Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Guncang Piala Dunia 2026! Ucapan Pelatih Senegal Ini Bikin Ruang Pers Langsung Hening!

Selasa, 16 Juni 2026 14:48 WIB

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Selasa, 16 Juni 2026 14:20 WIB

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Selasa, 16 Juni 2026 14:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Guncang Piala Dunia 2026! Ucapan Pelatih Senegal Ini Bikin Ruang Pers Langsung Hening!
  • Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia
  • Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran
  • Berusia Hampir 6 Abad, DPRD Ungkap Posisi Strategis Cirebon dalam Sejarah Jawa Barat
  • Strategi Lolos Pengajuan KUR BRI 2026 Rp100 Juta: Panduan Syarat, Langkah Online, dan Simulasi Cicilan Terbaru
  • Farhan Tegaskan Trotoar Bukan Tempat Parkir, Pelanggar akan Ditindak
  • Hilang Misterius 3 Tahun, Perempuan Asal Antapani Ternyata Disekap dan Dianiaya Kekasihnya
  • Jadwal Lengkap MotoGP Ceko 2026 Akhir Pekan Ini: Misi Marquez Lampaui Rekor Rossi di Brno
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

SPPG Berguguran, Ribuan Siswa di Jabar Terdampak Mandeknya Anggaran MBG

By Aga GustianaJumat, 19 Desember 2025 14:31 WIB3 Mins Read
MBG
Ilustrasi Program MBG. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai tulang punggung pemenuhan gizi anak sekolah mulai menunjukkan celah serius di lapangan. Sejumlah dapur MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat terpaksa menghentikan aktivitasnya. Penyebabnya satu: dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) tak kunjung turun.

Ironisnya, persoalan ini tak hanya terjadi di daerah pinggiran. Kabupaten Bogor—wilayah tempat Presiden Prabowo Subianto berdomisili—justru menjadi salah satu contoh dapur MBG yang harus menutup layanan akibat keterlambatan pencairan anggaran.

Seorang pengelola SPPG di Bogor mengungkapkan bahwa penghentian operasional bukan keputusan ringan. Namun tanpa kepastian dana, dapur tak mungkin dipaksakan terus berjalan.

“Bulan lalu sempat telat pencairan, tapi akhirnya ada. Tapi bulan ini pencairan terlambat lagi dan kami sudah putuskan sementara tutup dulu (SPPG),” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga:  SPPG Kebagian Jalur Cepat PPPK, Iri Sosial Muncul: Apa Kabar Guru Honorer?

Ia mengaku belum bisa memastikan kapan layanan akan kembali dibuka.

“Belum tau (sampai kapan tutup), sampai waktu yang tidak ditentukan,” katanya.

Menurutnya, menjalankan dapur MBG bukan perkara sederhana. Dengan kapasitas hingga 2.500 porsi per hari, biaya operasional tak bisa ditanggung sendiri sembari menunggu dana pusat.

“MBG ini bukan sekedar kasih makan selesai, tapi ada perputaran ekonomi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Termasuk para peternak ayam dan telur,” jelasnya.

Ciamis: Ribuan Siswa Kehilangan Akses MBG

Situasi lebih mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Ribuan siswa di wilayah tersebut kini harus menerima kenyataan pahit: suplai makanan bergizi gratis mereka berhenti total.

SPPG Dapur Sukajaya resmi menghentikan seluruh aktivitas sejak Senin, 14 Desember 2025. Kepala Dapur SPPG Sukajaya, Hermawan Dwi Cahyo, menyebut tersendatnya dana dari BGN sebagai pemicu utama.

Baca Juga:  Bapenda Jabar Siapkan Transformasi Pajak, Permudah Layanan Badan Usaha

Ia menjelaskan, anggaran untuk periode 8–20 Desember 2025 belum juga diterima, meski dapur sudah berupaya bertahan dengan sisa dana yang ada.

“Kami terpaksa setop operasional karena anggarannya belum turun. Pekan lalu kami masih bisa berjalan berkat sisa anggaran yang ada, tapi sekarang sudah habis,” ujar Hermawan, Rabu (17/12/2025).

Terjepit “Tutup Buku” Akhir Tahun

Hermawan menilai persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan dampak langsung dari pergantian tahun anggaran. Proses administrasi yang memasuki fase “tutup buku” membuat banyak mitra enggan mengambil risiko menalangi biaya operasional.

“Mitra tidak mau ambil risiko. Ada kekhawatiran proses dari BGN melambat karena masuk tahun anggaran baru,” katanya.

Kondisi tersebut membuat dapur SPPG berada di posisi serba salah: tetap buka tanpa dana atau menutup layanan demi menghindari kerugian lebih besar.

Baca Juga:  Dukung Penuh Cycling de Jabar 2024, Bukti Komitmen bank bjb Gerakkan Ekonomi dan Pariwisata Jabar

Efek Domino di Jawa Barat

Masalah ini berpotensi meluas. Hermawan memperkirakan akan terjadi gelombang penghentian operasional dapur MBG di wilayah lain jika pencairan dana tak segera direalisasikan.

“Kemungkinan besar hari Senin mendatang banyak dapur lain yang juga akan off. Di Kecamatan Banjarsari saja, sudah ada lima dapur yang menyusul untuk menghentikan operasionalnya,” tegasnya.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran serius di kalangan orang tua murid. Program MBG yang semestinya menjadi penopang gizi anak sekolah justru terancam lumpuh akibat persoalan birokrasi.

Kini, keberlanjutan asupan gizi ribuan siswa di Jawa Barat sepenuhnya bergantung pada kecepatan dan kepastian langkah Badan Gizi Nasional dalam menuntaskan pencairan dana—sebelum dampaknya meluas dan semakin sulit dikendalikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Gizi Nasional Dana BGN gizi anak jawa barat Makan Bergizi Gratis MBG Siswa Terdampak sppg
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Berusia Hampir 6 Abad, DPRD Ungkap Posisi Strategis Cirebon dalam Sejarah Jawa Barat

Farhan Tegaskan Trotoar Bukan Tempat Parkir, Pelanggar akan Ditindak

Hilang Misterius 3 Tahun, Perempuan Asal Antapani Ternyata Disekap dan Dianiaya Kekasihnya

Farhan Pastikan Kebebasan Demonstrasi Tetap Dijaga, Sebut Aksi Mahasiswa di Bandung Berjalan Kondusif

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.