bukamata.id – Pasar kendaraan listrik (EV) roda dua di Indonesia tampaknya sedang berada di puncak gairah. Hanya dalam waktu singkat sejak diluncurkan pada Februari 2025 lalu, PT Indomobil Emotor Internasional mencatatkan lonjakan penjualan yang luar biasa, menyentuh angka puluhan ribu unit secara nasional.
CEO Indomobil Emotor, Pius Wirawan mengungkapkan rasa syukurnya atas respons luar biasa dari masyarakat Indonesia terhadap empat varian motor listrik yang mereka tawarkan.
Berdasarkan data internal, Indomobil kini menjadi salah satu pemain dengan penjualan terbaik di tanah air.
“Puji Tuhan, penjualan kita salah satu yang terbaik di Indonesia. Baru kita luncurkan di Februari 2025, sekarang tuh sudah puluhan ribu unit terjual. Dan kita sekarang sudah mulai delivery (pengiriman) juga,” ucap Pius di Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Dari total penjualan fantastis tersebut, wilayah Jawa Barat menyumbang angka yang cukup signifikan, yakni sekitar 3.000 unit. Menariknya, varian Vrano (sebelumnya disebut Pirano) sempat mendominasi pasar hingga hampir 70 persen.
Namun, konformasi peta penjualan kini mulai bergeser berkat kehadiran varian terbaru mereka, Cutie (QT).
“Kalau sekarang market kita Vrano 40 persen, QT-nya mungkin sekitar 40 persen juga. Sisanya diisi oleh varian lain (Adora dan Sprinto). Target kita di tahun ini saja bisa tembus lebih dari 30 ribu unit,” ungkapnya.
Varian ‘Cutie’: Murah, Stylish, Tetap Canggih
Meskipun varian QT sempat masuk dalam daftar inden, Pius memastikan bahwa per minggu ini unit tersebut sudah mulai dikirimkan secara massal ke tangan konsumen.
Didesain dengan prinsip stylish and affordable (modis dan terjangkau), varian QT sengaja memangkas beberapa fitur berat seperti Cruise Control dan Android Auto demi menekan harga. Kendati demikian, Indomobil tidak pelit teknologi.
QT tetap dibekali fitur kekinian seperti sistem Keyless berbasis NFC, sertifikasi tahan air IP67, baterai lithium tangguh, serta garansi panjang hingga 3 tahun.
“Meskipun QT ini affordable, tapi tetap teknologinya canggih dan juga tetap stylish. Ini adalah jawaban kami untuk isu lingkungan hidup dan program elektrifikasi pemerintah,” tegasnya.
Penjualan Meroket 7 Kali Lipat, Siap Garap Pasar Papua
Jika sektor roda empat dilaporkan mengalami kenaikan penjualan hingga 3-5 kali lipat, maka lini roda dua Indomobil Emotor melesat jauh lebih tinggi. Pius menyebutkan pertumbuhan penjualan mereka meroket hingga 7 kali lipat dibandingkan tahun lalu secara nasional.
Saat ini, Indomobil telah memiliki 153 jaringan showroom yang tersebar di hampir seluruh pulau besar di Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, hingga Sumatra (Aceh, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, dan Lampung). Tak puas sampai di sana, Indomobil membidik tanah Papua sebagai target ekspansi berikutnya sebelum tahun 2026 berakhir.
“Di Papua kemarin kita sudah ketemu beberapa partner yang tertarik, ada di Kota Jayapura dan Merauke. Jadi harusnya tahun ini kita sudah tersedia di seluruh pulau kita,” jelasnya.
Konsumen Sudah ‘Major’, Tak Lagi Ragu Pilih Motor Listrik
Melalui edukasi yang masif, Pius melihat ada perubahan perilaku konsumen yang sangat drastis di kota-kota besar tempat mereka melakukan peluncuran, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang.
Masyarakat kini dinilai jauh lebih siap untuk beralih dari motor bensin ke motor listrik. Kesadaran (awareness) yang tinggi membuat konsumen tidak lagi bertanya tentang apa itu motor listrik, melainkan langsung memilih model yang sesuai dengan karakter mereka.
“Bercandaan kita sekarang, mereka tuh sudah enggak mikir lagi mau beli motor listrik atau enggak. Tapi pertanyaannya sudah berubah: ‘Mau beli warna apa, dan mau beli model yang mana?’. Konsumen sudah sangat terbuka,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










