Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 17:34 WIB

Muktamar ke-35 NU Dimulai, Ini 8 Tokoh yang Berebut Kursi Ketum PBNU

Kamis, 27 Agustus 2026 16:33 WIB

Uang Rp3 Miliar Dikuras Karyawan Sendiri, Vilmei Alami Trauma Berat dan Krisis Kepercayaan

Kamis, 27 Agustus 2026 16:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah
  • Muktamar ke-35 NU Dimulai, Ini 8 Tokoh yang Berebut Kursi Ketum PBNU
  • Uang Rp3 Miliar Dikuras Karyawan Sendiri, Vilmei Alami Trauma Berat dan Krisis Kepercayaan
  • Ramon Tanque Dipinjamkan Persib, Persita Tangerang Jadi Kandidat Terkuat?
  • Bosan ke Tempat Nongkrong? 3 Wisata Sejarah Bandung Ini Bikin Liburan Makin Berisi
  • Peluang Emas Lulusan SMA/SMK! BUMN Buka Lowongan Kerja Terbaru Agustus 2026, Cek Posisinya
  • Skandal Video Syur Oknum Guru di Sukabumi: Berstatus PPPK, Terancam Dipecat
  • Pencarian Berakhir Pilu! Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Santolo Ditemukan Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kota Bandung Raih Status Universal Health Coverage dengan Kepesertaan BPJS Kesehatan Hampir 100 Persen

By SusanaJumat, 3 Januari 2025 04:00 WIB3 Mins Read
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 2.569.985 jiwa dari total 2.579.837 penduduk Kota Bandung kini terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, menjadikan kota ini mencapai status Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 99,62%.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan langkah besar dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh warga.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kami untuk memastikan setiap warga Kota Bandung memperoleh akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas. Namun, kami tidak akan berhenti di sini. Fokus kami ke depan adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas kerja sama dengan fasilitas kesehatan,” ujar Anhar di Balai Kota Bandung, Kamis (2/1/2025).

Universal Health Coverage (UHC) adalah sistem penjaminan kesehatan yang bertujuan memberikan akses layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. UHC menekankan dua elemen utama:

  1. Akses Pelayanan Kesehatan yang Adil: Semua warga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa diskriminasi.
  2. Perlindungan Risiko Finansial: Mengurangi beban biaya kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
Baca Juga:  Malam Hari di Bandung? Wajib Coba Kulineran di 5 Lokasi Ini!

Kepesertaan BPJS Kesehatan mencakup beberapa segmen masyarakat, antara lain:

  1. Penerima Bantuan Iuran (PBI): Fakir miskin dan orang tidak mampu.
  2. Penduduk yang Didaftarkan Pemerintah Daerah: Warga yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.
  3. Pekerja Penerima Upah (PPU): ASN, pegawai swasta, dan lainnya.
  4. Pekerja Mandiri (PBPU): Pekerja di luar hubungan kerja.
  5. Bukan Pekerja (BP): Termasuk investor, pensiunan, veteran, dan lainnya.
Baca Juga:  Bandung Penuh Masalah, Pengamat: Butuh Pemimpin yang Punya Kemampuan dan Kapasitas

Saat ini, Kota Bandung memiliki 33 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, meskipun lima di antaranya belum terintegrasi sepenuhnya untuk layanan UHC, yakni RS Bedah Halmahera Siaga, RSIA Melinda, RSIA Limijati, RSIA Graha Bunda, dan RS Mata BEC. S

elain itu, 80 UPTD Puskesmas di Kota Bandung telah siap melayani masyarakat sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

“Upaya untuk meningkatkan kerja sama dengan fasilitas kesehatan terus dilakukan. Kami juga mendorong agar rumah sakit yang belum bergabung segera melengkapi proses administrasinya,” tambah Anhar Hadian.

Manfaat dan Keunggulan UHC Kota Bandung:

  1. Jaminan pembiayaan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
  2. Kemudahan akses layanan kesehatan di berbagai fasilitas, baik di dalam maupun luar Kota Bandung.
  3. Status kepesertaan aktif langsung tanpa masa tunggu 14 hari.
  4. Bantuan keuangan sebesar 40% dari anggaran UHC yang diberikan oleh Pemprov Jawa Barat.
  5. Dana kapitasi untuk operasional puskesmas yang mengurangi beban anggaran daerah.
Baca Juga:  MUI Sebut Ulama dan Umara Penentu Kebaikan Kota Bandung

Anhar memastikan, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Dengan status UHC, kami ingin memastikan bahwa tidak hanya akses yang terjamin, tetapi juga mutu pelayanan kesehatan yang terus meningkat,” tutup Anhar Hadian.

Capaian ini menjadikan Kota Bandung sebagai salah satu daerah yang berhasil mewujudkan pelayanan kesehatan inklusif, sekaligus menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan kesehatan Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geruduk Balai Kota, HMI Bandung Tagih Janji Farhan-Erwin Selesaikan 10 Masalah Daerah

Muktamar ke-35 NU Dimulai, Ini 8 Tokoh yang Berebut Kursi Ketum PBNU

Uang Rp3 Miliar Dikuras Karyawan Sendiri, Vilmei Alami Trauma Berat dan Krisis Kepercayaan

Ilustrasi video syur

Skandal Video Syur Oknum Guru di Sukabumi: Berstatus PPPK, Terancam Dipecat

Pencarian Berakhir Pilu! Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Santolo Ditemukan Meninggal

Bansos

Cek Sekarang! Cara Cek Bansos PKH 2026 Lewat HP, Tinggal Masukkan NIK KTP

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.