bukamata.id – Jawa Barat menjadi pemilih terbesar se-Indonesia pada tingkat provinsi. Dari 27 kabupaten dan kota yang ada, KPU Jabar memantikan semuanya berjalan lancar.
Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi baik internal maupun eksternal untuk keberlangsungan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Berkaitan dengan rekrutmen petugas KPPS, Ummi mengatakan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan tahapan prosesnya yang akan dimulai pada November 2023 hingga Januari 2024. Jumlah rekrutmen petugas KPPS di Jabar pun merupakan terbesar se-Indonesia.
“Terkait dengan persiapan untuk rekrutmen hari H, memang berkaitan dengan rekrutmen kita di KPPS, dilihat dari tahapannya bulan November-Januari kita melakukan rekrutmen temen-temen di KPPS,”
“Jabar dengan 140.457 TPS artinya dikalikan dengan 9 petugas KPPS, sekitar 1.300.000 kita akan merekrut temen-temen KPPS. Jumlah yang sangat besar dan menjadi jumlah paling besar petugas KPPSnya se Indonesia,” jelas Ummi pada Selasa (24/10/2023).
Dalam proses rekrutmen tersebut, Ummi memastikan petugas KPPS bisa berjalan baik dalam pelaksanaannya, dimana ada perbedaan dalam perhitungan dan pelaksanaan di rekapitulasi di tingkatan KPPS, yang menjadi bahan evaluasi dari 2019.
Ummi juga menyebutkan, pada pemilu 2024, KPU RI sudah menggunakan Si Rekap yang dimana bisa membantu melakukan rekapitulasi.
“Hari ini KPU RI juga menggunakan Si Rekap sebagai alat bantu dalam melakukan rekapitulasi, saya pikir itu menjadi inovasi dari KPU RI belajar dari pengalaman 2019,” katanya.
Selain itu, dari segi kesehatan para petugas KPPS pun akan lebih diperhatikan dimana dilakukan dengan adanya batasan usia sampai 55 tahun dan menyertakan penyakit-penyakit bawaan di surat keterangan sehat.
“Kalau dulu hanya surat keterangan dari puskesmas, hari ini juga memastikan dari surat keterangan itu juga dipastikan terkait dengan penyakit-penyakit bawaan itu juga harus disertakan. Kemudian, ada batasan usia 55 tahun,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










