Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Duka Gempa Flores M 7,7: Korban Meninggal Tembus 55 Orang, 132 Warga Luka-luka

Senin, 17 Agustus 2026 16:24 WIB

32 Tahun Tak Diangkat, Tumpukan Sampah Ditemukan di Saluran Air Bandung

Senin, 17 Agustus 2026 16:00 WIB

Usai Ditutup Berbulan-bulan, Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Kembali

Senin, 17 Agustus 2026 15:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Duka Gempa Flores M 7,7: Korban Meninggal Tembus 55 Orang, 132 Warga Luka-luka
  • 32 Tahun Tak Diangkat, Tumpukan Sampah Ditemukan di Saluran Air Bandung
  • Usai Ditutup Berbulan-bulan, Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Kembali
  • VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!
  • 20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas
  • Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun, Sudah Siapkan Hobi Baru
  • Bukan Pengupas Bawang, Keluarga Ungkap Keseharian Susanah Jahit Majun Diupah Rp700 per Kg
  • Tepat HUT ke-81 RI, 4 Wakil Indonesia Berjuang di Kejuaraan Dunia BWF 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

32 Tahun Tak Diangkat, Tumpukan Sampah Ditemukan di Saluran Air Bandung

By Mulki AlbarSenin, 17 Agustus 2026 16:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap temuan tumpukan sampah yang disebut telah berada selama puluhan tahun di salah satu saluran air di Kota Bandung.

Dedi mengatakan, sampah tersebut ditemukan di saluran air yang berada di depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, tumpukan sampah telah mengendap dan menumpuk dalam waktu yang sangat lama.

“Di Bandung ini, ada satu saluran air yang sampahnya 32 tahun baru diangkat,” kata Dedi saat ditemui seusai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2026).

Saat ditanya lokasi saluran tersebut, Dedi menyebut berada di depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Di depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di saluran airnya,” ujarnya.

Sampah Menumpuk Akibat Saluran Tak Terawat

Dedi memperkirakan tumpukan sampah tersebut terbentuk karena terjadi penumpukan secara terus-menerus selama bertahun-tahun.

“32 tahun hitungan saya. Karena itu bertumpuk, bertumpuk, bertumpuk,” katanya.

Menurut Dedi, persoalan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dan saluran air tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga fasilitas umum.

Ia menilai kondisi saluran air di sejumlah kawasan Bandung turut dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat yang menggunakan saluran untuk berdagang maupun membuang sampah.

“Bandung ini kan terjadi karena itu. Saluran airnya digunakan untuk dagang, sampahnya tidak diperhatikan, bertumpuk,” ucapnya.

Dedi: Kota Harus “Dimerdekakan” dari Sampah

Dedi mengaitkan persoalan sampah tersebut dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan terbebas dari penjajahan, tetapi juga kemampuan masyarakat menjaga lingkungan dan menjalankan kewajibannya.

“Coba lihat sekarang. Nah ini problem, ya itu menurut saya 32 tahun ada deh itu sampah di situ. Gitu loh. Nah artinya ini harus dimerdekakan,” tuturnya.

Ia menegaskan, hak masyarakat atas lingkungan yang bersih harus berjalan beriringan dengan kewajiban untuk menjaga fasilitas umum.

“Artinya setiap orang harus memiliki hak dan memiliki kewajiban,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi saluran air Bandung sampah Bandung tumpukan sampah Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Duka Gempa Flores M 7,7: Korban Meninggal Tembus 55 Orang, 132 Warga Luka-luka

Usai Ditutup Berbulan-bulan, Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Kembali

VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!

20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas

Bukan Pengupas Bawang, Keluarga Ungkap Keseharian Susanah Jahit Majun Diupah Rp700 per Kg

Pasanggrahan Panca Rasa Resmi Dibuka, Kawasan Gedung Sate Kini Bergaya Tempo Dulu

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.