Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi Sate

Puaskan Lidah di Purwakarta: 3 Destinasi Kuliner Legendaris yang Wajib Disambangi

Sabtu, 30 Mei 2026 02:00 WIB

Hidden Gem Baru di Bogor: Menemukan Ketenangan di Lereng Gunung Salak

Sabtu, 30 Mei 2026 01:00 WIB

Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis

Jumat, 29 Mei 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Puaskan Lidah di Purwakarta: 3 Destinasi Kuliner Legendaris yang Wajib Disambangi
  • Hidden Gem Baru di Bogor: Menemukan Ketenangan di Lereng Gunung Salak
  • Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis
  • Rumor Transfer Persib Bandung: Siapkan Rp20 Miliar demi Bintang Eropa!
  • Guncang Super League! Garudayaksa FC Siap Bajak Bintang Timnas Jadi ‘Miniatur Garuda’
  • Strategi ‘Minimalis’ Persib Bandung: Pertahankan Fondasi Juara, Tidak Ada Revolusi Besar?
  • Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci
  • Masa Depan di Persib Terancam, Andrew Jung Jadi Incaran Klub Top Thailand?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kisah Pilu ODGJ di Lamongan, Dipasung 20 Tahun Gegara Diyakini Miliki Ilmu Rawa Rontek

By Aga GustianaSabtu, 31 Januari 2026 08:26 WIB4 Mins Read
Proses evakuasi Sukirno, pria yang dipasung 20 tahun oleh keluarga sendiri. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setelah lebih dari 20 tahun terkurung dalam jerat besi sempit, Sukirno (60) akhirnya bisa menghirup udara bebas. Tim yang dipimpin Ipda Purnomo bersama personel Polsek Sokoo berhasil mengevakuasi pria penyandang gangguan jiwa ini dari pasung yang membelenggunya di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Rabu (28/1/2026).

Kisah Sukirno bukan sekadar cerita tentang kekerasan atau penderitaan fisik, melainkan juga tentang kepercayaan, ilmu kebatinan, dan kompleksitas psikologis yang membayangi sebuah keluarga. Selama bertahun-tahun, keyakinan keluarga bahwa Sukirno menguasai ajian kanuragan “rawa rontek” membuatnya dikurung dalam kondisi yang amat membatasi.

Sarti, adik Sukirno, membuka tabir masa lalu kakaknya. Menurutnya, gangguan jiwa yang dialami Sukirno berakar dari obsesi masa muda terhadap ilmu kebatinan Jawa yang tinggi dan sulit dijangkau. “Dulu sakit jiwanya karena nekat cari ilmu Jawa. Usianya belum matang, ilmunya tingkat tinggi, kebatinannya belum kuat,” ungkap Sarti.

Ajian rawa rontek merupakan salah satu ilmu legendaris dalam tradisi Jawa. Konon, ilmu ini memberi pemiliknya kekebalan luar biasa terhadap senjata, racun, bahkan sihir. Nama “rawa rontek” sendiri memiliki arti mendalam: “rawa” berarti pertempuran, sedangkan “rontek” berarti terbelah. Secara simbolik, ajian ini diyakini membuat pemiliknya mampu bertahan dari maut, bahkan bangkit kembali bila tewas.

Inspirasi dari tokoh-tokoh rakyat seperti Si Pitung—yang tubuhnya dapat menyatu meski terpotong—menjadi salah satu alasan mengapa ajian ini begitu terkenal dan menakutkan. Pemilik rawa rontek diyakini abadi, dapat sembuh instan dari luka serius, dan bahkan mampu bangkit dari kematian. Namun, di balik kekuatannya, ilmu ini dianggap berbahaya karena sering dikaitkan dengan praktik ilmu hitam dan pengaruh jin yang dapat membuat pemiliknya agresif. Meditasi ekstrem, puasa mutih selama 40 hari, serta wirid mantra menjadi syarat mutlak agar ilmu ini berhasil dikuasai.

Baca Juga:  Sering Nonton Film Dewasa Diam-diam? Hati-hati, Ini Akibatnya!

Tak heran jika keluarga Sukirno memilih untuk mengurungnya dalam pasung. Selama dua dekade lebih, pria ini hidup dalam kandang besi yang panjangnya kurang dari satu meter. Agar “kesaktian” rawa rontek tidak pudar, ia bahkan dilarang menyentuh tanah. Tubuh Sukirno kini tampak compang-camping akibat pengurungan panjang, dengan kulit menebal dan otot-otot mengecil karena minimnya aktivitas fisik.

