bukamata.id – Sosok Susanah, warga Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak menyita perhatian publik setelah namanya disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Pidato Kenegaraan di Gedung DPR RI, Jumat (14/8/2026). Di balik perhatian publik tersebut, Susanah merupakan potret pekerja keras yang mengandalkan dua pekerjaan fisik sekaligus demi menopang penghasilannya.
Keluarga mengonfirmasi bahwa rutinitas harian Susanah terbagi antara mengolah kain lap industri (majun) serta bertugas di fasilitas penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Mengolah Kain Majun Borongan di Pagi Hari
Rutinitas harian Susanah diawali sejak pagi dengan menjahit kain majun di usaha milik warga setempat bernama Pak Ali. Sang adik, Yuli, meluruskan kabar simpang siur terkait jenis pekerjaan kakaknya saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (16/8/2026).
“Dia cuma disuruh menjahit. Kuli. Dia mah kuli,” kata Yuli.
“Baju bekas dipotong-potong. Nanti ada sarung tangan juga,” kata Yuli menjelaskan bahan yang dikerjakan kakaknya.
“Bukan bawang. Enggak ada kupas bawang di sini. Bikin majun,” kata Yuli menegaskan.
Pekerjaan ini menerapkan sistem bagi hasil borongan:
- Penyusun bahan: Menerima Rp600 per ikat kain bekas yang siap jahit.
- Penjahit (Susanah): Mengoperasikan mesin jahit listrik dengan bayaran Rp700 per kilogram.
Dengan skema tersebut, pengerjaan 10 kg kain menghasilkan Rp7.000, sedangkan pengerjaan 100 kg (1 kuintal) menghasilkan Rp70.000. Dalam sebulan, pemilik usaha rata-rata menyediakan pasokan hingga 3 kuintal. Jika seluruh pasokan diselesaikan, Susanah membawa pulang sekitar Rp210.000. Namun, nominal ini tidak menentu karena bergantung pada kecepatan penyusun bahan serta ketersediaan stok barang.
Mencuci Ompreng Dapur MBG hingga Kaget Menjadi Viral
Memasuki waktu siang, Susanah beralih ke lokasi kerja keduanya di dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Rawa Jeler untuk mencuci wadah makan (ompreng).
“Dari pagi sampai siang. Nanti siang dia kerja cuci ompreng,” kata Yuli.
Pekerjaan di dapur MBG beroperasi 5 hari kerja dalam sepekan dan memberikan penghasilan yang lebih pasti dibanding usaha borongan jahit:
- Upah awal: Rp100.000 per hari.
- Upah terbaru: Naik menjadi Rp110.000 per hari.
“Kemarin seratus, terus naik seratus sepuluh. Itu per hari. Seminggu ada lima hari,” ujarnya.
Pihak keluarga baru menyadari bahwa Susanah menjadi sorotan publik nasional setelah potongan video pidato kenegaraan beredar luas di jejaring media sosial dan grup percakapan ponsel.
“Ada ada adik saya di hape. ‘Nih, si Susanah kok viral, ya,’ gitu,” katanya.
Bagi keluarga, dua profesi yang dijalani Susanah—menjahit lap majun borongan di pagi hari dan mencuci wadah makan MBG di siang hari—merupakan bentuk perjuangan nyata seorang pekerja lapangan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









