Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Dapat Saldo DANA Gartis 30 Agustus 2026: Klaim via DANA Kaget dan Promo Resmi Hari Ini!

Minggu, 30 Agustus 2026 02:00 WIB

Kode Redeem FF 30 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon, Emote Rare, dan SG2 Gratis Sekarang!

Minggu, 30 Agustus 2026 01:00 WIB

Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral

Sabtu, 29 Agustus 2026 20:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Dapat Saldo DANA Gartis 30 Agustus 2026: Klaim via DANA Kaget dan Promo Resmi Hari Ini!
  • Kode Redeem FF 30 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon, Emote Rare, dan SG2 Gratis Sekarang!
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Kabar Transfer Liga Inggris: Enzo Fernandez Sepakat Pindah ke Manchester City
  • Bukan Cuma Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Asetnya Bisa Disita dalam RUU Perampasan Aset
  • Daftar Bansos untuk Desil 1-4 DTSEN dan Cara Cek Statusnya lewat HP
  • Ancaman Nyata Krisis Iklim: Ketika Gunung Es Himalaya Mulai Mencair dan Bawa Petaka
  • Dijerat Tali Tambang dari Belakang, Driver Ojol di Tasikmalaya Bangkit dan Tumbangkan Begal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 30 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kisah Pa Garsih, Tuan Tanah Dermawan yang Namanya Jadi Jalan Terkenal di Bandung

By SusanaKamis, 15 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Jalan Pagarsih. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jalan Pagarsih merupakan salah satu ruas jalan penting di Kota Bandung yang sarat sejarah. Jalan ini membentang dari perempatan Jalan Jamika hingga ke perempatan Jalan Astana Anyar, tak jauh dari kawasan ikonik Alun-Alun Bandung.

Secara administratif, kawasan ini masuk ke dalam dua kecamatan, yakni Astanaanyar dan Bojongloa Kaler.

Namun, lebih dari sekadar batas wilayah, nama “Pagarsih” menyimpan cerita menarik yang berakar dari sosok berpengaruh di masa lalu.

Nama Pagarsih diyakini berasal dari seorang tokoh masyarakat bernama Garsih yang hidup pada awal abad ke-20. Dalam tradisi lisan Sunda, sapaan “Pa” merupakan bentuk penghormatan kepada seorang laki-laki yang dituakan.

Baca Juga:  Bandung Masih Dalam Cengkeraman Sampah, Ini Buktinya

Oleh karena itu, sosok tersebut dikenal luas dengan sebutan “Pa Garsih”, yang lama-kelamaan berubah penyebutannya menjadi “Pagarsih”.

Pa Garsih dikenal sebagai seorang tuan tanah dermawan yang berjasa besar bagi masyarakat sekitar. Salah satu kontribusinya yang paling dikenang adalah pembangunan pintu air di Sungai Citepus.

Fasilitas ini berperan penting dalam mengairi area persawahan dan kebun milik warga, termasuk kebun kangkung dan pohon kelapa yang saat itu banyak tumbuh di wilayah tersebut.

Baca Juga:  170 Kios di Pasar Sadang Serang Bandung Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,7 Miliar

Berkat jasanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan irigasi, nama Pa Garsih kemudian diabadikan sebagai nama jalan utama di kawasan tersebut.

Pada era 1930-an hingga 1940-an, Pagarsih masih dipenuhi lahan pertanian dan kebun. Namun seiring urbanisasi yang melaju pesat, kawasan ini perlahan bertransformasi menjadi salah satu sentra bisnis di Bandung.

Saat ini, Jalan Pagarsih dikenal luas sebagai pusat industri percetakan, tempat berbagai usaha cetak skala kecil hingga menengah berkembang, mulai dari undangan, nota, hingga kalender.

Baca Juga:  Mulai Lelah, Warganet Desak Pemkot Bandung Serius Tuntaskan Banjir: Tolong Pencerahannya!

Tak hanya berfungsi sebagai kawasan niaga, Pagarsih juga menyimpan nilai budaya. Di salah satu sudutnya terdapat Gang Nyi Empok, yang konon dinamai dari nama istri Pa Garsih.

Penamaan ini menjadi simbol penghargaan masyarakat terhadap sosok-sosok yang berjasa dalam perjalanan sejarah lokal.

Dengan menelusuri asal-usul nama Pagarsih, kita tidak hanya mengenang kontribusi tokoh masa lalu, tetapi juga memperkaya pemahaman akan identitas dan budaya Kota Bandung yang terus berkembang dari masa ke masa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul Kota Bandung sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Dapat Saldo DANA Gartis 30 Agustus 2026: Klaim via DANA Kaget dan Promo Resmi Hari Ini!

Kode Redeem FF 30 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon, Emote Rare, dan SG2 Gratis Sekarang!

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Daftar Bansos untuk Desil 1-4 DTSEN dan Cara Cek Statusnya lewat HP

Mending Pengangguran Daripada Kerja di Kandang? Ironi Pahit Pamitnya Peternakan Terbaik Dago Dairy!

Banjir Hadiah Gratis! Serbu Kode Redeem FF Sabtu 29 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan Kuota

Surga Kuliner Bandung Makin Ramai, 5 Tempat Makan Ini Punya Menu dan Konsep Berbeda

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
  • Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.