Proses evakuasi Sukirno berlangsung penuh ketegangan. Keluarga sempat menolak untuk melepaskannya karena takut amukan pria yang telah lama hidup dalam dunia sendiri itu. Namun, pendekatan persuasif dari tim Ipda Purnomo berhasil membujuk mereka untuk membuka pasung. Proses fisik evakuasi pun dimulai: besi yang membelenggu Sukirno dipotong menggunakan gerinda.

“Dia melawan dengan sangat sengit. Butuh empat orang untuk menenangkan, sampai akhirnya diberikan suntikan penenang,” kata salah seorang anggota tim evakuasi. Setelah itu, Sukirno baru bisa dicukur, dimandikan, dan diganti bajunya. Setiap tahap evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk mengurangi trauma fisik maupun psikologis.

Baca Juga:  Bandung Siaga Kesehatan Mental: 12 Puskesmas Kini Dilengkapi Psikolog Klinis

Kini, Sukirno menjalani rehabilitasi di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, pondok bagi ODGJ yang dikelola Ipda Purnomo di Desa Nguwok. Yayasan ini menyediakan fasilitas yang layak, termasuk wisma putri yang diresmikan pada 2024. Di tempat ini, Sukirno mendapatkan perawatan medis dan psikologis yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya.

Bupati Lamongan pun memberikan apresiasi terhadap langkah ini. Menurutnya, upaya ini bukan hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga memberi contoh bagi masyarakat tentang pentingnya menangani ODGJ dengan pendekatan kemanusiaan. “Kasus Sukirno adalah bukti nyata bahwa dengan kesabaran, keahlian, dan empati, kita bisa membebaskan korban pasung yang selama bertahun-tahun hidup terbelenggu,” ujar Bupati.

Kisah Sukirno juga menegaskan betapa rentannya penyandang gangguan jiwa terhadap stigma dan ketakutan masyarakat. Kepercayaan terhadap ilmu kebatinan yang dianggap sakti dan berbahaya sering kali membuat keluarga bertindak ekstrem, seperti mengurung anggota keluarga mereka sendiri. Di sisi lain, keberadaan lembaga rehabilitasi yang profesional dan penuh empati, seperti yang dijalankan Ipda Purnomo, menunjukkan jalur pemulihan yang lebih manusiawi.

Baca Juga:  Kisah Lengkap Raya, Balita Sukabumi yang Tubuhnya Dipenuhi Cacing hingga Organ Vital

Selain itu, kasus Sukirno menjadi peringatan tentang pentingnya edukasi masyarakat terkait kesehatan mental. Banyak kasus pasung terjadi karena ketidaktahuan dan kekhawatiran keluarga terhadap perilaku ODGJ yang dianggap aneh atau berbahaya. Intervensi cepat dari aparat kepolisian, tenaga medis, dan lembaga sosial menjadi kunci agar penderitaan tidak berlarut-larut.

Sukirno kini menikmati kebebasan pertamanya dalam dua dekade terakhir. Meski proses penyembuhan masih panjang, langkah pertama ini menjadi momentum penting bagi dirinya untuk merasakan hidup layak. “Saya harap dengan rehabilitasi ini, dia bisa kembali berinteraksi dengan orang lain, meski perlahan-lahan,” kata Sarti, adik Sukirno, dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Sukirno bukan sekadar berita human interest. Ini adalah refleksi dari interaksi antara budaya, kepercayaan, dan kesehatan mental. Ajian rawa rontek, yang menjadi alasan utama pengurungan Sukirno, bukan hanya soal ilmu sakti dalam legenda Jawa, tetapi juga simbol bagaimana ketidaktahuan dan ketakutan dapat membelenggu manusia—secara literal maupun metaforis.

Dalam perjalanan hidupnya yang baru, Sukirno kini memiliki kesempatan kedua. Kesempatan untuk merasakan sentuhan tanah di kakinya, udara segar, dan dunia di luar jeruji besi. Kisah ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kemanusiaan harus selalu menjadi prioritas, bahkan ketika kepercayaan dan tradisi tampak menghalangi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ajian Jawa ilmu sakti kesehatan mental lamongan ODGJ pasung rehabilitasi Sukirno
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi Sate

Puaskan Lidah di Purwakarta: 3 Destinasi Kuliner Legendaris yang Wajib Disambangi

Hidden Gem Baru di Bogor: Menemukan Ketenangan di Lereng Gunung Salak

Anti-Ribet! 3 Rekomendasi Wisata Ramah Keluarga di Cimahi & Bandung Barat Gratis

Geger! Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral Bikin Warganet Penasaran

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Cair: Cek Nama Anda Sekarang lewat HP, Jangan Sampai Terlewat!

Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.