bukamata.id – Sebuah carik kertas mungil mendadak viral dan menggetarkan hati warganet. Bukan surat protes atau tugas sekolah, melainkan sebuah permintaan polos dari seorang siswi bernama Nur Rahmadani, pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Nur mengirimkan pesan singkat kepada pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan harapan bisa memberikan kejutan istimewa di hari ulang tahun ayahnya.
“Rayuan” Tulus di Atas Kertas
Dalam surat yang ditulisnya, Nur mengungkapkan kegelisahannya karena tidak memiliki uang untuk membeli hadiah. Ia pun meminta agar menu di hari Jumat dibuat lebih istimewa. Begini bunyi surat yang mengundang simpati tersebut:
“kak MBG bisa tidak hari Jumat makanannya kasi enak, karna besok ulang tahunnya Papaku Saya tepunya uang untuk belikan hadiah, Jadi saya mau kasih MBG ku Saja. Jadi besok MBG nya kasih enak, supaya itu bisa Jadi kado buat Papaku Pliis..”
Penjelasan Sang Ibu: Murni Ketulusan Anak
Arini, ibu kandung Nur Rahmadani, membenarkan bahwa surat tersebut ditulis sendiri oleh putrinya pada Kamis (12/2). Ia menjelaskan bahwa Nur sangat ingin merayakan ulang tahun ayahnya meski dalam keterbatasan ekonomi pribadi sebagai seorang pelajar.
“Ia itu benar anak saya yang menulis. Dia tulisnya hari Kamis (12/2),” ungkap Arini kepada awak media, Senin (16/2/2026).
Arini menambahkan bahwa Nur memiliki rencana untuk membawa pulang porsi makan siangnya demi sang ayah. “Iya, memang dia ingat ulang tahun bapaknya,” lanjutnya.
Kekhawatiran Nur muncul karena biasanya menu MBG pada hari Jumat hanya berupa makanan ringan. “Dia (Nur) pikir kalau hari Jumat biasanya dapat kue-kue dan susu. Dia mau itu jadi kado untuk bapaknya karena tidak punya uang beli hadiah,” jelas Arini.
Klarifikasi dan Harapan Keluarga
Meski sang ayah merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Arini menegaskan bahwa aksi putrinya adalah murni inisiatif seorang anak yang ingin menunjukkan kasih sayang dengan caranya sendiri. Ia berharap publik tidak salah paham atau mengaitkan hal ini dengan status pekerjaan suaminya.
“Ia karena bapaknya PNS, banyak juga yang berpikir lain. Tapi memang itu ketulusan anak kami untuk orang tuanya,” imbuh Arini. Ia juga menegaskan, “Dia cuma mau kasih kejutan. Tidak ada maksud apa-apa.”
Berujung Manis: Simpati Warganet Berdatangan
Tak disangka, surat yang viral itu mengetuk hati banyak orang. Setelah ceritanya tersebar luas di media sosial, rumah Nur kedatangan tamu-tamu asing yang tergerak untuk membantu mewujudkan impian Nur memberikan kado bagi ayahnya.
“Banyak yang datang. Ada yang bawa kue juga. Alhamdulillah,” pungkas Arini dengan rasa syukur.
Kisah Nur Rahmadani menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kado terindah tidak selalu dinilai dari harganya, melainkan dari ketulusan hati yang memberikannya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











