Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya

Selasa, 6 Oktober 2026 15:30 WIB
Ole Romeny

Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya

Selasa, 6 Oktober 2026 15:23 WIB

Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?

Selasa, 6 Oktober 2026 14:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gila! Persib Hadapi 3 Laga Internasional dalam Oktober, Cek Jadwal Lengkapnya
  • Duet Mematikan Ole Romeny-Mithcell Baker Bawa Indonesia Juara, Ini Rahasianya
  • Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?
  • PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral
  • Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape
  • Igor Tolic Masih Galau, Thom Haye dan Ragnar Bisa Langsung Terbang ke Thailand?
  • Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji
  • Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Pengupas Bawang, Keluarga Ungkap Keseharian Susanah Jahit Majun Diupah Rp700 per Kg

By Aga GustianaSenin, 17 Agustus 2026 14:25 WIB2 Mins Read
Ibu Susana, buruh pengupas bawang asal Bogor viral usai upahnya dispill Prabowo. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sosok Susanah, warga Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak menyita perhatian publik setelah namanya disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Pidato Kenegaraan di Gedung DPR RI, Jumat (14/8/2026). Di balik perhatian publik tersebut, Susanah merupakan potret pekerja keras yang mengandalkan dua pekerjaan fisik sekaligus demi menopang penghasilannya.

Keluarga mengonfirmasi bahwa rutinitas harian Susanah terbagi antara mengolah kain lap industri (majun) serta bertugas di fasilitas penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mengolah Kain Majun Borongan di Pagi Hari

Rutinitas harian Susanah diawali sejak pagi dengan menjahit kain majun di usaha milik warga setempat bernama Pak Ali. Sang adik, Yuli, meluruskan kabar simpang siur terkait jenis pekerjaan kakaknya saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (16/8/2026).

“Dia cuma disuruh menjahit. Kuli. Dia mah kuli,” kata Yuli.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Turun Tangan Selamatkan Warga Bogor dari Ancaman Lelang Tanah

“Baju bekas dipotong-potong. Nanti ada sarung tangan juga,” kata Yuli menjelaskan bahan yang dikerjakan kakaknya.

“Bukan bawang. Enggak ada kupas bawang di sini. Bikin majun,” kata Yuli menegaskan.

Pekerjaan ini menerapkan sistem bagi hasil borongan:

  • Penyusun bahan: Menerima Rp600 per ikat kain bekas yang siap jahit.
  • Penjahit (Susanah): Mengoperasikan mesin jahit listrik dengan bayaran Rp700 per kilogram.

Dengan skema tersebut, pengerjaan 10 kg kain menghasilkan Rp7.000, sedangkan pengerjaan 100 kg (1 kuintal) menghasilkan Rp70.000. Dalam sebulan, pemilik usaha rata-rata menyediakan pasokan hingga 3 kuintal. Jika seluruh pasokan diselesaikan, Susanah membawa pulang sekitar Rp210.000. Namun, nominal ini tidak menentu karena bergantung pada kecepatan penyusun bahan serta ketersediaan stok barang.

Baca Juga:  Banjir Bogor Makin Parah, Dedi Mulyadi Desak PTPN Stop Alih Fungsi Lahan

Mencuci Ompreng Dapur MBG hingga Kaget Menjadi Viral

Memasuki waktu siang, Susanah beralih ke lokasi kerja keduanya di dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Rawa Jeler untuk mencuci wadah makan (ompreng).

“Dari pagi sampai siang. Nanti siang dia kerja cuci ompreng,” kata Yuli.

Pekerjaan di dapur MBG beroperasi 5 hari kerja dalam sepekan dan memberikan penghasilan yang lebih pasti dibanding usaha borongan jahit:

  • Upah awal: Rp100.000 per hari.
  • Upah terbaru: Naik menjadi Rp110.000 per hari.
Baca Juga:  Hotel Bogor Berguguran, Kebijakan Efisiensi Pemerintah Tuai Pro dan Kontra Warganet

“Kemarin seratus, terus naik seratus sepuluh. Itu per hari. Seminggu ada lima hari,” ujarnya.

Pihak keluarga baru menyadari bahwa Susanah menjadi sorotan publik nasional setelah potongan video pidato kenegaraan beredar luas di jejaring media sosial dan grup percakapan ponsel.

“Ada ada adik saya di hape. ‘Nih, si Susanah kok viral, ya,’ gitu,” katanya.

Bagi keluarga, dua profesi yang dijalani Susanah—menjahit lap majun borongan di pagi hari dan mencuci wadah makan MBG di siang hari—merupakan bentuk perjuangan nyata seorang pekerja lapangan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terkuak! Peran Indra Kenz di Skandal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Siap-siap Masuk Bui Lagi?

PR Penataan Parkir Kota Bandung Disorot Usai Kasus Karcis Bus Rp65 Ribu Viral

Pemkot Bandung Susun Tata Kelola Kawasan Bersejarah dengan Konsep Historical Urban Landscape

Pemkot Bandung Rencanakan Museum Musik Indonesia, Lokasi Masih Dikaji

Data Warga Bandung Dikebut! 435 Ribu KK Ditargetkan Terverifikasi hingga Desember 2026

ilustrasi penembakan

Fakta Tragis Pelajar SMA di Garut Jadi Korban Penembakan Airgun, Peluru Logam Bersarang di Mata

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.