Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Senin, 28 September 2026 01:00 WIB

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kuota Haji Jabar 2026 Turun Drastis! DPRD Minta Kemenhaj Gencarkan Sosialisasi

By SusanaSenin, 17 November 2025 18:38 WIB2 Mins Read
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, meminta Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Jabar untuk menggencarkan sosialisasi terkait pengurangan kuota haji Jabar 2026.

Permintaan ini muncul setelah kuota haji Jabar mengalami penurunan signifikan dari sekitar 38 ribu jamaah menjadi 29.643 kuota.

Penurunan kuota ini merupakan implementasi Pasal 13 ayat (2) huruf b UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Regulasi tersebut mengatur pembagian kuota berdasarkan proporsi daftar tunggu di setiap provinsi, sehingga waktu tunggu haji di seluruh daerah dapat dipukul rata maksimal 26,4 tahun.

Perlu Sosialisasi Masif agar Masyarakat Tak Kaget

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jabar Yakin Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Segera Ditangani

Iwan menyebut penurunan kuota ini mengejutkan banyak masyarakat sehingga perlu dijelaskan secara terang oleh pemerintah.

“Baiknya kementerian yang mengurusi haji ini menyosialisasikan,” ujar Iwan di Kantor DPRD Jabar, Bandung, Senin (17/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa banyak warga Jabar yang mengeluh akibat perubahan kuota tersebut, terutama mereka yang sudah berharap berangkat haji di 2026 namun harus mundur jadwalnya.

DPRD Dorong Pemerintah Pusat Lobi Tambahan Kuota

Selain sosialisasi, Iwan berharap pemerintah pusat melalui Kemenhaj dapat melobi Kerajaan Arab Saudi agar kuota haji Indonesia kembali ditambah. Dengan demikian, penurunan kuota yang terjadi pada 2026 tidak lagi signifikan ke depannya.

Baca Juga:  Pengamat Duga Jokowi Tunjuk Pj Gubernur Jabar Bukan Pilihan DPRD

“Komisi V DPRD Jabar kemungkinan segera bertemu Kanwil Kemenhaj untuk membicarakan hal ini sekaligus mengedukasi masyarakat,” katanya.

Iwan Dukung Optimalisasi Embarkasi Kertajati untuk Haji 2026

Terkait rencana optimalisasi Embarkasi Kertajati-Indramayu (KJT) pada pelaksanaan haji 2026, Iwan menyatakan dukungannya. Ia menilai langkah ini penting untuk mengoptimalkan peran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Bahkan, Iwan menyarankan agar provinsi lain yang lebih dekat dengan Kertajati, seperti daerah di Jawa Tengah bagian barat, juga dapat diberangkatkan melalui embarkasi tersebut.

“Minimal Bandung Raya, Priangan Timur, sampai daerah seperti Pekalongan, Brebes, Tegal bisa masuk ke sini,” ujarnya.

Baca Juga:  Peduli Banjir di Kabupaten Bandung, Sekretariat DPRD Jabar Serahkan Bantuan Ke Desa Rancamanyar

Fasilitas Asrama Haji Indramayu Harus Disempurnakan

Iwan menilai Kanwil Kemenhaj Jabar perlu memastikan fasilitas Asrama Haji Indramayu benar-benar lengkap. Termasuk memastikan proses pemeriksaan jamaah dilakukan di asrama, bukan di bandara, agar lebih efisien.

“Keluar dari asrama tinggal naik pesawat tanpa pemeriksaan ulang. Fasilitasnya harus diperbaiki untuk kenyamanan dan sirkulasi jamaah,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar keberangkatan umrah dapat dialihkan ke BIJB guna menghidupkan aktivitas bandara yang fasilitasnya sudah memadai.

“Peluang BIJB untuk hidup besar sekali. Sayang kalau fasilitasnya tidak dimaksimalkan,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.