bukamata.id – OpenAI resmi memperluas bisnisnya ke sektor perangkat keras (hardware) dengan meluncurkan Codex Micro, sebuah keypad pintar yang dirancang khusus untuk membantu pengembang mengoperasikan agen kecerdasan buatan (AI) secara lebih cepat dan efisien melalui platform Codex.
Peluncuran Codex Micro menjadi langkah baru bagi OpenAI yang selama ini dikenal sebagai perusahaan pengembang teknologi AI melalui berbagai produk populer seperti ChatGPT.
Perangkat tersebut dikembangkan bersama produsen keyboard mekanis Work Louder dan kini telah tersedia untuk pemesanan awal (pre-order).
Dilansir dari Gizmochina, Codex Micro dirancang sebagai keypad makro pintar yang memungkinkan pengguna memiliki kontrol lebih cepat terhadap berbagai fungsi agen AI, khususnya bagi para pengembang perangkat lunak yang menggunakan platform Codex.
Codex Micro Hadir dengan Tombol Khusus untuk Agen AI
Sebagai perangkat pendukung produktivitas, Codex Micro dibekali dengan 13 tombol mekanis yang dapat diprogram sesuai kebutuhan pengguna.
Dari jumlah tersebut, terdapat enam tombol khusus bernama Agent Keys yang berfungsi menampilkan status agen AI melalui indikator warna.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengetahui kondisi agen AI secara langsung tanpa harus terus membuka tampilan aplikasi.
Selain Agent Keys, perangkat ini juga memiliki Command Keys yang dapat dikustomisasi untuk berbagai perintah penting, seperti:
- Menerima atau menolak rekomendasi kode dari AI
- Membuka percakapan baru
- Mengaktifkan fitur masukan suara
- Berpindah antar tugas
- Mengatur berbagai perintah kerja lainnya
Dengan sistem tersebut, OpenAI berharap interaksi antara manusia dan AI dapat berlangsung lebih cepat dan praktis.
Dilengkapi Rotary Dial dan Joystick untuk Coding
Tidak hanya mengandalkan tombol mekanis, Codex Micro juga membawa sejumlah fitur tambahan yang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas pengembangan perangkat lunak.
Perangkat ini memiliki rotary dial atau kenop putar yang memungkinkan pengguna mengatur tingkat penalaran AI sesuai kebutuhan.
Fitur tersebut berguna ketika pengguna ingin menyesuaikan kemampuan agen AI dalam menyelesaikan tugas tertentu, mulai dari pekerjaan sederhana hingga proses yang membutuhkan analisis lebih kompleks.
Selain itu, tersedia pula joystick yang dapat diprogram untuk mempercepat berbagai alur kerja, termasuk:
- Proses debugging
- Refactoring kode
- Navigasi pekerjaan pengembangan software
OpenAI juga memberikan opsi personalisasi melalui 32 keycap yang dapat diganti sesuai preferensi pengguna.
Kompatibel dengan Windows dan macOS
Dari sisi konektivitas, Codex Micro mendukung penggunaan melalui Bluetooth dan USB-C.
Perangkat ini juga kompatibel dengan komputer berbasis:
- Windows
- macOS
Dengan dukungan tersebut, pengguna dapat mengintegrasikan Codex Micro ke dalam berbagai lingkungan kerja pengembangan.
OpenAI menyebut perangkat ini dibuat untuk pengguna yang mengandalkan Codex sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Seiring perkembangan Codex menjadi platform produktivitas berbasis AI, perangkat ini diharapkan mampu membantu pengembang bekerja lebih cepat dengan mengurangi langkah-langkah manual.
Harga Codex Micro Capai Rp3,7 Juta
Codex Micro dipasarkan dengan harga 230 dolar AS atau sekitar Rp3,7 juta.
Untuk tahap awal, perangkat ini tersedia dalam jumlah terbatas melalui OpenAI dan Work Louder.
Peluncuran Codex Micro menjadi produk hardware komersial pertama yang secara resmi diperkenalkan OpenAI.
Meski demikian, perangkat ini berbeda dengan perangkat AI portabel tanpa layar yang sebelumnya ramai diberitakan tengah dikembangkan OpenAI bersama startup io Products milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive.
Langkah Baru OpenAI di Dunia Perangkat Keras
Masuknya OpenAI ke bisnis hardware menunjukkan ambisi perusahaan untuk tidak hanya menjadi penyedia teknologi AI berbasis perangkat lunak, tetapi juga menghadirkan perangkat fisik yang mampu memperkuat pengalaman pengguna.
Dengan Codex Micro, OpenAI mencoba membangun ekosistem baru yang menggabungkan kecerdasan buatan, perangkat keras, dan kebutuhan profesional, khususnya para programmer serta pengembang teknologi.
Kehadiran perangkat ini menjadi sinyal bahwa persaingan industri AI ke depan tidak hanya terjadi pada pengembangan model kecerdasan buatan, tetapi juga pada perangkat yang menjadi penghubung langsung antara manusia dan teknologi AI.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










