bukamata.id – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang menimpa kawasan barat Kolombia memicu gelombang kerusakan hebat hingga memaksa pemerintah menetapkan status darurat nasional. Langkah darurat ini diambil langsung oleh Presiden Kolombia yang baru dilantik, Abelardo de la Espriella, guna memaksimalkan pengerahan bantuan dan alat berat ke titik-titik bencana paling parah.
Melalui pernyataan resminya dari ibu kota Bogota, De la Espriella mengonfirmasi bahwa insiden ini telah memakan korban jiwa dan merusak ribuan tempat tinggal warga.
“Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada hari ini,” kata De la Espriella.
“Gempa tersebut juga menyebabkan setidaknya 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, dan 1.575 rumah rusak,” ujarnya.
Titik Pusat Gempa di Chocó dan Kepanikan Warga Ibu Kota
Berdasarkan data rekaman Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), guncangan kuat tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat. Episentrum gempa terdeteksi berada di San José del Palmar, wilayah Departemen Chocó, dengan kedalaman 107 kilometer serta berjarak sekitar 280 kilometer di sebelah barat Bogota.
Demi memastikan proses evakuasi berjalan optimal, De la Espriella menjadwalkan peninjauan lapangan secara langsung ke pusat bencana untuk memimpin penanganan krisis bersama otoritas setempat.
Sementara itu, guncangan keras dilaporkan memicu kepanikan luar biasa di Bogota. Seperti dilansir wartawan AFP, bunyi sirene darurat membuat deretan warga berhamburan keluar dari kediaman mereka menuju area terbuka dalam kondisi masih menggunakan pakaian tidur.
Akses Udara Lumpuh: Enam Bandara Ditutup Total
Dampak kerusakan infrastruktur tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga melumpuhkan sektor penerbangan di wilayah barat. Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia secara resmi menghentikan sementara operasional enam bandara akibat kerusakan struktural di area penerbangan.
Laporan resmi yang diunggah melalui akun X lembaga penerbangan sipil menyebutkan enam fasilitas bandara yang ditutup meliputi bandara di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura.
Penutupan jalur udara secara mendadak ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keterhubungan wilayah serta distribusi logistik medis di kawasan barat Kolombia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










