditasi dan Grading Dapur
  • Geger! Warga Temukan Mayat Pria di Bantaran Sungai Citarum
  • Traffic Light Mati karena Dicuri, Ini 5 Persimpangan Bandung yang Terdampak
  • Catat Jadwal Persib Oktober 2026, Maung Bandung Tampil di 3 Kompetisi
  • Pasutri di Cimahi Edarkan Uang Palsu Rp100 Ribu Selama 4 Bulan, Terbongkar di Warung
  • Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru
  • Catat! Ini Jadwal Operasi Antik Lodaya 2026 di Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Keyboard Masa Depan? Codex Micro Buatan OpenAI Bisa Atur AI, Debugging, hingga Coding Lebih Cepat

By SusanaRabu, 22 Juli 2026 21:27 WIB3 Mins Read
ChatGPT. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – OpenAI resmi memperluas bisnisnya ke sektor perangkat keras (hardware) dengan meluncurkan Codex Micro, sebuah keypad pintar yang dirancang khusus untuk membantu pengembang mengoperasikan agen kecerdasan buatan (AI) secara lebih cepat dan efisien melalui platform Codex.

Peluncuran Codex Micro menjadi langkah baru bagi OpenAI yang selama ini dikenal sebagai perusahaan pengembang teknologi AI melalui berbagai produk populer seperti ChatGPT.

Perangkat tersebut dikembangkan bersama produsen keyboard mekanis Work Louder dan kini telah tersedia untuk pemesanan awal (pre-order).

Dilansir dari Gizmochina, Codex Micro dirancang sebagai keypad makro pintar yang memungkinkan pengguna memiliki kontrol lebih cepat terhadap berbagai fungsi agen AI, khususnya bagi para pengembang perangkat lunak yang menggunakan platform Codex.

Codex Micro Hadir dengan Tombol Khusus untuk Agen AI

Sebagai perangkat pendukung produktivitas, Codex Micro dibekali dengan 13 tombol mekanis yang dapat diprogram sesuai kebutuhan pengguna.

Dari jumlah tersebut, terdapat enam tombol khusus bernama Agent Keys yang berfungsi menampilkan status agen AI melalui indikator warna.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengetahui kondisi agen AI secara langsung tanpa harus terus membuka tampilan aplikasi.

Selain Agent Keys, perangkat ini juga memiliki Command Keys yang dapat dikustomisasi untuk berbagai perintah penting, seperti:

  • Menerima atau menolak rekomendasi kode dari AI
  • Membuka percakapan baru
  • Mengaktifkan fitur masukan suara
  • Berpindah antar tugas
  • Mengatur berbagai perintah kerja lainnya

Dengan sistem tersebut, OpenAI berharap interaksi antara manusia dan AI dapat berlangsung lebih cepat dan praktis.

Dilengkapi Rotary Dial dan Joystick untuk Coding

Tidak hanya mengandalkan tombol mekanis, Codex Micro juga membawa sejumlah fitur tambahan yang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas pengembangan perangkat lunak.

Perangkat ini memiliki rotary dial atau kenop putar yang memungkinkan pengguna mengatur tingkat penalaran AI sesuai kebutuhan.

Fitur tersebut berguna ketika pengguna ingin menyesuaikan kemampuan agen AI dalam menyelesaikan tugas tertentu, mulai dari pekerjaan sederhana hingga proses yang membutuhkan analisis lebih kompleks.

Selain itu, tersedia pula joystick yang dapat diprogram untuk mempercepat berbagai alur kerja, termasuk:

  • Proses debugging
  • Refactoring kode
  • Navigasi pekerjaan pengembangan software

OpenAI juga memberikan opsi personalisasi melalui 32 keycap yang dapat diganti sesuai preferensi pengguna.

Kompatibel dengan Windows dan macOS

Dari sisi konektivitas, Codex Micro mendukung penggunaan melalui Bluetooth dan USB-C.

Perangkat ini juga kompatibel dengan komputer berbasis:

  • Windows
  • macOS

Dengan dukungan tersebut, pengguna dapat mengintegrasikan Codex Micro ke dalam berbagai lingkungan kerja pengembangan.

OpenAI menyebut perangkat ini dibuat untuk pengguna yang mengandalkan Codex sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Seiring perkembangan Codex menjadi platform produktivitas berbasis AI, perangkat ini diharapkan mampu membantu pengembang bekerja lebih cepat dengan mengurangi langkah-langkah manual.

Harga Codex Micro Capai Rp3,7 Juta

Codex Micro dipasarkan dengan harga 230 dolar AS atau sekitar Rp3,7 juta.

Untuk tahap awal, perangkat ini tersedia dalam jumlah terbatas melalui OpenAI dan Work Louder.

Peluncuran Codex Micro menjadi produk hardware komersial pertama yang secara resmi diperkenalkan OpenAI.

Meski demikian, perangkat ini berbeda dengan perangkat AI portabel tanpa layar yang sebelumnya ramai diberitakan tengah dikembangkan OpenAI bersama startup io Products milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive.

Langkah Baru OpenAI di Dunia Perangkat Keras

Masuknya OpenAI ke bisnis hardware menunjukkan ambisi perusahaan untuk tidak hanya menjadi penyedia teknologi AI berbasis perangkat lunak, tetapi juga menghadirkan perangkat fisik yang mampu memperkuat pengalaman pengguna.

Dengan Codex Micro, OpenAI mencoba membangun ekosistem baru yang menggabungkan kecerdasan buatan, perangkat keras, dan kebutuhan profesional, khususnya para programmer serta pengembang teknologi.

Kehadiran perangkat ini menjadi sinyal bahwa persaingan industri AI ke depan tidak hanya terjadi pada pengembangan model kecerdasan buatan, tetapi juga pada perangkat yang menjadi penghubung langsung antara manusia dan teknologi AI.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar

Batal Cerai atau Prank? Kemunculan Demian di Live Sara Wijayanto Bikin Heboh, Cinta Belum Usai?

Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 1 Oktober, Ada Duel Perebutan Emas

Bansos PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Penerima Lewat HP Cukup Pakai NIK

Rekomendasi Kuliner Malam Bekasi: Tempat Nongkrong & Makan Enak yang Buka Seharian

Bikin Ngiler! 4 Nasi Goreng Bandung dengan Racikan Unik dan Topping Melimpah

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.